Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Parenting Day di SMA Ponorogo, Acara Perekat Hubungan Orang Tua dan Anak yang Harus Ditiru Sekolah Lain

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
13 September 2023
A A
Parenting Day di SMA Ponorogo, Acara Perekat Hubungan Orang Tua dan Anak yang Seharusnya Ditiru Sekolah Lain

Parenting Day di SMA Ponorogo, Acara Perekat Hubungan Orang Tua dan Anak yang Seharusnya Ditiru Sekolah Lain (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Salut banget sama SMA Negeri 1 Pulung Ponorogo karena telah mengadakan Parenting Day.

Sesungguhnya, dunia pendidikan tak ubahnya sebuah unit bisnis yang terus menuntut adanya perbaikan dan pembaharuan di berbagai aspek demi memenuhi perkembangan zaman. Di saat banyak institusi pendidikan membanggakan berbagai fasilitas modern dan penggunaan bahasa asing dalam proses pengajaran sehari-hari, gebrakan mencengangkan datang dari sebuah SMA negeri di Ponorogo. Program yang sebenarnya telah berjalan kurang lebih 10 tahun tersebut, sukses menuai pujian warganet setelah viral di media sosial.

Benar, kita sedang membicarakan Parenting Day yang diselenggarakan beberapa waktu lalu oleh SMA Negeri 1 Pulung Ponorogo. Acara mengandung bawang tersebut sejatinya hanya diisi dengan sejumlah aktivitas yang lumrah dilakukan orang tua kepada buah hati mereka ketika masih kecil. Misalnya menyisir rambut, menyuapi, dan memakaikan bedak. Siapa sangka, dari kegiatan sederhana tersebut nilai pendidikan yang ingin disampaikan sungguh luhur.

Penyampai pesan orang tua tentang makna anak

Anakmu bukanlah milikmu. Begitulah sepenggal kalimat yang saya petik dari puisi karya Kahlil Gibran. Bagi sebagian orang yang membaca judulnya saja mungkin akan mengernyitkan dahi sebagai tanda tak setuju. Bagaimana bisa seorang anak yang dilahirkan dan dirawat hingga dewasa malah dibilang demikian? Padahal arti sebenarnya tidak sedangkal itu. Hal ini pula yang tersirat dalam Parenting Day di SMA Negeri 1 Pulung Ponorogo.

Program Parenting Day khusus diadakan bagi orang tua dan siswa yang sudah duduk di bangku kelas 12. Dengan kata lain, sasaran acara ini adalah para siswa yang telah dianggap dewasa. Mereka dianggap sudah siap memasuki kehidupan bermasyarakat dan mampu membuat keputusan secara mandiri. Akan tetapi, tak sedikit orang tua yang merasa masih punya kuasa untuk mengatur masa depan anaknya. Misalnya dalam hal menentukan perkuliahan dan pekerjaan anaknya kelak.

Oleh sebab itu, Parenting Day di SMA Negeri 1 Pulung Ponorogo seolah mengingatkan para orang tua bahwa inilah kesempatan terakhir mereka memperlakukan anak-anaknya sebagai pribadi yang belum sepenuhnya dewasa. Mau tak mau, orang tua harus ikhlas melepas anak-anak mereka menentukan langkah berikutnya setelah lulus dari bangku sekolah. Tak heran kalau acara ini diwarnai isak tangis karena menyadarkan keduanya bahwa seorang anak juga punya hak atas kehidupannya sendiri.

Parenting Day di SMA Negeri 1 Pulung Ponorogo, penyambung jalinan komunikasi yang buruk

Umumnya, makin bertambah usia anak, makin jarang pula waktu yang mereka luangkan untuk berbincang dengan orang tua. Anak-anak seringnya menganggap orang tua tidak memahami mereka, begitu pula sebaliknya. Makanya di usia jelang remaja, ada kecenderungan anak-anak lebih mempertimbangkan ucapan teman-temannya daripada nasihat orang tuanya sendiri.

Kuantitas dan kualitas waktu bercengkrama yang semakin tergerus akhirnya memperburuk jalinan komunikasi antara anak dan orang tua. Padahal komunikasi adalah elemen paling penting dalam menjaga relasi antarindividu. Wajar saja, konflik banyak terjadi di rentang usia ini. Parenting Day yang dicanangkan setiap tahun oleh SMA Negeri 1 Pulung Ponorogo pun menjadi peluang emas untuk kembali memperbaiki hubungan orang tua dan anak yang sempat renggang.

Baca Juga:

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

Pengingat akan kodrat manusia yang saling membutuhkan

Kegiatan menyisir rambut dan memoleskan bedak yang dilakukan orang tua seolah menyentil para siswa. Para siswa SMA Negeri 1 Pulung Ponorogo ini seolah diingatkan bahwa mereka tidak akan bisa tumbuh dengan baik tanpa peran orang tua.

Di sisi lain, aktivitas ini bisa menjadi alarm bagi seorang anak jika saatnya tiba nanti, dialah yang akan berbalik mengurus orang tua. Dengan kata lain, Parenting Day mengajarkan para pesertanya akan pasang surut hidup manusia dan bagaimana mereka akan saling bergantung.

Kita tak dapat memungkiri bahwa anak hadir atas kehendak orang tua. Akan tetapi, bukankah beberapa tahun terakhir ini sering terdengar ungkapan yang mengatakan kalau anak tidak meminta dirinya dilahirkan?

Esensi pernyataan itu memang tidak salah. Akan tetapi bila kalimat itu diutarakan di hadapan mereka yang telah melahirkan dan merawat seorang anak dengan sangat layak, tentu sungguh tidak pantas dan akan terasa menyakitkan. Sebaliknya, tak sedikit pula orang tua yang memperlakukan anak sebagai jaminan kesejahteraan mereka di hari tua. Istilahnya, anak adalah investasi.

Makanya rasanya tak berlebihan jika kita berharap Parenting Day seperti yang dilakukan SMA Negeri 1 Pulung Ponorogo diadakan di setiap sekolah di Indonesia. Kegiatan ini bisa mengajarkan orang tua sekaligus anak dalam bersikap. Pengulangan perlakuan orang tua pada anaknya ketika masih kecil memperlihatkan bahwa kita membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup. Kasih sayang, keberadaan, dan perhatian seorang anak nantinya pun akan diperlukan para orang tua di masa senja mereka nanti sebagaimana anak membutuhkan orang tua mereka dulu.

Parenting Day SMA Negeri 1 Pulung Ponorogo membuka perspektif baru bagi dunia pendidikan

Di tengah banyaknya permasalahan antara orang tua dan anak yang mencuat di media sosial, SMA Negeri 1 Pulung Ponorogo justru hadir memberikan solusi tanpa menggurui. Air mata yang jatuh di pipi para peserta Parenting Day tentu bukan rekayasa. Itu adalah cerminan tulus akan rasa saling sayang yang mungkin telah lama tertimbun karena ego dan kesibukan.

Acara Parenting Day ini berhasil membuka perspektif baru bagi dunia pendidikan. Seharusnya bukan hanya kemampuan akademis yang ditekankan, tapi juga bagaimana cara kita berperilaku sebagai manusia. Semoga acara ini bisa ditiru di sekolah lainnya di Indonesia.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Ilmu Parenting Bukan Ajang untuk Menyalahkan Orang Tua, tetapi untuk Bekal Menjadi Orang Tua yang Baik!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 September 2023 oleh

Tags: Anakjawa timurOrang TuaParenting Dayponorogo
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Nasi Pecel Ketan, Menu Sarapan Mengenyangkan di Banyuwangi Mojok.co

Nasi Pecel Ketan: Menu Sarapan di Banyuwangi yang Bikin Kenyang 7 Turunan

30 Oktober 2023
Mengenang Fenomena Anak Ganti Nama karena Sakit yang Kini Sudah Menghilang

Mengenang Fenomena Anak Ganti Nama karena Sakit yang Kini Sudah Menghilang

18 April 2023
Surabaya, Tempat Tinggal Terbaik di Indonesia Hingga Kini (Unslash)

Setelah Berkeliling Indonesia dan Tinggal di Kota-Kota Besarnya, Saya Bersyukur Pernah Tinggal di Surabaya

14 Maret 2024
4 Anggapan Keliru Terkait UIN Khas Jember yang Bikin Ngelus Dada uin jember

4 Anggapan Keliru Terkait UIN Khas Jember yang Bikin Ngelus Dada

5 Juli 2023
Tutorial Bikin Nama Anak yang Simpel tapi Tetap Menarik

Tutorial Bikin Nama Anak yang Simpel tapi Tetap Menarik

16 April 2020
Lumajang Bikin Sinting. Slow Living? Malah Tambah Pusing (Unsplash)

Lumajang Sangat Tidak Cocok Jadi Tempat Slow Living: Niat Ngilangin Pusing dapatnya Malah Sinting

19 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.