Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

5 Tipe Pelanggan Bengkel yang Sering Ditemui

Muhammad Bayu Andhini oleh Muhammad Bayu Andhini
26 September 2022
A A
5 Tipe Pelanggan Bengkel yang Sering Ditemui montir

5 Tipe Pelanggan Bengkel yang Sering Ditemui (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pelanggan bengkel itu macam-macam, dan tentu saja ada yang unik

Lahir dan besar di bengkel membuat saya akrab dengan berbagai ceceran oli, tumpukan gir atau busi-busi yang sudah tidak terpakai lagi. Sampai-sampai dulu saya mengira punya kemampuan bisa membedakan merek oli hanya dari bau dan warnanya. Sebuah halusinasi atas kemampuan yang sebenarnya tidak penting banget di kehidupan nyata. 

Sebagai anaknya, saya menjadi tenaga freelance di bengkel Bapak. Saya diharuskan hafal berbagai onderdil, tipe berikut harga, dan mengayomi berbagai pelanggan yang datang ke bengkel bapak. Namanya juga usaha di bidang hospitality, keramahan kepada pelanggan tetap diutamakan.

Nah, karena sering bersinggungan dengan banyak orang, akhirnya saya bisa memetakan 4 jenis pelanggan yang sering mampir ke bengkel Bapak. Tanpa berlama-lama, ini daftarnya.

#1 Pelanggan setia

Bengkel mana pun, pasti punya pelanggan setia. Kebanyakan, pelanggan setia adalah teman-teman bapak mulai dari teman sekolah hingga teman mainnya yang mempercayakan motornya diperiksa dan “diobati” oleh Bapak. Biasanya hanya servis ringan sih, seperti ganti oli, ganti kampas rem, atau periksa lampu. 

Sambil memeriksa motornya dengan cara digeber-geber gasnya, biasanya mereka akan ngobrol terkait masa lalu. Meski kurang relate, tetap saja saya dengarkan. Belum lagi kalau yang datang adalah sekelompok teman SMA-nya. Pecah. Pernah, hasil obrolan mereka malah berakhir menjadi reuni akbar angkatan SMA-nya. Kalau tipe pelanggan yang ini datang, biasanya Mama saya akan segera siap menyediakan teh dan biskuit sebagai teman ngobrol mereka. 

#2 Pelanggan baru 

Untuk tipe pelanggan ini adalah pelanggan yang kebetulan mengalami kendala dengan motornya dan terjadinya di sekitar bengkel bapak saya. Kebetulan banget, bengkel bapak saya di pinggir jalan utama provinsi, panen banyak lah ya. 

Pelanggan baru ini datang dari berbagai daerah dan kebanyakan mampir ketika tali gas putus, ban bocor, atau tidak mau distarter. Ibarat kasus ini adalah level menengah. 

Baca Juga:

Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor

Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal

Bapak dengan level ekstrovertnya yang tinggi akan mengajak pelanggan baru ini ngobrol. Biasanya akan ditanya-tanya yang basic seperti asal dari mana, mau ke mana, punya saudara di kota A nggak, rumahnya dekat pembakal XYZ nggak, sudah macam petugas sensus. Tapi dari sini, obrolan terus nyambung dan biasanya akan ketemu saudara jauh atau tetangganya teman SD mbuh siapa. 

Hal inilah yang membuat pelanggan baru tersebut datang kembali ke bengkel Bapak saya. Alasannya karena sudah tahu lokasi bengkel bapak saya dan malas ke bengkel lain. Khawatir servisnya tidak memuaskan semacam trust issue pelanggan ke bengkel gitu lah. Atau juga alasan berupa sudah “rasuk pandiran” kalau kata orang Banjar, alias sudah nyambung obrolannya. 

#3 Pelanggan yang hampir menyerah

Pelanggan tipe ini adalah pelanggan yang sudah membawa motornya ke bengkel mana-mana, tapi mendapat penolakan. Biasanya karena kendalanya terlalu berat atau perlu waktu lama pengerjaannya. Montir kan juga manusia, punya hak untuk menolak. Apalagi kalau motornya adalah motor yang sudah penuh revolusi, alias dibongkar pasang di mana-mana.

Umumnya kendalanya sudah mengarah ke bongkar mesin yang berasal dari kebiasaan user motor yang kurang abai dengan motornya. Harusnya servis rutin bulanan, eh malah berbaring seharian, alhasil motor mogok sehari lebih cepat.

Kalau sudah begini, biasanya perlu waktu seminggu untuk prosesnya. Dimulai dari pengecekan awal, pemeriksaan, pencarian onderdil, pengecekan kedua dan test drive atau rayon. Kenapa seminggu? Ini menjadi pertanyaan dari banyak pihak juga. Jawaban Bapak saya karena akan ada banyak motor lain yang pengerjaannya lebih cepat dan tidak mungkin tidak didahulukan. Okelah. 

Bapak saya cenderung bilang ya jika ada motor seperti ini dan membiarkan motor-motor ini terparkir indah di depan rumah. Teman saya yang baru pertama kali datang main ke rumah saya mengira saya adalah golongan 1 persen Indonesia saking banyaknya motor parkir. Padahal ini tuh motor titipan orang, Kawan, dalam kondisi rusak lagi. 

#4 Emak-emak

Tipe pelanggan ini merupakan jenis kelompok tersendiri. Alasannya karena biasanya kendalanya sederhana seperti ban kempes, lampu sein yang tidak mau nyala, atau tidak bisa membuka jok motor. Biasanya motornya bukan milik ibu tersebut, tetapi milik anak atau kerabatnya yang diam-diam ia pakai. Ketika ada yang tidak normal, bukannya nanya ke empunya motor, tapi malah dibawa ke bengkel dan konsultasi dengan Bapak saya. 

Kedatangan pelanggan ini ibarat win-win solution. Bapak saya mendapat cuan dari servis ringan ini dan ibu-ibu tersebut mendapat pengalaman dan pengetahuan baru terkait motor.

Namun, tidak sama dengan genk ibu-ibu sen kanan belok kiri, pelanggan ibu-ibu ini baiknya kebangetan. Saya sering kali mendapat kue-kue atau sayur mayur sebagai balasan mereka karena membantu motornya baik jalannya. Apalagi kalau dibantu nyalain motor mereka pake starter kaki atau bantu standar dua. 

#5 Si paling bengkel

Pelanggan tipe ini yang biasanya bikin proses pengerjaan tambah lama. Kendalanya biasanya cukup beragam, mulai dari yang level mudah seperti ganti oli sampai ke level syulit seperti bersih-bersih karburator. Masalahnya adalah ketika lagi dikerjain dan montir sedang fokus, hendaknya pelanggan juga bisa baca situasi ya. Mohon tidak diajak brainstorming tentang suku cadang yang menurut kamu paling bagus dan mahal, tapi nggak mau beli. Atau julid tentang bengkel sebelah. Apalagi sampai ngajarin harusnya ini dulu dikerjain, ketika ditanya tau dari mana, jawabnya dari YouTube. Kan kesal ya. 

Untuk menangani pelanggan macam ini memang perlu sedikit ketegasan, sih. Bapak saya kadang memarahi pelanggan yang sok tahu. Bukannya apa, kalau situ sudah tahu ya mending ambil kunci 12-mu dan kerjakan sendiri. 

Kecuali diminta second opinion untuk pergantian suku cadang, nah ini boleh debat. 

Tapi yang namanya pelanggan, tetap saja dilayani Bapak. Semua sama derajatnya, mengharapkan pertolongan dan percaya ke bengkel yang didatanginya. Hendaknya semua pelanggan mendapat informasi yang sama dan tercukupi tentang kendala dan solusi yang diberikan.

Selain tipe pelanggan di atas, sebenarnya ada lagi tipe pelanggan yang lain. Namun, saya rasa tipe pelanggan diatas sudah mewakili mayoritas yang datang ke bengkel bapak. Kedatangan pelanggan ini memberikan saya pemahaman baru, bahwa manusia itu unik. Dan semahal apa pun motornya, kalau penggunanya abai, cepat atau lambat akan ke bengkel juga. 

Penulis: Muhammad Bayu Andhini
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Para Montir di Bengkel Motor Seharusnya Bersyukur Masih Ada Orang Goblok seperti Saya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 September 2022 oleh

Tags: bengkelpelanggan
Muhammad Bayu Andhini

Muhammad Bayu Andhini

Suka jalan kalau sudah makan nasi.

ArtikelTerkait

4 Dosa Warung Kelontong yang Bikin Pelanggan Kabur

4 Dosa Warung Kelontong yang Bikin Pelanggan Kabur

12 Januari 2024
5 Dosa Pelanggan Rumah Makan yang Bikin Orang Lain Kesal Mojok.co

5 Dosa Pelanggan Rumah Makan yang Bikin Orang Lain Kesal

10 Oktober 2024
5 Hal yang Selalu Ada di Warung Madura dan Tidak Disadari Pelanggan

5 Hal yang Selalu Ada di Warung Madura dan Tidak Disadari Pelanggan

16 Februari 2023
5 Tipe Pelanggan Bengkel yang Sering Ditemui montir

Nggak Semua Montir Bengkel Ahli Dalam Memperbaiki Motor, yang Bikin Dompet Jebol Juga Ada!

22 Juli 2023
Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor Mojok.co

Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor

23 Februari 2026
Harga Paket Internet Beda, Padahal Sama-sama Pakai Kartu XL: Diskriminasi XL Bikin Saya Kecewa sebagai Pelanggan Setia

Harga Paket Internet Beda padahal Sama-sama Pakai Kartu XL: Diskriminasi yang Bikin Saya Kecewa sebagai Pelanggan Setia

1 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.