Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Mranggen, Kecamatan di Demak yang Lebih Akrab dengan Semarang

Ahmad Nadlif oleh Ahmad Nadlif
26 Februari 2024
A A
Mranggen, Kecamatan di Demak yang Lebih Akrab dengan Semarang Mojok.co

Mranggen, Kecamatan di Demak yang Lebih Akrab dengan Semarang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dahulu, saya sempat geram kalau ada yang mengatakan Mranggen adalah bagian dari Semarang Timur. Padahal secara geografis Mranggen itu ikut Kabupaten Demak. Tentu ngawur kalau ada yang mengira kecamatan ini bagian dari Semarang. 

Akan tetapi, saat ini saya nggak begitu heran dengan anggapan-anggapan itu. Sebab, orang-orang Mranggen sendirilah yang kerap mengaku demikian. Biasanya orang Mranggen yang ngaku dari Semarang Timur  malas di-bully karena mereka berasal dari Demak. 

Semakin ke sini saya malah kepikiran, apa yang dilakukan orang-orang Mranggen yang ngaku dari Demak sebenarnya banyak benarnya. Kecamatan seluas 72,2 km persegi itu memang memiliki kedekatan dengan Semarang daripada Kabupaten yang menaunginya, Demak. 

Banyak warga Mranggen Demak yang mencari nafkah di Semarang

Kedekatan antara Mranggen dan Semarang salah satunya dipengaruhi oleh jarak. Mranggen dan Semarang hanya berjarak 11 km, sementara Mranggen dan pusat Kota Demak bisa mencapai 21 km. Itu mengapa warga kecamatan ini lebih banyak yang mencari nafkah di Semarang daripada di Demak. 

Selain jarak, perbedaan UMK menjadi alasan lain bagi warga untuk bekerja di Kota Lumpia. UMK di Semarang lebih tinggi daripada Demak. Walau perbedaannya nggak signifikan, tapi tetap saja UMK yang lebih tinggi patut diperjuangkan. 

Warga Mranggen Demak lebih memilih rumah sakit Semarang

Di Kecamatan Mranggen ada rumah sakit yang cukup terkenal, namanya Rumah Sakit Pelita Anugerah. Lokasinya berada di Jalan Raya Bandungrejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Secara fasilitas, rumah sakit ini sebenarnya cukup baik. Namun, dari ulasan-ulasan beberapa orang, banyak yang berkomentar bahwa pelayanannya jauh dari ekspektasi. Banyak yang nggak puas saat berobat di sana.

Berdasarkan hal tersebut, banyak warga Mranggen yang lebih memilih berobat ke rumah sakit Semarang daripada Demak. Apalagi, banyak rumah sakit besar di Semarang yang justru berlokasi dekat dengan Mranggen, misalnya RSD K.M.R.T Wongsonegoro, Rumah Sakit Roemani atau Rumah Sakit Bhayangkara. Oleh karena itu, beberapa rumah sakit itu lebih akrab bagi warga Mranggen daripada rumah sakit yang berada di Demak sendiri.

Semarang punya lebih banyak tempat wisata

Saya tidak bisa menampik, Demak memang krisis tempat wisata. Kalau kalian searching di Google, wisata di Demak sangat seragam, didominasi wisata religi. Lokasi-lokasi wisata religi itu biasanya sulit diakses dan lumayan pelosok. 

Baca Juga:

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingungkan Pengunjung

Alhasil, warga Mranggen banyak yang memilih berlibur ke Semarang yang punya beragam tempat wisata. Misalnya di sekitar kota madya Semarang, kita akan menjumpai Lawang Sewu, Klenteng Sam Poo Kong, MAJT atau Alun-alun Simpang Lima. Sementara jika menuju area atas di Kabupaten Semarang, kita bisa berlibur ke Candi Gedong Songo, Umbul Sidomukti atau Cimory One The Valley. Pokoknya paket lengkap deh wisata di Semarang, gimana warga Mranggen nggak tertarik? 

Di atas beberapa hal yang membuat warga Mranggen merasa lebih punya keterikatan dengan Semarang daripada Demak, kabupatennya. Setelah memahami ini, saya jadi paham kenapa tetangga-tetangga saya banyak yang mengaku dari Semarang sisi timur. Lha memang Semarang lebih nyaman dan lebih prestise kok. 

Penulis: Ahmad Nadlif
Editor: Kenai Intan

BACA JUGA Mojolaban Sukoharjo, Pinggiran Kabupaten yang Nggak Keurus. Pikir Ulang kalau Mau Tinggal di Sini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2024 oleh

Tags: demakMranggenmranggen demakSemarang
Ahmad Nadlif

Ahmad Nadlif

Mas-mas jawa biasa.

ArtikelTerkait

Bisakah Bertahan Hidup di Semarang Selama Satu Minggu dengan Uang Rp100 Ribu? Bisa, Bisa Gila Maksudnya

Bisakah Bertahan Hidup di Semarang Selama Satu Minggu dengan Uang Rp100 Ribu? Bisa, Bisa Gila Maksudnya

13 Agustus 2024
Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Paling Selatan Kabupaten Semarang yang Memiliki Potensi Luar Biasa

Kecamatan Kaliwungu, Kecamatan Paling Selatan Kabupaten Semarang yang Memiliki Potensi Luar Biasa

22 November 2024
Saya Justru Lega Semarang Tidak Mungkin Jadi “The New Jogja” seperti Solo dan Purwokerto Mojok.co

Saya Justru Lega Semarang Tidak Mungkin Jadi “The New Jogja” seperti Solo dan Purwokerto

5 April 2025
Trotoar Sambiroto Semarang Lebih Cocok Disebut Halang Rintang daripada Area Pedestrian Mojok.co

Trotoar Sambiroto Semarang Lebih Cocok Disebut Halang Rintang daripada Area Pedestrian

23 April 2025
Jalan Pandanaran, Short Getaway Terbaik di Kota Semarang (Unsplash)

Cuma Punya Waktu Terbatas untuk Menikmati Keindahan Kota Semarang? Ke Jalan Pandanaran Aja!

29 November 2023
Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Brio, Korban Pabrikan Honda yang Agak Pelit (Unsplash)

Ketika Honda Pelit, Tidak Ada Pilihan Lain Selain Upgrade Sendiri karena Honda Brio Memang Layak Diperjuangkan Jadi Lebih Nyaman

16 Februari 2026
3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan Mojok.co

Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan

19 Februari 2026
Innova Reborn, Mobil Zalim yang Mengalahkan Kesalehan Zenix (Wikimedia Commons)

Innova Reborn Mobil yang Nakal dan Zalim, tapi Tetap Laku karena Kita Suka yang Kasar dan Berisik, bukan yang Saleh kayak Zenix

15 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.