Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Jangankan Pendatang, Saya Warga Bangkalan Madura Aja Kapok Hidup di Kabupaten Tertinggal Ini

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
17 Januari 2024
A A
Jangankan Pendatang, Saya Warga Bangkalan Madura Aja Kapok Hidup di Sini Mojok.co

Jangankan Pendatang, Saya Warga Bangkalan Madura Aja Kapok Hidup di Sini (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga:

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

Membaca tulisan Mas Dito Yudhistira Iksandy yang kapok berkunjung ke Bangkalan Madura tidak membuat saya terkejut. Kabupaten ini memang bobrok. Saya sebagai warga Bangkalan menyatakan kapok dan tidak puas pada kinerja pemkab setempat. 

Tulisan Terminal Mojok sudah banyak yang mengkritik Bangkalan Madura mulai dari jalanan Bangkalan yang buruk hingga pariwisata yang kurang terawat. Namun, ada satu masalah yang saya rasa perlu mendapat perhatian lebih, yakni kualitas pendidikan. Jangan bandingkan dengan pendidikan di daerah-daerah lain di Jawa, sudah jelas ketinggalan jauh. Pendidikan di Bangkalan bahkan lebih buruk dibanding kabupaten-kabupaten lain di Pulau Madura. 

Anak-anak Bangkalan Madura bisa sekolah SMA saja sudah bersyukur

Pada tulisan saya seputar ketertinggalan Madura di Terminal Mojok, saya sempat menyinggung bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bangkalan itu rendah, angkanya mencapai 65,75. Angka itu mirip dengan IPM provinsi Indonesia bagian timur, yakni Papua Barat 66,66 dan Papua 62,25. Sementara Jawa Timur, provinsi yang menaungi Kabupaten Bangkalan, IPM-nya sudah melesat ke 73,38. 

Apa sebab IPM begitu rendah? Harapan Lama Sekolah (HLS) adalah salah satu jawabannya. HLS Bangkalan Madura memprihatinkan, hasilnya 11,9 tahun saja. Artinya, anak-anak usia tujuh tahun di Bangkalan tidak memiliki harapan sekolah hingga lulus jenjang SMA. Kondisi berbeda dengan 4 kabupaten lain di Madura yang mencatatkan HLS lebih dari 12 tahun. 

Data yang disajikan memang menunjukkan kualitas manusia dan pendidikan di Bangkalan Madura tertinggal daripada daerah lain. Namun, saya risih ketika ada yang  berkomentar rendahnya kualitas itu karena masyarakat enggan berpartisipasi dalam pendidikan. Saya yakin orang-orang yang berkomentar seperti itu tidak pernah datang dan melihat langsung fasilitas pendidikan di kabupaten ini. 

Lahan SD Bangkalan Madura banyak yang belum dibebaskan

Sebagai warga Bangkalan, saya akan sedikit menggambarkan betapa pemerintah setempat tidak serius menggarap fasilitas pendidikan di sini. Hingga saat ini masih banyak lahan-lahan SD yang belum dibebaskan. Saya berusaha mencari tahu data terbaru, tapi tidak menemukannya. Namun, saya punya catatan pada 2020, menurut duta.co hampir 2/3 lahan SD di Bangkalan Madura tidak punya kepemilikan yang jelas. Artinya, pemerintah belum berhasil melakukan pembebasan lahan pada mayoritas gedung SD. Skenario terburuk, bisa saja lahan dan gedung tersebut ditutup secara tiba-tiba oleh seseorang yang mengaku sebagai pemilik lahan.  

Skenario terburuk itu pernah menimpa SD N 1 Lerpak Bangkalan. Kasusnya menyita perhatian sepanjang September 2023. Sebanyak 129 siswa di SDN 1 Lerpak Bangkalan terpaksa belajar di ruang terbuka menggunakan terpal karena tidak diizinkan oleh ahli waris lahan.  

Saya rasa ahli warisnya tidak bisa disalahkan. Kejadian ini justru bisa menjadi momentum evaluasi dan introspeksi pemerintah setempat. Apakah mereka masih mau manutup mata dan menunggu 2 dari 3 lahan sekolah lainnya ditutup juga? atau segera mengurus lahan-lahan SD yang belum jelas kepemikikannya. 

Baca halaman selanjutnya: Gedung SD seadanya …

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: Bangkalanbangkalan maduramaduraPendidikanpilihan redaksiSD Bangkalan

Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Klitih Tidak Hilang dengan Ditangkapi, tapi Diberi Ruang Berekspresi terminal mojok.co

Klitih Tidak Hilang dengan Ditangkapi, tapi Diberi Ruang Berekspresi

28 Desember 2021
Jangan Sampai Platform Trakteer Jadi OnlyFans Versi Malu-malu terminal mojok.co

Jangan Sampai Platform Trakteer Jadi OnlyFans Versi Malu-malu

21 September 2021
Kecamatan Srumbung, Kecamatan Paling Menyedihkan di Kabupaten Magelang

Srumbung, Kecamatan Paling Menyedihkan di Kabupaten Magelang

22 November 2024
3 Kesalahan Sepele KRL Jogja Solo yang Cukup Mengganggu Penumpang

3 Kesalahan Sepele KRL Jogja Solo yang Cukup Mengganggu Penumpang

15 Mei 2024
Kopi Lawson Kelewat Murah padahal Rasanya Juara, Ini Jualan Apa Sedekah?

Kopi Lawson Kelewat Murah padahal Rasanya Juara, Ini Jualan Apa Sedekah?

4 Oktober 2024
Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek

Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek

11 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.