Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Gondanglegi Malang, Sebuah Kecamatan yang Nggak Punya Apa-apa, kecuali Kebisingan dan Kontroversi

Ahmad Fahrizal Ilham oleh Ahmad Fahrizal Ilham
4 Juni 2024
A A
Gondanglegi Malang Bikin Kecewa, Isinya Cuma Kontroversi (Unsplash)

Gondanglegi Malang Bikin Kecewa, Isinya Cuma Kontroversi (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kecamatan Gondanglegi Malang, daerah kelahiran saya, isinya bikin nggak enak hati. Isinya kebisingan dan kontroversi.

Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah yang cukup potensial dan menyenangkan. Selain wilayahnya yang strategis dan luas, Kabupaten Malang hampir punya semuanya. Mulai dari pantai, gunung, hingga air terjun.

Nah, dari total 33 kecamatan, “sialnya”, saya lahir dan menetap hingga saat ini di Kecamatan Gondanglegi. Bukannya benci, saya hanya merasa kecamatan ini masih terlalu sering bikin suasana hati penduduknya jadi kurang enak.

Gondanglegi Malang nggak punya apa-apa

Saya setuju dengan kalimat seorang pujangga yang bilang kalau hidup ini bukan sebuah balap lari, yang harus dimenangkan, tanpa sedikit saja dinikmati. Namun, yang perlu disadari dalam konteks ini adalah, saya sering merasa minder ketika harus bertemu dengan teman-teman lintas kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.

Terlebih, mereka-mereka yang batas geografisnya bersebelahan langsung dengan Gondanglegi Malang. Sebut saja Kecamatan Turen, Bululawang, dan Kepanjen.

Meskipun secara fisik berdampingan, untuk urusan kebanggaan, rasa-rasanya Gondanglegi Malang sudah kalah telak. Hal ini bukan tanpa dasar. Faktanya, ketiga kecamatan tetangga Gondanglegi Malang itu punya tempat penting atau bahkan bersejarah yang keren. 

Misalnya, Turen dengan PT. Pindad yang cuma ada 2 di Indonesia, lalu ada Bululawang dengan PG. Krebetnya yang udah ada dari zaman Belanda, sampai Kepanjen yang, akh, semua orang juga sudah tahu kalau Kepanjen punya semuanya. Gondanglegi? Nggak ada apa-apa di sini.

Ada yang namanya Pesona Gondanglegi

Satu-satunya keunikan Gondanglegi Malang kayaknya emang nggak berbentuk warisan bendawi atau bangunan ikonik. Saya bisa bilang begini karena setiap akhir tahun, mayoritas warga akan dengan senang hati saling bahu-membahu mengadakan karnaval besar-besaran yang bertajuk Pesona Gondanglegi.

Baca Juga:

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

Apalagi, Pesona Gondanglegi ini awalnya hadir dalam rangka menunjukkan kekayaan budaya Indonesia dan ajang kompetisi kreativitas warga. Baik itu dalam desain kostum ataupun koreografi yang menunjukkan kisah legenda asli nusantara.

Tapi ya itu niat awalnya. Makin ke sini, rasa-rasanya udah makin nggak relevan lagi. Saat ini, Pesona Gondanglegi tidak lebih hanya sekadar kompetisi adu gengsi antar-warga aja.

Banyak warga yang menganggap bahwa melalui ajang inilah kehormatan sebuah kampung dipertaruhkan. Tidak sedikit dari mereka, yang rela merogoh kocek sampai jutaan rupiah per KK tanpa mempertimbangkan lebih lanjut urusan finansial jangka panjang.

Jadi, isi karnaval itu ya adu mahal-mahalan kostum, gede-gedean ogoh-ogoh, sampai kenceng-kencengan sound system. Padahal, saya yakin, kalau dihitung secara rinci, effort yang dikeluarkan oleh warga Gondanglegi Malang nggak akan bisa ketutup kalau cuma dari hadiah utama doang. 

Tapi ya, lagi-lagi ini soal gengsi dan kebanggaan daerah. Bodo amat kalau 2 bulan kedepan harus terpaksa puasa, yang penting penampilan kampungnya untuk acara Pesona Gondanglegi tergolong meriah.

Bising nggak ketulungan

Sebelum memaki-maki saya karena dianggap salty, izinkan saya spill perasaan menjadi warga Gondanglegi Malang yang tidak suka kebisingan.

Demi melancarkan acara Pesona Gondanglegi, panitia menutup jalan bisa sampai 1 hari 1 malam. Lalu soal jalannya acara. Tahun lalu, acara start dari pukul 10 pagi hingga 4 subuh! Lama banget! Karnaval memang seru. Tapi kalau terlalu lama, warga yang lain jadi nggak bisa beraktivitas secara leluasa.

Masalahnya, diam di rumah juga nggak selamat dari penderitaan juga. Meski nggak nonton langsung, kaca rumah kita selalu bergetar hebat gara-gara musik dari penampilan mereka yang kenceng pol. Udah mobilitas terganggu, pendengaran juga kena.

Sumpah ya. Saya masih nggak paham kenapa orang-orang bisa merasa senang dengan sensasi mendengarkan lagu yang sampai bikin geter sebadanan. Selain aneh, saya rasa itu tindakan yang lumayan nir empati juga.

Karena pasti dalam sehari itu, ada saja orang-orang Gondanglegi Malang masih sakit, bayi yang baru lahir, atau gen z yang lagi fokus menjalani program meditasi rutin. Bagi mereka, acara ini sangat mengganggu. Semua harus merasakan penderitaan tersebut hanya demi ego warga mayoritas yang pengin rame-ramean.

Belum lagi, di antara keriwehan selama acara Pesona Gondanglegi, akan selalu ada berbagai macam risiko menanti. Misalnya, konflik antarwarga Gondanglegi Malang soal parkir, anak muda mabuk-mabukan, kecelakaan, sampai melalaikan waktu ibadah secara massal. 

Begitulah, pembaca yang baik. Sebuah cerita tentang Gondanglegi Malang yang nggak ada apa-apa selain kontroversi. Semoga daerah kelahiran saya berkembang lebih baik di masa depan. Amin.

Penulis: Ahmad Fahrizal Ilham

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Surat Terbuka untuk Pemerintah Kabupaten Malang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Juni 2024 oleh

Tags: Gondanglegi Malangjawa timurKabupaten Gondanglegi MalangKecamatan Gondanglegi MalangMalangPesona Gondanglegi
Ahmad Fahrizal Ilham

Ahmad Fahrizal Ilham

Berasal dari Malang, dengan ketertarikan mendalam pada narasi kemanusiaan. Ia meyakini bahwa cerita terbaik sering kali tidak ditulis, melainkan dirasakan dari detak jantung pemiliknya

ArtikelTerkait

Pengalaman Saya Menjadi Marbot Masjid demi Menghemat Biaya Kos yang Semakin Mahal di Kota Malang

Pengalaman Saya Menjadi Marbot Masjid demi Menghemat Biaya Kos yang Semakin Mahal di Kota Malang

15 Agustus 2024
4 Tipe Orang yang Dipastikan Akan Merana kalau Tinggal di Tulungagung Mojok.co

4 Tipe Orang yang Dipastikan Akan Merana kalau Tinggal di Tulungagung

10 Mei 2025
4 Keunikan Kota Kediri yang Tidak Dimiliki Kota Lain Terminal Mojok

4 Keunikan Kediri yang Tidak Dimiliki Daerah Lain

24 Agustus 2022
Rasisme Jawa Itu Nyata Dari Ngapak, Mataraman, sampai Arekan (Pexels)

Mencermati Rasisme Sesama Orang Jawa dari Ngapak, Mataraman, sampai Arekan

27 Januari 2025
Simpang Lima Gumul Kediri Rawan Kecelakaan, Begini Kiat Melewatinya biar Nggak Asal Jalan presiden

Simpang Lima Gumul Kediri Rawan Kecelakaan, Begini Kiat Melewatinya biar Nggak Asal Jalan

11 Oktober 2023
Wisata Jember Nestapa di Puncak Rembangan Arjasa (Unsplash)

Nestapa Wisata Jember: Puncak Rembangan di Kecamatan Arjasa Butuh Perhatian dan Pengelolaan Maksimal

31 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak (Wikimedia Commons)

Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak: Sebuah Usaha Menghapus Cap Makanan Nggak Jelas dari Jidat Sate Taichan

7 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.