Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Ahmad Dhani vs Once yang Harusnya Tak Perlu Terjadi: Semua karena EO yang Tak Patuh Royalti

Iqbal AR oleh Iqbal AR
7 April 2023
A A
Ahmad Dhani vs Once yang Harusnya Tak Perlu Terjadi: Semua karena EO yang Tak Patuh Royalti

Ahmad Dhani vs Once yang Harusnya Tak Perlu Terjadi: Semua karena EO yang Tak Patuh Royalti (Pixabay,com)

Share on FacebookShare on Twitter

Perseteruan Ahmad Dhani dan Once ini tak perlu terjadi andai EO patuh royalti

Bayangan saya tentang Ahmad Dhani dan Dewa 19 masih tidak bisa lepas dari capaian fantastis yang baru saja mereka lakukan. Awal Februari, Jakarta International Stadium (JIS) menjadi saksi bagaimana ambisiusnya sosok Ahmad Dhani. Melalui konser yang bertajuk “Konser Pesta Rakyat 30 Tahun Dewa 19 Berkarya”, Dhani seperti ingin menunjukkan bahwa Dewa 19 masih memiliki daya tarik yang luar biasa. Terbukti, lebih dari 75 ribu orang datang ke konser tersebut.

Saya memang tidak datang ke konser tersebut. Tapi saya mengikuti nyaris satu demi satu proses serta kejadian yang tersebar di media sosial. Maklum, sebagai seorang Baladewa, saya tidak mungkin tidak mengikuti apa yang dilakukan oleh band kesayangan saya. Dan terlepas dari segala cacat yang terjadi, Ahmad Dhani dan Dewa 19 sudah membuktikan bahwa mereka masih ada, mereka masih dicintai. Dewa 19 adalah definisi dari fantastis itu sendiri.

Dari apa yang terjadi dalam konser tersebut, saya masih tidak menyangka bahwa akan ada keretakan hubungan—sebut saja perseteruan—antara Ahmad Dhani dan salah satu vokalis ikonik Dewa 19, Once Mekel. Perseteruan tersebut dimulai ketika Ahmad Dhani secara tegas melarang para Event Organizer (EO) memakai lagu-lagu Dewa 19 tanpa izin. Bahkan Dhani mengancam siapa pun yang tetap ngotot membawakan lagu Dewa 19 tanpa izin dengan ancaman pidana.

Lalu merembetlah ke Once. Melansir Pop Hari Ini, Ahmad Dhani melalui kuasa hukumnya Ali Lubis mengatakan bahwa ada beberapa EO yang mengundang Once tidak melapor ke lembaga manajemen kolektif Wahana Musik Indonesia (WAMI) jika membawakan lagu Dewa 19. Selama ini, EO yang mengundang Once nyatanya juga tidak membayar royalti ke Lembaga Manajemen Kolektif ini. Inilah yang menjadi masalah bagi Dhani.

Setelah Ahmad Dhani, giliran Once angkat bicara

Lebih lanjut, Ali Lubis menambahkan bila Once tetap membawakan lagu Dewa 19, akan dikenakan sanksi pidana yang diatur dalam Pasal 113 UU RI No. 28 tahun 2014 tentang hak cipta. Dalam pasal tersebut diatur tentang rincian sanksi bagi pihak-pihak yang melanggar hak ekonomi pencipta karya yang diatur dalam Pasal 9 ayat (1) di undang-undang tersebut. Namun perlu digaris bawahi, Ahmad Dhani dan Once tidak ada masalah pribadi. Yang dipermasalahkan Dhani adalah terkait EO, bukan Once secara pribadi.

Setelah “geger-geger” ini, Once akhirnya angkat bicara. Dalam konferensi pers yang digelar akhir Maret kemarin, Once menjawab segala tuduhan yang terarah padanya. Once menyayangkan bagaimana sikap Dhani yang seperti politisi (memang politisi, sih), mengumbar permasalahannya ke publik dan seakan menggiring opini.

“Dia harus membuat langkah-langkah yang komunikatif, elegan, dan substantif melalui jalur-jalur yang konstruktif apabila ada ketidakpuasan. Bukan membuat pernyataan-pernyataan yang menyetir opini publik seolah si Once bersalah. Karena sebelumnya, dia menyatakan bahwa EO yang bersalah. Tiba-tiba melarang saya membawakan lagu Dewa,” tegas Once seperti dilansir Pop Hari Ini.

Baca Juga:

Mendengarkan Lirik Narsistik Sheila on 7 Adalah Cara Terbaik Menghibur Diri Setelah Berkali-kali Ditolak Cinta

Mulai dari Nama Besar Hingga Banyaknya Pendengar di Platform Digital, Inilah Alasan Mengapa Band Bisa Punya Rate Harga yang Mahal  

Once juga merasa tidak merugikan Dewa. Once berdalih bahwa ketika manggung sebagai solois, Once hanya membawakan setidaknya satu atau dua lagu Dewa 19 saja. Itu pun lagu yang Once juga ikut andil dalam menciptakan seperti lagu “Cemburu.” Jadi menurut Once, dia tidak bersalah dan tidak merugikan Dewa 19. Sebagai salah satu pencipta lagu—dalam hal ini adalah lagu “Cemburu”—sah-sah saja Once membawakan lagu tersebut.

Bagaimana Negara mengatur hak cipta

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 sebenarnya sudah dengan cukup jelas mengatur soal hak cipta, khususnya hak ekonomi pencipta atau pemegang hak cipta. Dalam pasal 9 ayat (1) jelas tertulis mengenai apa-apa saja yang bisa dilakukan oleh pencipta atau pemegang hak cipta suatu karya atas sebuah ciptaan. Para pencipta dan pemegang hak cipta bisa menerbitkan, menggandakan, mendistribusi, hingga mempertunjukkan (memainkan) ciptaan.

Lebih lanjut dalam ayat (2) tertulis bahwa, “Setiap Orang yang melaksanakan hak ekonomi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mendapatkan izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta.” Ini dipertegas dalam ayat (3) yang berbunyi, “Setiap Orang yang tanpa izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta dilarang melakukan Penggandaan dan/atau Penggunaan Secara Komersial Ciptaan.”

Aturannya sudah jelas di sini. Dalam kasus Dhani dan Once, sebenarnya pihak Once sah-sah saja membawakan lagu Dewa 19, dengan catatan lagu yang dibawakan adalah lagu yang dia ikut menciptakan (seperti lagu “Cemburu”). Pertanyaannya adalah, apakah Once tertulis sebagai salah satu pencipta lagu atau tidak di beberapa lagu Dewa. Jika iya, harusnya tidak ada masalah.

Sekarang, tekanannya jelas ada di pihak EO, yang mana bukan sebagai pencipta atau pemilik hak cipta sebuah ciptaan atau karya. Kenyataan di lapangan, EO nyatanya tak memenuhi hak ekonomi pencipta/pemilik hak cipta lagu. EO tidak melaporkan, bahkan tidak membayar royalti lagu. Ini jelas keliru, dan sudah ada sanksinya dalam UU Nomor 28 tahun 2014 pasal 113.

Pasal 113 mengatur sanksi terkait pelanggaran hak ekonomi, penggunaan sebuah ciptaan secara komersial tanpa izin, termasuk terkait pembajakan dengan pidana yang tidak main-main. Sanksinya adalah pidana mulai satu hingga sepuluh tahun, dengan denda mulai 100 juta hingga 4 miliar rupiah. Inilah yang sebenarnya sedang diperjuangkan oleh Ahmad Dhani, yang sayangnya menyeret nama Once.

Pandangan sebagai Baladewa

Sebagai seorang Baladewa, saya sebenarnya menyayangkan apa yang terjadi antara Ahmad Dhani dan Once ini. Permasalahan yang seharusnya bisa diselesaikan di meja makan rumah Ahmad Dhani, malah menjadi masalah yang ramai di publik, hingga banyak terjadi penggiringan opini. Kemarin baru saja berada dalam satu panggung yang fantastis nan megah, eh sekarang malah berseteru seperti ini.

Maksudnya begini, jika permasalahan sebenarnya adalah keberatan Dhani dengan para EO, ya fokus saja di situ. Kalau terkait kejelasan hak cipta dan royalti, saya jelas sepakat dengan Dhani. Harus ada ketegasan di sini. Sudah seharusnya EO ini mulai melek soal hak cipta dan royalti, mengingat masalah ini sudah terjadi selama bertahun-tahun.

Sebagai pencipta dan pemilik hak cipta, Dhani berhak menuntut laporan dan royalti ketika lagunya dibawakan oleh orang lain. Para EO pun juga berkewajiban untuk melaporkan lagu yang dibawakan, dan juga membayarkan royalti. Dan musisi yang ingin membawakan lagu orang, seyogyanya meminta izin kepada pemilik lagu dan mengikuti aturan yang berlaku. Posisinya juga sudah jelas di sini.

Namun sekali lagi, permasalahan Ahmad Dhani dengan para EO ini tidak seharusnya merembet ke Once. Perseteruan Dhani dan Once ini adalah perseteruan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Dhani dan Once ini berteman bukan satu atau dua tahun saja. Mereka sudah belasan, bahkan puluhan tahun berteman. Tidak seharusnya ini jadi sebuah permasalahan yang sepelik ini. Dalam hal ini pula, Once tidak sepenuhnya salah, lha wong lagu milik Dewa 19 yang dia bawakan adalah lagu yang dia ikut ciptakan.

Dhani dan Once yang retak

Sebagai Baladewa, saya khawatir apa yang terjadi ini membuat hubungan antara Dhani dan Once jadi retak. Saya pribadi sebenarnya males melihat Dhani berseteru dengan orang lain. Apalagi sekarang berseterunya dengan Once, yang notabene mantan vokalis Dewa 19. Imbasnya, saya dan Baladewa yang lain tidak akan melihat Once bernyanyi bersama Dewa 19.

Namun, terlepas dari semua perseteruan itu, Dhani tetaplah Dhani. Dalam hidupnya, mungkin tidak akan lengkap jika Dhani tidak berseteru dengan orang lain, tak terkecuali jika harus berseteru dengan vokalisnya. Dhani mungkin belum ingin hidup tenang dan menikmati masa tuanya. Kalau itu adalah jalan ninjanya Dhani, maklumi saja, meski ada rasa kecewa dalam diri saya sebagai seorang Baladewa.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Ahmad Dhani Adalah Penulis Lirik Terbaik 3 Dasawarsa Terakhir

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 April 2023 oleh

Tags: ahmad dhanidewa 19EOkonflikOnce Mekelroyalti
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Urusan Backing Vocal Dewa 19, Lilo KLa Project Juaranya

Urusan Backing Vocal Dewa 19, Lilo KLa Project Juaranya

17 Januari 2023
divisi danus

Divisi Danus Memang Harus Pelit

20 Agustus 2019
7 Lagu Indonesia yang Paling Menggambarkan Derita Korban Selingkuh (Pixabay)

7 Lagu Indonesia yang Paling Menggambarkan Derita Korban Selingkuh

17 Oktober 2022
Kultur Cover Lagu di Kafe dan Minimnya Pengetahuan Soal Performing Rights Terminal Mojok.co

Kultur Cover Lagu di Kafe dan Minimnya Pengetahuan Soal Performing Rights

1 April 2022
5 Film Korea Selatan yang Ceritakan Konflik dengan Korea Utara Terminal Mojok

5 Film Korea Selatan yang Ceritakan Konflik dengan Korea Utara

23 Agustus 2022
Dewa 19 dan Perekrutan Ello yang Tidak Perlu-perlu Amat

Dewa 19 dan Perekrutan Ello yang Tidak Perlu-perlu Amat

1 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

31 Maret 2026
Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati Mojok.co

Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati

31 Maret 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.