Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Mengaspal Jalan Kampung, Akal Bulus Caleg Petahana di Balik Jalan yang Mulus

Yanuar Abdillah Setiadi oleh Yanuar Abdillah Setiadi
8 Desember 2023
A A
Mengaspal Jalan Kampung, Akal Bulus Caleg Petahana di Balik Jalan yang Mulus Mojok.co

Mengaspal Jalan Kampung, Akal Bulus Caleg Petahana di Balik Jalan yang Mulus (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi caleg petahana, memuluskan jalan kampung samahalnya memuluskan kariernya ke depan. 

Setelah tiga tahun terbengkalai, jalan di depan rumah saya akhirnya diaspal kembali. Akhir November lalu, jalan yang menjadi penghubung 2 kabupaten itu diperbaiki secara total. Tentu warga sekitar, termasuk saya, gembira bukan main. 

Proses perbaikan dan pengaspalan jalan memakan waktu 3 hari 3 malam. Setelah selesai, dipasanglah sebuah baliho bergambar wajar seorang caleg yang saat ini masih menjabat sebagai anggota legislatif alias caleg petahana. Katanya, sosok dalam baliho itu yang menjadi donatur utama perbaikan jalan di desa. 

Di kepala saya bukan terima kasih yang terucap ketika baliho itu terpasang. Saya justru marah, di akhir masa jabatan beliau, kenapa jalan yang sudah buruk selama bertahun-tahun ini baru diperbaiki? Kemana saja selama ini? Apa maksud perbaikan jalan ini? 

Padahal, sejak dua tahun lalu warga mengeluhkan jalanan rusak. Namun, tidak ada respon apapun. Saya sendiri pernah menyampaikannya ke desa, mereka melemparkan ke provinsi. Akhirnya, saya laporkan ke instagram @lapor.gub buatan gubernur yang sekarang maju sebagai calon presiden. Balasan saya dapat, tapi isinya formalitas saja. Bahkan, dari pesan tersebut tersurat, pihaknya mengembalikan kewajiban perbaikan jalan itu ke pihak desa dengan menggunakan anggaran dana desa. 

Suara tidak bisa dibeli dengan jalan mulus

Perbaikan jalan kali ini sulit untuk tidak dicurigai. Masalahnya, sosok dalam baliho itu berniat maju lagi sebagai caleg pada Pemilu 2024. Sepertinya sudah menjadi rahasia umum, pejabat yang akan maju lagi melakukan segala upaya untuk menarik hati rakyatnya. 

Akan tetapi maaf, rakyat yang dimaksud sepertinya bukan saya. Hati saya tidak tergerak sedikitpun dengan akal bulus seperti ini. Bagaimana mau tergerak hatinya, selama hampir 5 tahun beliau menjabat, dampak nyata yang benar-benar terasa hanya mengaspal jalan ini. Itu pun di akhir masa jabatan dan ada tendensi maksud tertentu. 

Ternyata, cara-cara seperti ini tidak hanya terjadi di kampung saya. Saya ngobrol dengan warga dari kabupaten sebelah. Katanya, di kampungnya sedang terjadi fenomena yang sama. Banyak perbaikan jalan dilakukan, bahkan di jalan-jalan yang belum rusak parah. Bukan cuma jalan raya saja, perbaikan juga dilakukan di jalan-jalan yang terletak di gang sempit.  

Baca Juga:

Percuma Jalur Gumitir Diperbaiki Jika Masalah Utamanya Diabaikan

Jalan Kampung Kota Semarang, Jalur Mematikan bagi Orang Pantura

Para caleg petahana maupun baru, silakan saja perbaiki jalan sesuka kalian. Namun ingat, masyarakat tidak pernah lupa kalau dana perbaikan itu sebenarnya dari pajak yang kami bayar. Oleh karena itu, jangan sekali-kali berani mengakui bahwa jalan di kampung saya adalah berkat jasa satu orang semata. Kalau memang ada duit pribadi caleg yang mengalir ke perbaikan jalan, itu tetap tidak bisa membeli suara rakyat, saya terutama. 

Saya ingin mengingatkan lagi, akal bulus dengan membuat jalan mulus ini sudah sering terjadi di tahun-tahun politik. Oleh karena itu, kita sebagai rakyat tidak boleh terlena dan lengah. Jangan sampai praktik-praktik semacam ini terus langgeng karena kita terus memakluminya. Setuju, Lur? 

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Editor: Kenia Intan  

BACA JUGA Niat Baik di Balik Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Desember 2023 oleh

Tags: Calegcaleg petahanajalan kampungperbaikan jalantahun politik
Yanuar Abdillah Setiadi

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

ArtikelTerkait

Kenapa Kita Selalu Lupa Caleg yang Kita Pilih?

Kenapa Kita Selalu Lupa Caleg yang Kita Pilih?

21 Desember 2022
kepalsuan

Kepalsuan-Kepalsuan yang Bikin Muntah

1 Juni 2019
3 Hal dari Wawancara Aldi Taher yang Bikin Saya Yakin Dia Layak Menjadi Caleg

Wawancara Aldi Taher Bikin Saya Yakin Dia Layak Menjadi Caleg

27 Mei 2023
Jalan Semarang-Demak, Jalan Paling Bikin Emosi di Jawa Tengah

Jalan Semarang-Demak, Jalan Paling Bikin Emosi di Jawa Tengah

15 September 2023
Saya Justru Menyesal Tidak Jadi Kuliah di Jogja pariwisata jogja caleg jogja

Surat Terbuka untuk Caleg Jogja: Berani Nggak Bahas Isu UMR, Pertanahan, dan Sampah?

29 Juli 2023
Gresik Pinggiran Tolong Diurus Lebih Serius, Jangan Mempercantik Kota Melulu! Mojok.co

Gresik Pinggiran Tolong Diurus Lebih Serius, Jangan Mempercantik Kota Melulu!

19 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung usaha warung

Warung Madura Terlalu Percaya Diri, padahal Warung Tetangga Bisa Menggulingkannya Kapan Saja

6 Juni 2026
5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026
Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya "Pajak" yang Tidak Dibenci Warga

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

5 Juni 2026
6 Alasan Kota Tegal Lebih Istimewa Dibanding Bayangan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kota Tegal Lebih Istimewa Dibanding Bayangan Banyak Orang

10 Juni 2026
Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online Mojok.co

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online

9 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.