Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan oleh Ester Lianawati: Mari Menjadi Perempuan “Liar”

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
27 Agustus 2023
A A
Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan oleh Ester Lianawati: Mari Menjadi Perempuan "Liar"

Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan oleh Ester Lianawati: Mari Menjadi Perempuan "Liar" (Buku Mojok)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan adalah buku yang ditulis oleh Ester Lianawati yang aktif meneliti soal kajian psikologi dan feminisme. Buku ini kerap direview di media sosial.

Judul: Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan
Penulis: Ester Lianawati
Penerbit: EA Books
Tahun terbit: Cetakan ketigabelas, Februari 2023
Tebal buku: 292 halaman

Racun skincare sudah sering, tapi bagaimana dengan racun buku?

Maksud kata “racun” di sini adalah rekomendasi atau pengaruh dari seseorang yang membuat kamu pengin memiliki suatu barang. Racun suatu barang biasanya akan kamu temukan di media sosial. Misalnya, racun skincare akan seakan mendesak kamu untuk memiliki suatu produk dari brand tertentu. Kalau nggak memilikinya, kamu merasa bakal menyesal. Racun ini juga bisa berupa buku, yang sering kali membuat judul buku tertentu populer di kalangan pembaca.

Dari pengamatan saya, racun buku atau buku yang populer dan membuat orang lain terajak untuk membaca biasanya bergenre fiksi. Tapi ada suatu buku nonfiksi yang entah kenapa populer sekali. Buku ini terus menerus di-review oleh pembaca di Twitter dan selalu hadir di sesi foto bersama komunitas membaca buku di acara silent reading. Kamu mungkin sudah nggak asing juga sama buku ini. Judulnya Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan.

Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan membantu kita mempelajari psikologi feminis

Buku ber-cover lilac dengan judul capslock berukuran besar-besar ini memang cukup sering dibicarakan oleh pencinta buku. Katanya, membaca Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan membantu mereka belajar psikologi feminis dengan pendekatan yang ramah pemula.

Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan ditulis oleh Ester Lianawati, lulusan Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya Jakarta dan Kajian Wanita dan Gender Universitas Indonesia. Penulis juga aktif meneliti soal kajian psikologi dan feminisme serta melakukan pendampingan pada perempuan korban KDRT, pasangan dengan isu ketidaksetiaan dan pengkhianatan, serta perempuan migran. Dari latar belakang pendidikan penulis, saya nggak perlu lagi meragukannya karena penulis sudah pasti berkapabilitas untuk menulis buku ini.

Memahami pondasi utama psikologi feminisme

Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan terdiri dari tiga bab yang pembahasannya berbeda-beda tapi saling terkait. Di bab pertama yang berjudul Psikologi Feminis: Apa dan Bagaimana, Ester Lianawati mengajak pembaca untuk memahami psikologi feminis serta perkembangannya dari masa ke masa yang ternyata nggak berjalan semulus itu. Bahkan para psikolog perempuan saja harus melalui jalan yang berdarah-darah.

Baca Juga:

Mindfulness Parenting Mengajari Saya untuk Tidak Menurunkan Trauma kepada Anak Masa Depan Saya

4 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Perempuan Sebelum Tinggal di Kos Campur

Saya sendiri nggak begitu asing dengan bidang ilmu psikologi dan kajian gender. Beberapa grand theory psikologi sempat disinggung di perkuliahan dan saya pernah ikut mata kuliah kajian gender di dua program studi, Sosiologi dan Antropologi. Walaupun pendekatannya agak berbeda, tapi saya bisa memahami pembahasannya di buku ini tanpa merasa seperti membaca buku pendamping kuliah.

Di bab ini saya jadi lebih tercerahkan soal teori dan fenomena psikologi feminis yang (baru saya sadari) belum saya pelajari sampai tuntas. Gara-gara Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan, pandangan saya terhadap beberapa teori terekonstruksi.

Saya jadi bisa melihat konteks dan memahami suatu teori dari berbagai perspektif. Teori-teori dikupas tuntas: bagaimana metodenya, plus minusnya, kritik dari sejawatnya, dan teori lain yang jadi tandingannya. Tapi kamu yang belum pernah membaca buku ini nggak perlu khawatir, semua tulisan dalam buku ini mudah dimengerti. Sangat beginner-friendly.

Perempuan dan semesta yang tak kasatmata

Dari ketiga bab, bab Psike Perempuan: Semesta yang Tak Terlihat adalah yang paling berkesan buat saya. Perasaan saya serasa diaduk-aduk saat membaca. Seperti yang dikatakan oleh Ester Lianawati di pengantar, buku Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan bisa menjadi sarana untuk menyelidiki diri. Dan itulah yang saya alami, karena saya merasa bahwa saya menjadi korban sekaligus pelaku dari tuntutan akan kesempurnaan.

Saya kira ketidakpercayaan diri, insecurity, dan selalu merasa kurang pada pemberian Tuhan atas tubuh saya adalah karena saya memang diciptakan seperti itu. Rupanya nggak. Saya begini karena standar kesempurnaan yang diciptakan oleh masyarakat memang mustahil untuk dipenuhi. Selain itu, rasa kurang puas juga muncul karena terlalu sering terpapar konten iklan yang mengonstruksikan kecantikan perempuan dengan menampilkan model kelewat sempurna yang seakan memaksa untuk menjadi sesempurna model iklan.

Saya makin merasa dilema ketika pekerjaan saya saat ini adalah memproduksi iklan semacam itu. Saya harus “menyerang” para perempuan dengan kekurangan di tubuh mereka dan “memaksa” mereka menghilangkannya agar tampil menarik, enak dipandang, dan nggak ditinggal suami. Jujur saja saya merasa jahat sekali. Apalagi di saat yang sama saya turut menjadi korban dari standar kesempurnaan yang terus menerus membuat kepercayaan diri menurun.

Nggak hanya itu, terkadang pun perempuan bisa sangat kejam pada sesama perempuan. Padahal idealnya women support women, sama-sama berjuang belawan budaya patriarkal yang mengakar di masyarakat Indonesia. Sesama perempuan seharusnya saling menguatkan, karena kita ada di posisi rentan tersubordinasi.

Peran perempuan untuk perempuan lain

Perempuan rentan mengalami kekerasan. Kekerasan pun bukan hanya KDRT. Korbannya pun bisa dari segala usia. Soal kekerasan, saya dulu memahami kalau korban harus selalu speak up. Tapi ternyata saya keliru. Speak up nggak selamanya membuat korban lega. Bahkan justru bisa membuat korban trauma dan ketakutan karena seakan membuat mereka melakukan reka ulang.

Mendampingi korban kekerasan, pelecehan, dan pemerkosaan itu nggak mudah sama sekali, dan itu semua diceritakan oleh Ester Lianawati yang memang terjun di bidang itu. Kita sebagai orang yang dipercaya korban harus bisa mendengarkan mereka, tanpa sedikit pun menghakimi maupun mendiskreditkan luka dan trauma yang mereka alami. Sayangnya, dari buku Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan saya tahu, korban-korban berbenturan dengan hukum positif dan respons sebagian masyarakat yang membuat mereka makin terbayang akan tragedi yang telah terjadi.

Saya belajar bagaimana cara untuk menjadi pendengar sekaligus pendamping yang baik pada perempuan korban kekerasan, pelecehan, dan pemerkosaan. Saya juga jadi tahu tindakan-tindakan yang tampaknya biasa ditemukan di kehidupan sehari-hari, tapi nyatanya itu termasuk kekerasan.

Buku Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan layak menerima semua popularitas

Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan sangat pantas untuk menerima semua popularitasnya. Ternyata popularitasnya berbanding lurus dengan kualitas bukunya. Membaca buku ini bisa jadi media belajar psikologi feminis dalam bentuk compact. Semua hal yang krusial sudah terangkum, dengan bahasa yang mudah dimengerti pula. Nggak ada cela dari buku ini.

Selain itu, selalu ada sesi refleksi kecil di hampir setiap subbab. Refleksi ini bukan cuma wadah penulis untuk menyimpulkan tulisannya, tapi juga bisa menjadi cara agar kita bisa melihat kembali ke diri sendiri.

Oh ya, sesuai dengan judul yang saya pakai yang saya pinjam dari istilah penulis, mari kita menjadi perempuan liar. Bukan, bukan “liar” yang berkonotasi negatif sebagaimana yang diajarkan oleh masyarakat, ya.

Menjadi perempuan liar artinya kita punya kebebasan dan keberanian. Belajar menjadi perempuan liar akan membuat kita paham apa itu autentik, tulus, tegas, bangkit, dan mencintai. Pada dasarnya kita semua bisa menjadi perempuan liar, karena ada serigala betina dalam tiap-tiap diri kita.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Perempuan dan Laki-laki Bisa Memilih untuk Tidak Tunduk dengan Patriarki.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2023 oleh

Tags: Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap PerempuanBuku MojokEster LianawatiPerempuan
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Seandainya Taeko dalam Film Only Yesterday Ghibli Hidup di Indonesia, Dia Pasti Jadi Omongan Tetangga

Seandainya Taeko dalam Film Only Yesterday Ghibli Hidup di Indonesia, Dia Pasti Jadi Omongan Tetangga

25 November 2023
masih banyak perempuan indonesia yang takut periksa ke dokter kandungan mojok.co

Demi Tuhan, Ternyata Banyak Sekali Perempuan Indonesia Takut Periksa ke Dokter Kandungan

25 September 2020
Masa Depan Suram Character Development Tokoh Perempuan dalam Naruto dan Boruto terminal mojok.co

Masa Depan Suram Character Development Tokoh Perempuan dalam Naruto dan Boruto

14 Desember 2020
Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan

Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan

17 Mei 2020
melissa siska juminto coo tokopedia najwa shihab founder narasi tv kesetaraan gender teknologi hari perempuan sedunia 2021 mojok.co

Kesetaraan Gender Bukan Mimpi Lagi di Hadapan Teknologi

8 Maret 2021
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

29 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Daendels Jogja Kebumen Makin Bahaya, Bikin Nelangsa (Unsplash)

Di Balik Kengeriannya, Jalan Daendels Menyimpan Keindahan-keindahan yang Hanya Bisa Kita Temukan di Sana

13 Januari 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

18 Januari 2026
Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

14 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.