Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

5 Rekomendasi Tempat Rapat untuk Puan Maharani yang Beneran Ramah Wong Cilik

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
27 September 2022
A A
5 Rekomendasi Tempat Rapat untuk Puan Maharani yang Beneran Ramah Wong Cilik

Sayuran dalam nasi pecel (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Selamat kepada kemiskinan karena jadi alat kampanye tokoh politik kembali. Lagi dan lagi urusan miskin diangkat sebagai alat mencari simpati. Dari era Soekarno yang mengangkat “petani marhaen” sampai Jokowi dengan gaya blusukan. Sayangnya, tidak semua tokoh politik bisa mengemas kemiskinan sebagai alat jualan janji. Salah satunya Puan Maharani.

Entah kenapa poltisi satu ini susah betul membuat aksi tanpa blunder. Dari menanam padi saat hujan, sampai baliho yang bikin mata risih. Terakhir, Puan Maharani melakukan blunder dengan melakukan pertemuan dengan Cak Imin di warung pecel. Tapi bukannya menimbulkan rasa simpati, publicity stunt ini malah mendatangkan cibiran.

Kalau dibandingkan dengan pemain bola sih, Puan Maharani sudah selevel Harry Maguire. Sama-sama merah, sama-sama suka blunder.

Dari urusan warung pecel yang fancy dengan kursi bersarung putih, sampai Durian Musang King yang jadi camilan, semua dirujak oleh warganet. Sebenarnya saya agak iba dengan Mbak Puan ini. Pasti blio dan tim sudah mikir bagaimana cara memunculkan gimmick “sandal jepit” dan “wong cilik” dalam pertemuan ini. Tapi, kenyataane cen nggapleki.

Jadi demi mendukung kampanye Mbak Puan, saya rekomendasikan 5 lokasi rapat dan pertemuan yang lebih tepat untuk nuansa “wong cilik”. Cuma nuansa saja ya. Toh akan sama saja selama DPR yang dipimpin Mbak Puan masih membuat produk hukum semacam Omnibus Law dan UU ITE. Minimal, kalau mau cari simpati rakyat jangan blunder lagi.

#1 Ruang tunggu kantor BPJS

Di mana lagi Mbak Puan bisa dekat dengan wong cilik selain kantor BPJS? Kantor satu ini jelas jadi jujugan masyarakat ekonomi bawah, terutama yang sedang kesusahan. Kalau tidak mengurus tanggungan biaya rumah sakit, ya mengurus BPJS Tenaga Kerja pasca dipecat atau resign. Mbak Puan tidak akan ketemu nasabah prioritas atau konglomerat tambang batu bara di ruang tunggu kantor BPJS.

Paling kalau mau ketemuan dengan Cak Imin, Mbak Puan akan dilirik dan dibicarakan oleh pengantri BPJS. Bukan, bukan karena kagum dengan kepak sayap Mbak Puan. Tapi, risih karena Anda membuat ruang tunggu yang sudah penuh itu makin sumpek.

#2 Teras Bank BRI

Lokasi kedua ini jelas mendekatkan Mbak Puan kepada wong cilik. Karena di teras ini, banyak orang miskin mengantri. Bukan tarik tunai, tapi untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Mbak Puan juga akan ketemu para penerima BLT serta pejuang KPR. Kalau ada bapak-bapak menunggu dengan muka murung, kemungkinan ia sedang “menyekolahkan” BPKB motornya. Lebih terasa kan wong cilik-nya?

Baca Juga:

Jika Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra Nyaleg, Begini Gaya Kampanye Mereka

3 Ciri-ciri Caleg Red Flag Dilihat dari Poster Kampanye yang Dipakai

Jelas tidak ada blunder seperti aksi makan pecel kemarin. Apalagi BRI kan punya vibes yang merakyat banget.

#3 Gunung Kawi

Gunung yang menyimpan banyak kisah mistis ini jelas cocok dengan vibes wong cilik. Orang kecil tidak akan investasi di kripto. Tidak juga belanja NFT karena digobloki influencer. Wong cilik tidak ditemukan di bursa saham atau lelang. Wong cilik yang kena masalah ekonomi bisa Mbak Puan temukan di lokasi pesugihan. Salah satunya Gunung Kawi.

Tempatnya asri dan sejuk. Lebih enak untuk kampanye daripada menanam padi sambil pakai mantel plastik. Dan sudah pasti, tidak ada pengusaha kaya yang datang ke tempat ini. Kalaupun ada, ya mereka tetap wong cilik yang sukses.

#4 Kawasan SCBD

Yang saya maksud bukan tempat Jeje dan Bonge nongkrong, tapi kawasan perkantoran Start-Up paling bergengsi sekaligus menyedihkan di Jakarta. Bayangkan saja: diisi generasi milenial yang gajinya nanggung, korban Omnibus Law, tidak punya serikat pekerja, dan dituntut konsumtif agar waras. Di balik keindahan dan kemewahan SCBD, banyak wong cilik yang sedang diisap kapital.

Cocok untuk Mbak Puan ketika ingin ketemu wong cilik tapi tidak harus terlihat lucu seperti di warung pecel. Mbak Puan tidak akan dinyinyiri bahkan ketika nyeruput Starbucks sambil menunjukkan dekat dengan wong cilik.

#5 Wadas

Ini lokasi pamungkas. Saya yakin kalau Wadas adalah tempat paling tepat untuk menunjukkan kedekatan Mbak Puan dengan wong cilik. Hadir di dusun terpencil yang sedang melawan mesin eksploitasi raksasa. Romantis banget lho ini! Apalagi Mbak Puan hadir ketika ada ricuh pengukuran tanah lokasi tambang batu andesit.

Ya, siapa tahu, Mbak Puan jadi tahu kalau eksploitasi alam itu nggak hanya jelek buat alam, tapi juga untuk rakyat sekitarnya. Itu kalau paham sih. 

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Puan Maharani Tidak Salah meski Disindir Susi Pudjiastuti soal Menanam Padi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 September 2022 oleh

Tags: kampanyepencitraanpuan maharaniwong cilik
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

tato

Menggelar Acara Makan Gratis Memupuskan Stigma Negatif Saya pada Preman Pasar

6 Januari 2021
baliho puan maharani branding usang mojok

Baliho Politisi, Obat Mencret, dan Dagangan yang Tidak Bermutu

5 Agustus 2021
Tiang listrik

5 Alasan Tiang Listrik Media Kampanye yang Lebih Efektik ketimbang Baliho

29 Oktober 2021
puan maharani

Terima Kasih Bude Puan Sudah Peduli Rakyat Biar Jaga Kesehatan 

14 Oktober 2019
Banjir Kota Batu

Banjir Kota Batu dan Twit Bu Menteri Adalah Bukti Kampanye Menjaga Lingkungan Dimulai dari Diri Sendiri Itu Bullshit

6 November 2021
puan maharani dpr Pak RT mojok

Puan Maharani atau Tidak Sama Sekali: Kegalauan PDIP yang Rasional

10 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.