Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

#MALAMJUMAT Kakek Tua di Rumah Kayu Jati

Melina Ayu Agustin oleh Melina Ayu Agustin
5 Desember 2019
A A
kakek tua

kakek tua

Share on FacebookShare on Twitter

Saya pernah mengalami kejadian horor, tepatnya ketika saya melakukan KKN di desa pesisir tiga tahun lalu. Nggak kayak cerita horor KKN di Penari yang sempat jadi viral sih. Tapi menurut saya, ini tuh nggak kalah serem dari cerita itu.

Saya ingat pengalaman horror ini terjadi tepat pada malam Jumat Kliwon. Saat itu saya sedang duduk di teras halaman rumah penduduk yang saya tempati. Rumah yang saya tempati beserta teman-teman saya bisa dibilang sudah tua. Bentuk bangunannya seperti rumah gebyok. Tembok dan lantai bahkan hampir seratus persen terbuat dari kayu jati. Kebanyakan penduduk di sekitar menyebutnya “Rumah Kayu Jati”.

Malam itu hawa tidak seperti biasanya. Hembusan angin di sekitar rumah sangat kencang. Apalagi ditambah dengan suara burung gagak yang entah dari mana asalnya. Membuat bulu kuduk merinding ketika mendengarnya. Entah kenapa saat itu saya memang ingin di depan teras rumah. Padahal disekitar rumah hanya diterangi oleh dua lampu petromax.

Sebenarnya saya takut, tapi mau gimana lagi saya juga mencari sinyal ponsel, mau tidak mau saya pun harus diam di teras depan. Beberapa saat setelah saya menelpon rumah, tiba-tiba saya dikejutkan oleh sosok kakek tua. Kakek tua itu menghampiri saya di depan teras. Saya sedikit kaget serta agak takut dengan sosok kakek tua ini.

Tubuh kakek tua ini sangat kurus. Kalo gak salah, kakek tua tersebut menggunakan baju agak sobek di bagian pinggang. Jalannya pun agak pincang, mungkin karena kakinya sakit kali ya… Saya pun mencoba untuk tidak takut dan bersikap tenang. Ya walaupun sebenarnya juga sedikit was was sama kakek ini.

Ya gimana ya, saya kan perempuan pastilah waspada sama orang yang baru dikenal. Apalagi saat itu kondisinya di lingkungan orang. Ditambah lagi dengan suasana malam yang buat saya merinding. Teman-teman saya pun juga ada di dalam rumah. Mungkin mereka juga sudah tidur pulas.
“Griyone panjenengan pundi mbah? (Rumahnya kakek di mana?)” sapa saya yang agak sedikit takut.

Kakek tersebut hanya menunjuk pada jalan samping kanan rumah yang saya tempati. Mungkin rumahnya di daerah sana pikirku. Kakek tua itu juga seperti berbicara dengan saya. Walaupun menggunakan bahasa isyarat, saya pun mencoba memahami. Mungkin tidak sepenuhnya tau apa yang kakek ini bicarakan. Tapi sepertinya ia seperti menceritakan sesuatu.

Tak lama kemudian, sang kakek memegang perutnya dan mengayunkan tangan ke mulutnya. Saya yang melihatnya sudah tahu apa maksudnya. Kakek tua tersebut sedang lapar dan ingin minta makan. Saya pun langsung tersenyum dan mengannggukan kepala. Pertanda saya tahu maksudnya dan mengambil makanan untuknya.

Baca Juga:

Misteri Makam Pesinden di Pusat Kabupaten Sleman yang Tidak Disadari oleh Pengguna Jalan

Live Berburu Hantu di TikTok Sangat Tidak Pantas, para Kreator Sudah Keterlaluan!

Saya langsung masuk ke dalam dan menuju dapur untuk mengambil makanan. Salah satu teman saya tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Mungkin karena mendengar suara saya di dapur. “Dirimu lapo? Gak turu ta dirimu kui?(Kamu ngapain? Gak tidur ta kamu?)” tanya teman saya yang saat itu menghampiri saya. “Iyo sek, Luwe aku (iya bentar, lapar aku)” jawab saya sambil mengambil nasi dan beberapa lauk pauk yang masih ada.

Setelah itu, saya langsung di depan dan memberikan makanan pada sang kakek. Sang kakek pun langsung memakannya dengan lahap. Wah kayaknya emang si kakek kelaparan dari tadi. Saya diam-diam memperhatikan si kakek yang sedang makan. Sempat saya berfikir, ini kakek hantu apa manusia ya?

Kalau hantu, tapi kok kakinya nempel di tanah? Terus kalau manusia kok jam segini keluar rumah? Keluarganya emang gak ada yang nyariin? Setelah si kakek menghabiskan makananya, ia meletakan piring di lantai. Segelas minuman yang kuberikan juga habis. Iya mungkin emang udah lapar ya si kakek.

Setelah itu si kakek mengucapkan terima kasih. Dengan kedua telapak tangan di satukan sebagai isyarat. “nggeh mbah, sami-sami (iya kek, sama-sama)” jawab ku sambil senyum. Si kakek langsung pergi dengan berjalan setengah pincang. Meninggalkan teras rumah menuju jalan pagar masuk.

Keesokan paginya, teman saya bertanya apa yang saya lakukan malam itu di teras. Saya pun hanya menjawab saya hanya mencari sinyal dan kebetulan ada si kakek. Namun, betapa terkejutnya saya ketika teman saya mengatakan bahwa malam itu saya hanya seorang diri. Bukan hanya dia tapi ada beberapa teman yang melihat bahwa saya mengobrol sendiri di teras rumah. Semenjak itu, saya pun tidak lagi berani duduk di teras rumah. Si kakek pun juga tak pernah lagi muncul.

BACA JUGA Cerita-cerita tentang Hantu atau tulisan Melina Ayu Agustin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Desember 2019 oleh

Tags: cerita hantucerita misterihantumalam jumat
Melina Ayu Agustin

Melina Ayu Agustin

Perempuan nomaden yang rute perjalanannya disponsori oleh mood, tuntutan kerja, dan sisa saldo e-wallet. Memilih jalur tulisan karena seringkali lidahnya keluh saat harus menerjemahkan isi kepala lewat obrolan biasa.

ArtikelTerkait

terbaring

Kuntilanak yang Menatap Tajam Saat Saya Terbaring Sakit

5 September 2019
Kalau di Kota Ada Kirim Parsel, di Desa Ada Ater-ater Tipe-tipe Orang saat Menunggu Lebaran Datang Terima kasih kepada Tim Pencari Hilal! Ramadan Sudah Datang, eh Malah Menanti Bulan Syawal Ramadan Sudah Datang, eh Malah Menanti Lebaran Buku Turutan Legendaris dan Variasi Buku Belajar Huruf Hijaiyah dari Masa ke Masa Serba-serbi Belajar dan Mengamalkan Surah Alfatihah Pandemi dan Ikhtiar Zakat Menuju Manusia Saleh Sosial Inovasi Produk Mushaf Alquran, Mana yang Jadi Pilihanmu? Tahun 2020 dan Renungan ‘Amul Huzni Ngaji Alhikam dan Kegalauan Nasib Usaha Kita Nggak Takut Hantu, Cuma Pas Bulan Ramadan Doang? Saya Masih Penasaran dengan Sensasi Sahur On The Road Menuai Hikmah Nyanyian Pujian di Masjid Kampung Mengenang Asyiknya Main Petasan Setelah Tarawih Horornya Antrean Panjang di Pesantren Tiap Ramadan Menjadi Bucin Syar'i dengan Syair Kasidah Burdah Drama Bukber: Sungkan Balik Duluan tapi Takut Ketinggalan Tarawih Berjamaah Opsi Nama Anak yang Lahir di Bulan Ramadan, Selain Ramadan Panduan buat Ngabuburit di Rumah Aja Sebagai Santri, Berbuka Bersama Kiai Adalah Pengalaman yang Spesial Panduan buat Ngabuburit di Rumah Aja Pandemi Corona Datang, Ngaji Daring Jadi Andalan Tips Buka Bersama Anti Kejang karena Kantong Kering Mengenang Asyiknya Main Petasan Setelah Tarawih Rebutan Nonton Acara Sahur yang Seru-seruan vs Tausiyah Opsi Nama Anak yang Lahir di Bulan Ramadan, Selain Ramadan Drama Bukber: Sungkan Balik Duluan tapi Takut Ketinggalan Tarawih Berjamaah Sebagai Santri, Berbuka Bersama Kiai Adalah Pengalaman yang Spesial Aduh, Lemah Amat Terlalu Ngeribetin Warung Makan yang Tetap Buka Saat Ramadan Tong Tek: Tradisi Bangunin Sahur yang Dirindukan Kolak: Santapan Legendaris Saat Ramadan

Nggak Takut Hantu, Cuma Pas Bulan Ramadan Doang?

12 Mei 2020
ahli ibadah ustaz kiai MOJOK.CO

Ahli Ibadah yang Sombong, Merasa Lebih Dekat dengan Allah

10 Juli 2020
Persatuan Dukun Nusantara yang Bikin Bingung Cuma dari Namanya terminal mojok.co

Berbeda-beda tapi Tetap Hantu Juga

11 Februari 2020
Film Horor Indonesia Isinya Hantu dari Jawa, Hantu dari Daerah Lain pada ke Mana?

Film Horor Indonesia Isinya Hantu dari Jawa, Hantu dari Daerah Lainnya Mana?

19 Agustus 2023
mistis

Kejadian dan Pengalaman Mistis Menjadikan Saya Percaya Bahwa Hal Gaib Itu Ada

20 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.