Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Mereka yang Mencaci Toyota Avanza Belum Tentu Ngerti Soal Mobil, Jadi Mending Jangan Sok Tahu!

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
13 November 2023
A A
Toyota Avanza Memang Pasaran, tapi Tidak Layak Dihina (Unsplash)

Toyota Avanza Memang Pasaran, tapi Tidak Layak Dihina (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Toyota Avanza adalah mobil yang paling sering saya, dan mungkin kamu, lihat di jalanan Indonesia. Baik itu jalanan desa, kabupaten, maupun kota. Mau itu jalan yang terbuat aspal atau beton.

Toyota Avanza merajai jalanan itu bukan hal yang mengherankan. Beberapa tahun yang lalu, produk buatan Toyota tersebut mendapatkan gelar “mobil sejuta umat”. Saking larisnya, sampai-sampai ada yang mengibaratkan jualan Avanza itu kayak jualan Indomie di warkop; setiap hari ada saja yang beli.

Namun, sayangnya, banyak orang yang menganggap julukan “mobil sejuta umat” itu status yang negatif. Katanya, status tersebut menjadi bukti bahwa Avanza itu pasaran. Padahal, julukan tersebut saya anggap sebagai pujian, bukan ejekan. Tentu dengan berbagai alasan logis sebagai berikut:

Toyota Avanza menjadi selera mayoritas masyarakat Indonesia

Toyota Avanza menjadi salah satu mobil paling laris. Oleh sebab itu, tingginya penjualan menjadi bukti selera masyarakat kita. Tentu hal ini sangat bagus. Artinya, orang Indonesia itu adalah orang yang selektif dan teliti dalam membeli. Kita itu selalu memperhitungkan harga, fitur, dan kualitas suatu barang. Untuk soal jual dan beli, ini sifat yang baik.

Selain itu, apabila Toyota Avanza merupakan selera masyarakat, berarti mobil ini lolos dari screening “kaum mendang-mending”. Mulai dari kualitas, kehematan bahan bakar, sampai value for money-nya. Produk Toyota ini mampu mengalahkan banyak jenis mobil dari berbagai brand yang jualan di Indonesia.

Mudah mencari suku cadangnya

Ketersediaan onderdil atau suku cadang menjadi isu penting bagi calon pembeli mobil. Pasalnya, mayoritas orang Indonesia akan menggunakan mobil bukan hanya untuk 5 sampai 6 tahun saja. Buktinya, kita bisa dengan mudah menemukan mobil keluaran 2000-an masih ramai berseliweran di jalanan.

Nah, ketika membahas soal suku cadang, Toyota Avanza seperti memahami kebutuhan masyarakat. Kita bisa dengan mudah mencari onderdil untuk Avanza. Apalagi jaringan bengkel Toyota itu juga luas, hampir ada di seluruh kota/kabupaten besar di Indonesia.

Montir mobil di hampir seluruh Indonesia bisa “menggarap” Toyota Avanza

Andai pemilik Toyota Avanza tersesat dan mobilnya mengalami mogok, mereka nggak perlu bingung-bingung amat. Soalnya, menurut suhu dunia otomotif yang saya tonton di YouTube, mayoritas montir di Indonesia pasti bisa mengurus masalah yang ada di mobil ini. Nah, tidak semua mobil mendapatkan “kehormatan” macam Avanza, terutama keluaran pabrikan non-Jepang.

Baca Juga:

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Biaya perawatan yang terjangkau

Sudah menjadi rahasia umum bahwa biaya perawatan mobil itu tak murah. Malah beberapa merek mobil Eropa sekali mengalami perawatan besar-besaran bisa menghabiskan biaya sampai puluhan juta. Sungguh menyiksa dompet.

Masalah kayak gitu jarang terjadi pada Toyota Avanza. Pertama, mudah menemukan montir yang bisa mengerjakan Avanza. Kedua, onderdilnya murah dan kamu bisa menemukannya di banyak tempat. Yah, setidaknya lebih terjangkau ketimbang mobil-mobil Eropa.

Harga bekas stabil

Harga Toyota Avanza bekas itu cukup stabil. Kita nggak bisa mengelak dari fakta tersebut. Nggak kayak merek mobil dari negara lain yang harganya mudah sekali anjlok. Meskipun usia pemakaiannya baru beberapa tahun.

Bahkan, di antara seluruh tipe mobil besutan Toyota, harga mobil bekas Avanza tetap yang paling stabil. Bahkan ketika kamu membandingkannya dengan tipe mobil di kelas yang berbeda.

Mudah dijual lagi

Meskipun harga bekasnya stabil, bukan berarti mobil ini sulit dijual lagi. Sewaktu-waktu, pemilik Toyota Avanza dapat dengan mudah menjual mobilnya. Pasar mobil bekas itu memang masih menggemari merek ini.

Makanya, saya berani bilang Avanza itu mobil yang paling likuid. Maksudnya yang paling mudah dicairkan menjadi uang. Kalau nggak percaya, silakan tanya langsung ke penjual mobil bekas. Paling tidak, Avanza nangkring di 5 besar di antara penjualan mobil mereka dalam setahun.

Begitu sekiranya alasan yang membuat saya mengatakan bahwa julukan “mobil sejuta umat” bukan ejekan, melainkan pujian. Lagian yang memandang sebelah mata Avanza juga belum tentu ngerti-ngerti amat terkait dunia otomotif. Betul apa betul?

Penulis: Ahmad Arief Widodo

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Sejarah Avanza di Indonesia, Sebenar-benarnya Raja Mobil Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 November 2023 oleh

Tags: avanzaHarga Toyota Avanza bekasmobil AvanzaMobil ToyotatoyotaToyota Avanza
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

toyota etios valco review spesifikasi ulasan kelebihan kekurangan mojok.co

Etios Valco Dibunuh Kakak Kembarnya yang Lahir dari Rahim Berbeda

1 Juni 2020
Calya

Toyota Calya: Tangguh, Irit, tapi Joknya B Aja

1 Desember 2021
Sasis mobil

Perbedaan Sasis Mobil dan Pengaruhnya pada Keamanan Berkendara

10 November 2021
Mobil Toyota Innova Tak Tertandingi karena Ia Bukan Mobil, tapi Ormas (Unsplash)

Toyota Innova Tidak Tertandingi karena Ia Semacam Ormas, Bukan Mobil

9 Maret 2024
Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

11 Januari 2026
Toyota Raize: Kerap Diejek LCGC Dikasih Turbo, padahal Mobil Ini Kuat, Bertenaga, dan yang Paling Penting, Irit!

Toyota Raize: Kerap Diejek LCGC Dikasih Turbo, padahal Mobil Ini Kuat, Bertenaga, dan yang Paling Penting, Irit!

26 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.