Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Battle Kopi Cup: Kopi Nongkrong vs Kopikap, Mana yang Lebih Unggul?

Dhimas Raditya Lustiono oleh Dhimas Raditya Lustiono
21 Juli 2022
A A
Battle Kopi Cup Kopi Nongkrong vs Kopikap, Mana yang Lebih Unggul Terminal Mojok

Battle Kopi Cup Kopi Nongkrong vs Kopikap, Mana yang Lebih Unggul (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Antara Kopi Nongkrong dan Kopikap, kopi cup mana yang worth to buy?

Tak hanya berhenti pada kemasan saset dan botolan, persaingan di dunia kopi juga merambah pada kemasan cup yang sering dijajakan di warung kelontong yang memiliki fasilitas WiFi 2000-an.

Setidaknya, saat ini ada 2 merek kopi cup yang mudah ditemui di warung-warung, yakni Kopi Nongkrong dan Kopikap. Keduanya sama-sama menawarkan kemasan 150 ml dan sama-sama menjual nama “Cappuccino” pada kemasannya.

Sebagai mas-mas yang gemar mencicipi kopi, saya pun mengadu kedua merek kopi cup tersebut. Fyi, keduanya saya cicipi setelah beberapa jam didinginkan di kulkas. Jadi, saya mencicipi Kopi Nongkrong dan Kopikap yang sudah dingin. Untuk mengetahui mana yang lebih unggul, berikut hasil battle antara Kopi Nongkrong dan Kopikap.

#1 Harga dan kemasan

Kopi Nongkrong dibanderol dengan harga Rp1.500 per cup. Kemasannya berbahan plastik rigid dan nggak mudah penyok.

Kopikap dibanderol dengan harga Rp1.000 per cup. Kemasannya cup plastik transparan yang rentan penyok sehingga kurang estetik untuk dijadikan objek foto.

#2 Aroma

Ketika mencicipi Kopi Nongkrong, saya nggak menghirup aroma kopi yang kuat, hidung saya malah menangkap aroma cappuccino instan yang sangat encer. Sementara itu, ketika mencoba Kopikap—yang konon katanya agak berbau apek—saya pun nggak menemukan aroma kopi yang kuat.

#3 Komposisi

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, antara kedua merek kopi cup yang saya cicipi ini, keduanya mengusung embel-embel “cappuccino”. Mari kita pahami dulu apa itu cappuccino. Cappuccino merupakan seduhan kopi yang berisi 1/3 espresso, 1/3 susu steam, dan 1/3 foam susu. Artinya, harus ada komponen kopi dan susu dalam 1 sajian cappuccino.

Baca Juga:

Caffino Bold Dark Cappuccino, Kopi Sachet Terbaik yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

3 “Penghinaan” yang Dilakukan Orang Indonesia terhadap Makanan Italia

Pada kemasan Kopi Nongkrong, di kolom komposisi tertulis kopi instan 0,45%, air, dan gula. Kebayang nggak encernya seperti apa? Sementara Kopikap menawarkan kopi instan yang lebih banyak, yakni 1,3%, air, dan gula. Meski begitu kopi masih terasa encer.

Sebenarnya, kedua kopi cup tersebut belum memenuhi syarat sah cappuccino lantaran dalam komposisinya nggak tertulis komponen susu. Saya jadi curiga, jangan-jangan kopi instan yang dimaksud dalam komposisi Kopi Nongkrong dan Kopikap adalah cappuccino instan sasetan. Meski begitu, keduanya sama-sama mengandung krimer nabati dan perisa sintetik.

#4 Rasa

Ketika diseruput, saya nggak menemukan rasa kopi dari Kopi Nongkrong. Mungkin karena komposisi airnya terlampau banyak dibanding dengan komposisi kopinya. Saya juga nggak mendapatkan rasa susu dari satu cup Kopi Nongkrong. Rasa manisnya juga terasa nanggung. Yang saya dapatkan dari kopi kemasan cup ini adalah rasa krimer yang kuat.

Selesai mencicipi Kopi Nongkrong, saya jadi kepikiran. Arti tagline “enaknya menggelora” seperti yang dikatakan Virzha jelas patut dipertanyakan. Apakah mungkin yang menggelora itu bukan kopinya, melainkan krimernya?

Sementara itu, rasa kopi pada Kopikap terasa lebih kuat dan nggak tertutup oleh rasa krimer. Meski begitu, saya nggak bisa menangkap unsur susu dalam kopi satu ini. Yah, setidaknya Kopikap masih menonjolkan sedikit rasa kopi dan rasa manis yang lebih pas.

#5 Kesimpulan

Baik Kopi Nongkrong dan Kopikap sama-sama belum memenuhi syarat sah cappuccino. Kopi Nongkrong memang unggul dalam hal kemasan, tetapi soal rasa kalah dari Kopikap. Harganya pun lebih mahal sedikit. Sedangkan Kopikap memang unggul soal rasa, namun kemasannya sering penyok. Mungkin karena kemasannya yang lebih “sederhana” ini membuat harganya jadi nggak terlalu mahal.

Dalam battle kopi cup kali ini, harus saya akui Kopikap sedikit lebih unggul karena rasa kopinya lebih terasa dan harganya lebih murah. Kalau kalian nggak setuju dengan saya, ya terserah. Soal rasa memang selera masing-masing. Yang penting jangan lupa mengecek tanggal kedaluwarsanya sebelum dibeli ya, Gaes.

Penulis: Dhimas Raditya Lustiono
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 6 Rekomendasi Kopi Saset Seenak Buatan Barista di Kedai Kopi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Juli 2022 oleh

Tags: cappuccinokopi cupkopi nongkrongkopikap
Dhimas Raditya Lustiono

Dhimas Raditya Lustiono

Membawa keahlian komunikasi dari dunia penyiaran ke dalam ruang perawatan. Sebagai mantan penyiar radio yang kini menjadi perawat,

ArtikelTerkait

Membaca 6 Kepribadian Berdasarkan Minuman yang Dipesan di Kedai Kopi terminal mojok.co

Membaca 6 Kepribadian Berdasarkan Minuman yang Dipesan di Kedai Kopi

11 Desember 2020
Caffino Bold Dark Cappuccino, Kopi Sachet Terbaik yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

Caffino Bold Dark Cappuccino, Kopi Sachet Terbaik yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

7 Januari 2025
3 “Penghinaan” yang Dilakukan Orang Indonesia terhadap Makanan Italia

3 “Penghinaan” yang Dilakukan Orang Indonesia terhadap Makanan Italia

4 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

8 Maret 2026
Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

12 Maret 2026
ATM Pecahan 20 Ribu Menyelamatkan Saya dari Biaya Jasa Tukar Uang Baru Pinggir Jalan yang Nggak Masuk Akal Mojok.co

ATM Pecahan 20 Ribu Menyelamatkan Saya dari Biaya Jasa Tukar Uang Baru Pinggir Jalan yang Nggak Masuk Akal

10 Maret 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Bagi-bagi Takjil yang Niatnya Mulia tapi Kadang Bikin Jalanan Jadi Macet dan Ricuh

7 Maret 2026
Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

11 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.