Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Menjawab 11 Tuduhan Ustaz Unknown Tentang Tanda Orang Kecanduan Drama Korea

Mimi Hilzah oleh Mimi Hilzah
19 November 2019
A A
Menjawab 11 Tuduhan Ustaz Unknown Tentang Tanda Orang Kecanduan Drama Korea

Menjawab 11 Tuduhan Ustaz Unknown Tentang Tanda Orang Kecanduan Drama Korea

Share on FacebookShare on Twitter

Seorang ustaz di facebook membagikan tautan tentang tanda-tanda kecanduan dan bahaya drama korea. Alih-alih menonton drama korea, ustaz ini merekomendasikan kita untuk menonton channel YouTubenya yang blio bilang lebih bermanfaat dibanding nonton drama korea. Ciee ujung-ujungnya malah promosi ciee.

Karena Akhi ini sudah capek-capek survei (kan kasihan benar kalau tidak kita balas kebaikannya dengan sedikit klarifikasi) mari kita bahas saja 11 poin yang dipost si ustaz unknown tentang tanda-tanda orang kecanduan drama korea dan bilang kalau drama korea itu bahaya.

1. Wallpaper hp berubah menjadi oppa-oppa drama ganteng dari Korea.

Walpaper hp saya dari dulu kalau bukan foto sendiri, foto keluarga, atau nyomot gambar dari aplikasi wallpaper hp. Belum pernah pake gambar orang yang belum pernah ketemu! Baru nomor satu, Akhi sudah suudzon.

2. Sebelum tidur pasti bayangin jadi si cewek yang punya pacar seganteng bintang drakor.

Sebelum tidur itu ada anjuran baca surah Al-Ikhlas tiga kali yang pahalanya sama dengan membaca satu Al-quran. Kalau masih belum bisa tidur, biasanya tanda perut belum kenyang. Ke dapurlah saya nyari nasi atau indomie. Lebih mantap kalau pakai telur 2 dan cabe rawit yang banyak.

3. Kalau sudah nonton satu drama rasanya jiwa kayak kosong dan susah move on. Tapi kalau tahu oppa-oppa ganteng main drama lagi, langsung histeris nungguin.

Jiwa kosong?? Kok kayak pelanggan saya yang kalau lihat stoples kuenya kosong, jadi sedih dan susah move on. Jiwanya mendadak kosong dan hampa. Tapi begitu denger kabar ada diskon, langsung histeris pengen pesan lagi.

4. Kalau di jalan raya suka ngelamun, berharap ketemu cowok seganteng bintang drakor terus jatuh cinta. Ngimpi ni yee…

Taz… di jalan raya ngelamun bahaya bener… tar nabrak orang, lho, ngeriii! Saya mah di jalan raya dengar musik di radio sambil nyanyi-nyanyi sendiri (mumpung yang dengar saya sendiri), sesekali suka mencet klakson tiap lihat ukhti-ukhti pake jilbab atau akhi-akhi pake peci, tapi gak pake helm! Gemes beud!

5. Sering dianggap orang gila sama keluarga karena suka ketawa sendiri dan nangis tiba-tiba.

BELUM PERNAH ADA KELUARGA SAYA YANG BERANI BILANG SAYA GILA. NGGAK TAU KALAU SITU!

6. Secara gak sadar suka ngomong pakai bahasa Korea, seperti Gomawo, Sarangheyo, Jinjayo dan Kamsahamnida.

Saya pakai bahasa daerah kalau dengan sesama yang mengerti. Kalau tidak ya bahasa Indonesia. Kadang sok minjem istilah Jawa apa logat Jakarta. Yang saya belum berani pake bahasa Arab sebagai bahasa pergaulan. Ya bagaimana, mata saya sipit kayak nggak pas gitu. Saya tahu diri, Akhi bagaimana?

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

7. Di rumah jadi suka eksperimen masak masakan ala Korea seperti: bibimbap, nasi goreng kimchi dll.

Ikan asin dicabein, terong bakar, coto, sambal pete, tempe geprek, rendang… hih… apa itu bibimbap? Lewaaattt…

8. Cita-cita saat ini bisa Korea dan ketemu oppa-oppa ganteng makanya nabung!

Udah pernah keleeuuss… jauh sebelum nonton drakor pertama saya malah. Dan Korea memang negara yang menyenangkan, teratur, bersih, orang-orangnya cakep dan fashionable tapi tetap sopan, nggak suka nyerobot antrian padahal rata-rata kafir. Sudahlah Akhi, mau orang nabung ke mana juga bukan urusan kita. Kalau Akhi mau nabung supaya cepat-cepat bisa ke surga pun, kita yang cuma ummat ini bisa apa coba?

9. Duit habis gara-gara sering tergoda beli pernak-pernik atau kosmetik ala Korea.

Duit habis bayar tagihan listrik, air, gas, belanja bulanan, belanja di tukang sayur dan ikan, bayar sekolah, cicilan mobil, bensin, belanja online ngejar diskonan yang masih numpuk banyak di keranjang… Oh ya misal nih ya, skinker kita SK II sekalipun, emang Akhi ruginya di mana sih? Akhi yang bayarin?

10. Saat nyeterika, yang jadi tontonan ibu-ibu adalah drakor.

Nyeterika itu kita kudu telaten ngerapihin lipatan-lipatan baju sampai sesudut-sudutnya, panas seterika mesti pas supaya pakaian tidak gosong. Mana ada asik-asiknya dikerjain sambil nonton drakor yang menye-menye penuh emosi trus gamis yang belinya ratusan ribu jadi korban padahal nonton drakor cuma modal kuota. Mungkin kami ini sematjam kuli rumah tangga, tapi jangan lupa kami juga ahli ekonomi yang pandai memperhitungkan setiap risiko dan biaya dalam rumah tangga.

11. Jika sudah bersuami, suami disuruh suntik hormon biar jadi putih seperti oppa-oppa.

Ini fitnah banget. Berarti dalam pemahaman Akhi, pernikahan sesederhana itu kita bisa mendikte pasangan untuk berbuat hal-hal yang bahkan tidak disukai dan disetujuinya? Atau ini kesimpulan yang diambil dari pengalaman pribadi? Which is entah Akhi yang pernah jadi korban diminta istri suntik hormon karena terlalu (maap) kucel, apa Akhi yang pernah memaksa istri berubah penampilan sesuai yang Akhi suka?

***

Orang-orang tua dulu sering menasihati putri-putrinya jauh sebelum menikah. Jangan pilih laki-laki yang sibuk sekali meributkan urusan perempuan. Apalagi yang ribut ngurusi receh semacam drama Korea. Big No! Lelaki semacam itu tidak akan menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana dalam rumah tangga. Kau masak apapun salah di matanya. Semua hal dikritisinya. Bahkan misal kau suka makan sesuatu makanan, dia akan memaksamu berhenti makan makanan itu hanya karena bukan selera dia. Semua hal harus ikut pemahamannya. Bahkan harga cabe sekilo dia harus update. Lelaki yang mementingkan isi otak dan egonya sendiri daripada pada menjaga perasaan orang lain di sekitarnya. Apalagi istrinya. Yang jelas-jelas dianggap sebagai hak miliknya sepenuhnya.

BACA JUGA Nonton Drama Korea tidak Termasuk Bagian dari Kafir atau tulisan Mimi Hilzah lainnya. Follow Facebook Mimi Hilzah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 November 2019 oleh

Tags: drama koreadrama korea haramkecanduan drama koreaUstaz
Mimi Hilzah

Mimi Hilzah

ArtikelTerkait

5 Drama Korea yang Cocok Ditonton Orang dengan Kepribadian INFJ

5 Drama Korea yang Cocok Ditonton Orang dengan Kepribadian INFJ

26 September 2023

Membedah Alasan ‘Hospital Playlist’ Jadi Drakor Favorit Sejuta Umat

19 Juni 2021
Our Beloved Summer, Drama Klise nan Ringan tapi Adiktif terminal mojok

Our Beloved Summer, Drakor Klise yang Bikin Penonton Ketagihan

22 Desember 2021
4 Rekomendasi Drama Korea yang Angkat Isu Kesehatan Mental

4 Rekomendasi Drama Korea yang Angkat Isu Kesehatan Mental

11 Juli 2022
7 Alasan Drama Korea Romance Sering Dijadikan Pelarian Terminal Mojok.co

7 Alasan Drama Korea Romance Sering Dijadikan Pelarian

27 Mei 2022
dicintai dan mencintai

Pak Ustaz, Sebaiknya Kita Memilih Dicintai Apa Mencintai?

8 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.