Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Transjakarta Koridor 9 Jurusan Pinang Ranti-Pluit Menyimpan Banyak Masalah

Muhammad Arifuddin Tanjung oleh Muhammad Arifuddin Tanjung
2 Agustus 2023
A A
Transjakarta Koridor 9 Jurusan Pinang Ranti-Pluit Menyimpan Banyak Masalah

Transjakarta Koridor 9 Jurusan Pinang Ranti-Pluit Menyimpan Banyak Masalah (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Konon, sebelum naik bus Transjakarta Koridor 9 jurusan Pinang Ranti-Pluit, penumpang harus memiliki kesabaran seluas samudra.

Di antara jamaah mojokiyah yang berdomisili di Jabodetabek, adakah yang sering berpergian dengan mengandalkan transportasi umum seperti bus Transjakarta? Jika iya, kalian hebat karena turut berkontribusi dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara di ibu kota.

Keuntungan lain dari naik Transjakarta adalah bikin kita lebih hemat. Sebab, kita nggak perlu keluar banyak uang untuk mengisi bensin. Apalagi sekarang ini rute atau koridor Transjakarta telah terintegrasi satu sama lain, sehingga kita juga bisa memangkas waktu perjalanan dan lebih sat set mencapai tujuan.

Transjakarta Koridor 9 jurusan Pinang Ranti-Pluit berbeda

Sayangnya, keuntungan memangkas waktu perjalanan dan sat set sampai tujuan nggak bakal didapatkan penumpang Transjakarta Koridor 9 yang melayani trayek Pinang Ranti-Pluit. Trayek sepanjang 28,8 kilometer ini menjadi trayek terpanjang dari Transjakarta. Waktu yang diperlukan penumpang dari Pinang Ranti menuju Pluit dan sebaliknya juga lebih lama dibandingkan koridor lain. Namun sebenarnya yang bikin waktu tempuh jadi lebih panjang bukan karena jaraknya, melainkan kemacetan!

Lho, kok bisa? Bukannya Transjakarta punya jalur sendiri?

Pernyataan bahwa bus Transjakarta memiliki jalur sendiri 100 persen benar. Kendaraan lain dilarang untuk melintasi jalur tersebut kecuali dalam keadaan darurat seperti ambulans yang membawa pasien.

Sayangnya, hal ini nggak berlaku sepenuhnya pada Koridor 9. Jalan yang dilalui bus dari Pinang Ranti hingga Pluit nggak semuanya ada jalur khusus, jalurnya menyatu dengan jalanan biasa. Dan apesnya, jalanan yang dilalui Transjakarta Koridor 9 adalah biangnya macet si Jakarta, yakni sepanjang Jalan MT Haryono-Gatot Subroto-S. Parman.

Saat macet itulah, para penumpang pengguna Koridor 9 harus mengalami ujian kesabaran karena sama-sama merasakan macet seperti yang dirasakan pengendara kendaraan pribadi. Sekalipun ada jalur khusus Transjakarta, eh, jalur itu malah diserobot kendaraan pribadi sehingga perjalanan bus jadi terganggu. Akibatnya, waktu tempuh menjadi semakin lama.

Baca Juga:

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

Saya membuktikan sendiri lamanya waktu perjalanan dari Transjakarta Koridor 9 jurusan Pinang Ranti-Pluit ini. Dari Cawang hingga Semanggi saya tempuh dalam waktu 1 jam 15 menit, padahal normalnya hanya butuh waktu sekitar 45 menit. Dan sebaliknya, dari Grogol hingga Cawang, saya menghabiskan waktu hingga 3 jam!

Selain itu, kemacetan yang terjadi mengakibatkan headway bus menjadi berantakan. Akibatnya, terjadi penumpukan penumpang di halte-halte yang dilalui Transjakarta Koridor 9.

Penumpang Koridor 9 seharusnya merasa iri dengan penumpang Koridor 13 dan sub-koridornya yang memiliki jalur khusus berupa flyover bebas hambatan. Para penumpang jadi nggak perlu khawatir perjalanan mereka bakal memakan waktu lama.

Mau turun dari bus aja susah, harus macet-macetan dulu

Nggak cuma masalah jalur bus yang diserobot kendaraan pribadi, masalah lain yang bikin Transjakarta Koridor 9 makin problematik adalah jalan menuju halte terakhir Pinang Ranti yang terlalu kecil. Akibat kepadatan lalu lintas di kawasan ini akhirnya muncul yang namanya macet.

Jalan Raya Pondok Gede, tempat Terminal Pinang Ranti berada, sejak dulu sudah terkenal sebagai surganya macet. Karena lebar jalannya nggak sesuai dengan banyaknya volume kendaraan yang melintasi jalan tersebut setiap harinya.

Transjakarta Koridor 9 pun terkena dampaknya. Butuh waktu hampir 1 jam bagi bus untuk masuk ke halte terakhir. Titik kemacetan selalu berada setelah exit tol Taman Mini. Padahal jarak antara exit tol dengan terminal nggak jauh, lho, kurang lebih 500 meter saja. Tapi, macetnya minta ampun, Gaes!

Kalau sudah begini, saatnya penumpang berkata, “Duh, mau turun aja susah, padahal dikit lagi sampe.”

Sikap penumpang Transjakarta yang bikin geleng-geleng kepala

Kita sudahi dulu bahasan soal macetnya. Sekarang, saya akan membahas perangai orang-orang yang ada di dalam bus Transjakarta Koridor 9 jurusan Pinang Ranti-Pluit.

Berdasarkan pengalaman saya, koridor ini merupakan salah satu koridor yang ramai, kecuali akhir pekan. Sehari-hari busnya selalu penuh dan penumpangnya cukup membludak walaupun bus yang digunakan adalah bus gandeng. Kemungkinan untuk mendapatkan tempat duduk dalam bus Transjakarta Koridor 9 sangat kecil.

Namun bukan itu yang saya permasalahkan. Saya justru menyayangkan sikap para penumpang koridor ini. Masih ada lho orang-orang yang naik bus ini yang enggan memberikan kursi pada penumpang prioritas (lansia, ibu hamil, dan penumpang yang membawa anak). Mungkin orang-orang ini nggak rela kursinya diambil orang lain. Tapi, harusnya kan mereka sudah paham soal pemberian kursi prioritas.

Teman saya yang juga merupakan penumpang Transjakarta Koridor 9 jurusan Pinang Ranti-Pluit turut mengatakan, bahwa banyak penumpang usia menengah ke atas yang nggak sabaran saat memasuki bus. Padahal aturannya sudah jelas, ketika bus tiba di suatu halte, kita harus mendahulukan penumpang yang turun.

Yang terjadi justru sebaliknya. Banyak penumpang yang menyerobot masuk ke dalam bus sehingga penumpang yang ingin turun terhalang para penumpang yang nggak sabaran ini. Akhirnya arus keluar masuk bus jadi tersendat.

Penumpang cuma bisa pasrah

Teman saya juga menyoroti cara sopir bus mengemudi. Menurutnya, sopir bus Koridor 9 suka ngerem dan ngegas secara tiba-tiba. Bikin penumpang yang berdiri jadi oleng. Saya rasa ini benar mengingat jalur khusus Transjakarta koridor ini memang kerap diserobot kendaraan pribadi. Alhasil sopir harus gas rem mendadak, deh.

Jadi, itulah hal-hal yang membuat Transjakarta Koridor 9 menjadi koridor paling problematik. Saya yakin, penumpang koridor ini sudah akrab dengan macet dan cuma bisa pasrah aja dengan lamanya perjalanan yang harus mereka tempuh. Semoga saja pihak-pihak terkait bisa membenahi masalah-masalah di koridor ini biar penumpang juga merasa nyaman dan tenang.

Penulis: Muhammad Arifuddin Tanjung
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Ada Bus Pink untuk Perempuan, tapi Kenapa Nggak Ada Transjakarta Khusus Laki-laki?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2023 oleh

Tags: Penumpangpinang rantipluittransjakartaTransjakarta Koridor 9
Muhammad Arifuddin Tanjung

Muhammad Arifuddin Tanjung

Seorang sosialis yang percaya bahwa kemanusiaan hanya bisa tegak jika kita berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Pemula yang haus akan ilmu.

ArtikelTerkait

Kebiasaan Buruk Penumpang Kereta Api. Sepele, tapi Bikin Jengkel Penumpang Lain Mojok.co

Kebiasaan Buruk Penumpang Kereta Api. Sepele, tapi Bikin Jengkel Penumpang Lain

17 November 2023
Teruntuk Penumpang KRL Jogja-Solo yang Pura-Pura Tidur, Mbok ya Nuraninya Lho

Teruntuk Penumpang KRL Jogja-Solo yang Pura-pura Tidur, Mbok ya Nuraninya Lho

31 Agustus 2022
Pesawat Bukan Bus Patas, Penumpang Nggak Usah Berdiri di Dekat Pintu Keluar Terminal Mojok

Pesawat Bukan Bus Patas, Penumpang Nggak Usah Berdiri di Dekat Pintu Keluar

7 Oktober 2022
Bantal Leher Memang Tidak Diciptakan untuk Dipakai di Kereta Ekonomi Terminal Mojok

Bantal Leher Memang Tidak Diciptakan untuk Dipakai di Kereta Ekonomi

19 Desember 2022
Pelabuhan Merak Bikin Sengsara Pengguna Kereta Api, Masak Harus Muter 2 KM Cuma buat Cetak Tiket?

Pelabuhan Merak Bikin Sengsara Pengguna Kereta Api, Masak Harus Muter 2 KM Cuma buat Cetak Tiket?

18 Desember 2023
4 Kelakuan Menjengkelkan Penebeng Kendaraan Teman, Tolong Peka Sedikitlah Mojok.co

4 Kelakuan Menjengkelkan Penebeng Kendaraan Teman, Tolong Peka Sedikitlah

5 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.