Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Perubahan FBS UNY Menjadi FBSB Menghilangkan Banyak Hal yang Membuat Kampus Terasa Asing dan Tidak Punya Jiwa

Khairul Maarif oleh Khairul Maarif
4 Maret 2024
A A
FBS UNY Berubah Menjadi FBSB Adalah Kesalahan Besar (Unsplash)

FBS UNY Berubah Menjadi FBSB Adalah Kesalahan Besar (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya pernah mendengar sebuah quote bombastis yang agak mengganggu. Katanya begini: “Sosok yang membanggakan masa lalu adalah orang yang gagal.” Tulisan soal FBS UNY dan perubahannya menjadi FBSB ini menggunakan quote tersebut sebagai napasnya.

Banyak yang berubah dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) semenjak menasbihkan diri sebagai PTN-BH. Salah satu perubahannya adalah Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNY menjadi FBSB. Huruf “B” yang terakhir adalah “Budaya”.

ADVERTISEMENT

Mungkin saja bertambahnya B dari FBS karena kampus ingin menambah jurusan baru yang tidak berkaitan dengan bahasa atau seni. Misalnya, nanti akan ada Jurusan Teologi, Tari, atau Sejarah.

Saya sebagai alumni salah satu jurusan lawas FBS UNY sebenarnya tidak mempermasalahkan perubahan ini. Namun, yang membuat saya resah adalah banyak perubahan di kehidupan kampus. Sewaktu masih aktif kuliah dan namanya masih FBS UNY, saya benar-benar merasakan menjadi makhluk sosial.

Kebiasaan yang lenyap seiring perubahan FBS UNY menjadi FBSB

Dulu, setiap ada kegiatan di PKM, yang sekarang namanya menjadi Gedung Chairil Anwar, rekan-rekan dari jurusan pasti ikut membantu. Selain itu, ada juga aktivitas saling mendatangi acara ormawa. Kedatangannya pun tidak hanya sekadar menyesaki tempat acara. Kadang sampai acara selesai dan kadang bantu beres-beres juga.

Perubahan suasana itu saya rasakan betul ketika sesekali melintas fakultas ungu ketika sore hari. Suasananya FBS UNY tampak sudah jauh berbeda.

Setelah nguping dan ngobrol dengan mahasiswa masa sekarang, memang banyak yang sudah bergeser. Ketika saya tanyai, sejumlah kebiasaan yang selalu ada ketika masih menyandang nama FBS UNY, sekarang sudah perlahan lenyap, bahkan hilang bersama lahirnya FBSB.

Sudah tidak ada lagi mahasiswa yang teriak-teriakan A,I,U,E,O. Padahal dulu, tepat pukul 16:00 WIB, sudut-sudut FBS UNY itu sesak dengan teriakan yang diawali dengan jogging terlebih dahulu. Untuk suasana itu saya jamin sudah hilang sekarang di masa FBSB UNY!

Baca Juga:

Universitas Terbuka, kampus negeri yang UKT-nya tidak kenal sistem golongan, banyak beasiswa pula!

Karangmalang UNY tidak ramah pejalan kaki, jalan kaki di sana serasa uji nyali

Pengalaman menjadi pengurus PKKMB

Selain itu, saya masih ingat betul, setiap kali masa penerimaan mahasiswa baru, sudah pasti lintas jurusan di FBS UNY menjadi satu. Itu lantaran karena kami menjadi panitia OSPEK atau PKKMB untuk mahasiswa baru.

Ketika mengurusi PKKMB fakultas kita serasa sedang ikut pendidikan secara bersama-sama, tetapi dengan cara yang luwes dan bebas. Bekerja tanpa tekanan. Kami bekerja dengan teman-teman yang sefrekuensi. Ah, indah sekali.

Yakin, ketika sudah kerja sebagai seorang profesional, momen itu sangat mengena karena dunia kerja koncone asu kabeh. Pada momen itu, PKM atau Gedung Chairil Anwar tidak pernah sepi. Tetapi sebenarnya, walaupun tidak ngurus PKKMB, PKM FBS UNY selalu ada kehidupan mahasiswa sebenarnya semasa saya kuliah.

Sekarang, aih, rasanya PKM seperti lirik lagu. Siapa yang mau menghuni gedung tua. Layaknya bangunan tua, Gedung Chairil Anwar sekarang kondisinya sudah jauh dari kata ramai. Ada 10 mahasiswa saja sudah ramai.

Soalnya saya beberapa kali ke Sekre Jurusan saat sore hari hanya menemui onggokan barang-barang ormawa tanpa mahasiswanya. Padahal, kala itu, PKM menjadi tempat mahasiswa luar kota melarikan diri dari kesepian.

Atau bahkan juga jadi tempat pelarian disaat uang bulanan belum ditransfer. Soalnya PKM FBS UNY saat saya kuliah selalu saja ada yang memasak dan makannya bareng-bareng jadi satu. Sampai-sampai ada namanya makan malam ceria.

Roh yang hilang

Satu aktivitas yang sudah hilang dari FBS UNY ketika berubah menjadi FBSB adalah pentas kolaborasi fakultas. Padahal, kegiatan itu merupakan mustika kebersamaan mahasiswa kala itu.

Perlahan, kegiatan kampus yang khas lenyap. Itu berdampak pada dedengkot FBS UNY yang mulai “tunggang-langgang” meninggalkan fakultas yang diapit 2 pedukuhan tersebut. Ya, sewaktu saya masih mahasiswa, masih banyak kakak tingkat atau alumni mondar-mandir, bahkan menetap di kampus. Sekarang, boro-boro tidur di kampus, untuk datang sekadar nongkrong di kantin ungu pun tidak ada.

Kecuali mereka yang akhirnya mengabdikan diri untuk almamater. Setelah meninggalkan Jogja selama 2 tahun, saya pikir FBSB masih tetap sama dengan FBS UNY.

Tetapi ternyata saya salah besar. Padahal, ketika rencana hendak kembali hidup di Jogja, saya membayangkan menjadi alumni, nongkrong di FBSB ketika senggang dari dunia kerja.

Dalam bayangan saya, hidup dengan UMR Jogja asal bisa diselingi nongkrong dengan teman-teman sefrekuensi nampaknya tidak akan berat-berat amat. Masih ada secuil kebahagiaan di antara beban berat memenuhi kehidupan dari gaji yang jauh dari kata cukup.

Saya rasa semuanya “kehidupan” itu tidak mungkin kembali lagi. Ketika kembali ke Jogja dan beberapa kali mendatangi kantin ungu, hanya Bu Bambang beserta anak dan suaminya yang saya kenal. Sisanya, terasa asing. Pergantian menjadi FBSB kayaknya benar-benar menghilangkan seluruh roh kekhasan FBS UNY.

BACA JUGA Benarkah Mahasiswa UNY Adalah (Calon) Mahasiswa yang Terbuang dari UGM?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Maret 2024 oleh

Tags: FBS UNYfbsbkampus negerikampus negeri di jogjaormawa unyPKKMBPKKMB UNYpkm unyuniversitas negeri yogyakartaUNY
Khairul Maarif

Khairul Maarif

Khairul Ma'arif buruh perusahaan swasta yang nekat ngadu nasib dengan UMR Jogja.

ArtikelTerkait

Sastra Indonesia UNY, Jurusan yang Aslinya Biasa Saja, tapi Dikemas Luar Biasa oleh Kampus Mojok.co

Sastra Indonesia UNY, Jurusan yang Aslinya Biasa Saja, tapi Dikemas Luar Biasa oleh Kampus

8 Juni 2025
3 Rekomendasi Lesehan Sedap di Sekitar UGM dan UNY Terminal Mojok

3 Rekomendasi Lesehan Sedap di Sekitar UGM dan UNY

25 Oktober 2022
Cari Beasiswa di Kampus Swasta Sulit, Masih Lebih Banyak Stok Mie Instan di Kosan

Cari Beasiswa di Kampus Swasta Sulit, Masih Lebih Banyak Stok Mie Instan di Kosan Saya

10 Agustus 2025
Alasan Saya Nggak Kecewa Masuk UIN Jogja meski Bukan Kampus Impian Mojok.co

Saya Tidak Pernah Merasa Bangga Kuliah di UIN Jogja, tapi Kampus Ini Sama Sekali Tidak Layak Dicela

22 Januari 2026
5 Rekomendasi Tempat Makan Murah Sekitar UGM dan UNY Jokowi

5 Rekomendasi Tempat Makan Murah Sekitar UGM dan UNY

30 Mei 2022
Sebagai Alumni UNY, Ada 3 Hal Menyebalkan di UNY yang Kadang Bikin Saya Kangen Kehidupan Masa Kuliah

Sebagai Alumni UNY, Ada 3 Hal Menyebalkan di UNY yang Kadang Bikin Saya Kangen Kehidupan Masa Kuliah

10 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.