Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Propaganda Khusus di Balik Iklan Susu Formula

Rahma Liasa Zaini oleh Rahma Liasa Zaini
22 Desember 2019
A A
Propaganda Khusus Dibalik Iklan Susu Formula
Share on FacebookShare on Twitter

Saya sangat ngakak dengan caption teman saya hari ini, “Ketika orang tua, pasangan, dan dirimu sendirilah yang berperan dalam menentukan kesuksesanmu, dan tiba-tiba sebuah merek susu formula ingin mendapatkan ini semua.”

Ketika membaca caption teman saya  di WhatsApp saya sungguh tertawa ngakak dan sejadi-jadinya di kamar kos. Saya atau siapa pun harus sadar bahwa ada stigma atau citra yang dibangun oleh beberapa perusahaan susu formula tentang kecerdasan yang ada pada anak. Salah satu bisa dibangun melalui minum susu yang perusahaan mereka tawarkan. Imajinasi saya pun menghantarkan saya pada sebuah iklan produk susu.

Setelah minum susu tersebut, sang anak bisa membuat keputusan dan menyelesaikan permasalah dengan baik. Bahkan ada juga yang dalam iklan mengatakan bahwa setelah mereka sukses, yang berperan dalam kesuksesan tersebut adalah karena dahulu lelaki tersebut juga meminum susu formula yang sama dengan anaknya.

Mungkin karena belum menjadi ibu, saya belum melewati  ke-dilematis-an tentang memilih merek sebuah susu. Susu seperti apakah yang harus saya berikan kepada anak saya nantinya? Sebab, memang ada sebagian ibu, harus memberikan susu formula untuk anaknya karena alasan tertentu. Fyi, tulisan ini bukan untuk men-judge ibu-ibu yang lebih memilih memberikan susu formula untuk anaknya karena alasan tertentu.

Namun ada sebuah fakta yang seharusnya tidak dipermasalahkan, tetapi kadang jadi masalah. Kita tidak pernah tahu seberapa sensinya seorang ibu di lingkungan pertemanannya hanya karena merek sebuah susu. Tentang pilihan dan alasan memberikan susu formula kepada anaknya. Atau seberapa bangganya seseorang karena bisa memberikan susu mahal kepada anaknya.

Karena hal ini terjadi di keluarga saya, waktu itu saya masih kecil begini kira-kira percakapan tante dan ibu saya. “Lihat deh, anak si A itu cepat banget otaknya nangkap kalau ngomongin perkalian. Karena anaknya minum susu Z.” Ibu saya waktu itu hanya menjawab dengan sumringah. Saya yang belum mengerti dan nggak terlalu hafal susu apa yang diberikan ibu saya pada usia emas hanya diam saja.

Atau cerita lainnya ada seorang mertua yang harus menyindir menantunya karena tidak bisa membeli susu mahal, karena menganggap susu murah kandungan gizinya tidak sebagus susu yang mahal. Sekali lagi, sebagaimana yang dikatakan teman saya di atas. Ada propaganda khusus, ada pesan khusus yang coba dibangun oleh beberapa perusahaan susu. Mereka mengklaim bahwa di balik nutrisi yang mereka berikan ada paket kesuksesan juga.

Kita warga Indonesia harusnya bangga karena masih banyak sumber makanan lainnya yang bisa ditanam dari pekarangan rumah dan bisa berkontribusi membentuk kecerdasan anak. Ataupun dari laut Indonesia yang begitu luasnya. Semoga kita selalu menjaga apa yang telah diberikan untuk negara kita. Dan kita juga dimudahkan untuk mendapatkan ikan atau sayur yang segar setiap hari. Sepertinya ini saja sudah bisa memberikan ketahanan pada tubuh anak dan juga membentuk kecerdasannya.

Baca Juga:

5 Privilese Ngekos Bareng Ibu Kos yang Banyak Orang Nggak Tahu

4 Hal Menyebalkan yang Membuat Ibu-ibu Kapok Pergi ke Posyandu

Percaya deh, anak bisa mengambil keputusan yang baik karena nilai-nilai yang ditanamkan oleh ayah dan ibunya setiap hari. Ataupun dari kehangatan yang diberikan oleh lingkungan terdekatnya. Bagaimana ibunya diperlakukan dengan baik oleh ayahnya atau sebaliknya.

Pokoknya menurut saya, kecerdasan yang ada pada anak itu tergantung bagaimana perilaku keluarga terdekat. Oh ya, ada yang juga penting selain kecerdasan intelektual, yaitu kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional yang harus ditanamkan sejak kecil apalagi tentang bagaimana menghormati dan dihormati. Dan hal ini, peran orang-orang terdekat semakin banyak berpengaruh.

Hmmm, jadi masih percaya penuh sama iklan-iklan susu formula itu yang datang sepaket dengan kecerdasan anak?

BACA JUGA Ilusi dalam Iklan Susu Menyusui atau Rahma Liasa Zaini tulisan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Desember 2019 oleh

Tags: AnakIbukecerdasansusu formula
Rahma Liasa Zaini

Rahma Liasa Zaini

Yang sedang berusaha untuk merdeka secara finansial.

ArtikelTerkait

Panduan Misuh Jawa Timuran, Dijamin Mantap dan Paten terminal mojok.co

Selain ‘Anjay’, 5 Kata Ini Seharusnya Juga Dilarang Komnas Perlindungan Anak

30 Agustus 2020
sunat zaman belanda MOJOK.CO

Sunat dan Kebohongan Orang Tua yang Sebaiknya Diakhiri

9 Agustus 2021
Mengukur Kecerdasan Seseorang kok Dilihat dari Hafal Nama Ibu Kota? Kalian Sehat?

Mengukur Kecerdasan Seseorang kok Dilihat dari Hafal Nama Ibu Kota? Kalian Sehat?

9 April 2024
pelecehan seksual wanita berkumis motivasi kerja dengan perundungan bullying anak artis dihujat netizen ibu-ibu mojok.co

Ibu-ibu yang Suka Nge-bully Anak Artis di Media Sosial, Otaknya di Mana ya?

1 September 2020
Berbahayakah Kalau Anak PKI Bisa Jadi Tentara Terminal Mojok

Berbahayakah Kalau Anak PKI Bisa Jadi Tentara?

2 April 2022
5 Alasan Anak-anak Sebaiknya Tidak Terlalu Banyak Minum Susu UHT Terminal Mojok

5 Alasan Anak-anak Sebaiknya Tidak Terlalu Banyak Minum Susu UHT

22 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

30 Januari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.