Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Alasan Kota Pelajar Lebih Romantis ketimbang Kota Kelahiran

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
12 Juli 2022
A A
4 Alasan Kota Pelajar Lebih Romantis ketimbang Kota Kelahiran

Tugu Jogja (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Disadari atau nggak, beberapa daerah yang dianggap romantis adalah tempat-tempat di mana banyak orang menuntut pendidikan tinggi. Salah satu contohnya adalah Jogja, sampai-sampai disebut Kota Pelajar. Begitu pula dengan Bandung, anggapan Bandung itu romantis, kerap hadir dari para mahasiswanya yang berasal dari berbagai kota terutama daerah Jabodetabek.

Saya nggak bisa menyangkal bahwa anggapan Jogja dan Bandung itu romantis hadir dari mahasiswa dari luar kota tersebut. Entah mengapa, saya pun merasakan demikian, bahwa kota tempat saya berkuliah itu begitu romantis bagi saya. Bahkan terkadang jauh lebih romantis ketimbang tempat asal saya sendiri.

Salah satu bukti sederhana, banyak orang yang telah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi malah memilih untuk menetap di tempat mereka kuliah dari pada kembali ke kampung halaman.

Biar mudah, kita sebut kota tempat kuliah dengan sebutan kota pelajar ya. Nggak kita batasi ke Jogja, sebagai Kota Pelajar sebenarnya.

Setelah saya flashback masa kuliah, saya menyusun beberapa alasan yang menyebabkan kota tempat berkuliah menjadi lebih romantis ketimbang daerah asal sendiri.

#1 Tempat menjadi dewasa

Bagi saya pribadi, proses pendewasaan yang sesungguhnya baru tejadi ketika saya dilepas oleh kedua orang tua saya untuk kuliah di kota orang. Maklum, sebelum kuliah, saya nggak pernah mengenyam bangku pendidikan di luar kecamatan. Saya merasa seperti ikan arwana yang dipelihara oleh Bapak saya, berputar-putar di situ-situ saja.

Ketika kuliah, saya baru diberikan kebebasan dalam mengatur kehidupan sendiri tapi tetap dapat uang bulanan dari orang tua. Berapa pun jumlah yang diberikan oleh orang tua saya, harus cukup dikelola untuk memenuhi kebutuhan sebagai seorang mahasiswa. Dari proses ini, saya mendapatkan beberapa pengalaman berharga yang dapat membuat saya semakin dewasa dan bertanggungjawab atas setiap keputusan yang saya pilih dalam hidup.

Kok patokan pendewasaan dari uang saku? Lho, jangan salah. Uang bisa bikin manusia pinter. Coba deh situ hidup dengan uang yang dikit, pasti jadi kreatif.

Baca Juga:

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

#2 Ketemu jodoh

Saya yakin, nggak sedikit kawan klean yang pacaran semasa kuliah dan berakhir di pelaminan. Kota pelajar, selain memberikan kalian akses pendidikan, juga memberikan kalian kesempatan mencari jodoh. Apalagi Jogja, kisah cinta di kota ini bersemi bak jamur di musim hujan.

Cuman ya itu, ada yang berhasil, ada yang gagal. Yang gagal yo nangeees.

;

#3 Menemukan sahabat sejati

Ada orang yang menemukan sahabat atau teman yang bisa menjadi acuan hidup ketika bersekolah. Seperti kisah Ikal yang bertemu Lintang saat SD atau saat ikal berjuang bersama Arai sejak SMA dalam buku-buku karya Andrea Hirata.

Berbeda dengan cerita Ikal, saya menemukan sahabat dan teman yang bisa menjadi acuan hidup pada saat kuliah. Agak mirip-mirip dengan kisahnya Mas Puthut di buku Para Bajingan yang Menyenangkan. Cuma bedanya kalau saya versi aktivis ormawa, bukan penjudi apalagi peminum.

#4 Fasilitas yang lebih memadai

Kota pelajar biasanya lebih romantis karena lebih nyaman ketimbang tempat asalnya. Saya ambil contoh kasusnya pada diri saya sendiri, saya waktu itu adalah seorang anak yang berasal dari Cikarang dan berkuliah di Semarang.

Meskipun Cikarang merupakan bagian dari Jabodetabek, sayangnya nggak punya fasilitas selengkap dan senyaman Semarang. Mulai dari transportasi publik, fasilitas pendidikan, sampai tempat wisata, jelas Cikarang kalah jauh dengan Semarang. Makanya saya lebih mudah meromantisasi Semarang ketimbang Cikarang karena seperti kata pepatah percintaan bahwa yang datang duluan bakal kalah sama yang memberikan kenyamanan.

Begitu kira-kira alasan yang membuat kota pelajar atau tempat seseorang kuliah menjadi begitu sangat romantis. Serta menjadi magnet untuk datang ke sana terus-menerus, meski kota pelajar tersebut hanya memberi rasa sakit akan kenangan masa lalu.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jogja, Kota Pelajar yang Tak Belajar dari Kesalahan Jakarta

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2022 oleh

Tags: BandungJogjaKota pelajarromantisSemarang
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Sunset di Tanah Monarki: Rakyat Jogja diusir oleh Investasi

Sunset di Tanah Monarki: Rakyat Jogja diusir oleh Investasi

16 Oktober 2022
Stop Menjelekkan Jogja, Ini Buktinya Jogja Aman dan Makmur terminal mojok.co

Stop Menjelekkan Jogja, Ini Buktinya Jogja Aman dan Makmur

31 Desember 2021
Jogja Nggak Berubah Itu Bullshit! Cuma Omong Kosong Belaka! (Unsplash)

Saya Semakin Muak dengan Orang yang Bilang Jogja itu Nggak Berubah Padahal Nyatanya Bullshit!

19 November 2025
Bangunjiwo Bantul Problematik: Daerahnya Makin Modern, tapi Infrastruktur Nggak Memadai bantul jogja

Bantul, Daerah yang Isinya Kejadian Aneh, Hal Aneh, dan Orang Aneh. Semuanya Aneh!

26 Februari 2024
Pertigaan Kanisius Deresan Jogja Titik Kebencian Baru Bagi Warga (Pexels)

Pertigaan Kanisius Deresan Jogja Titik Kebencian Baru bagi Warga: Pak Ogah Saja Udah Ogah Mengatur Jalan di Situ

3 Maret 2025
Membayangkan Vokalis Sheila on 7 Bukan Pak Duta, Mungkin Begini Nasib Band Legendaris Ini (Terminal)

Membayangkan Vokalis Sheila on 7 Bukan Pak Duta, Mungkin Begini Nasib Band Legendaris Ini

15 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif
  • Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol
  • Hari-hari Penuh Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo Menuju Kebangkrutan: Sudah Melarat karena Tipisnya Keuntungan Kini Terancam Mati karena Kenaikan Harga Plastik
  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.