Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

6 Budaya Kerja Jepang yang Bikin Geleng-geleng Kepala

Primasari N Dewi oleh Primasari N Dewi
25 Juni 2022
A A
6 Budaya Kerja Jepang yang Bikin Geleng-geleng Kepala Terminal Mojok

6 Budaya Kerja Jepang yang Bikin Geleng-geleng Kepala (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pulang kerja tepat waktu di Jepang? Jangan ngimpi!

Ada banyak sekali budaya dan aturan kerja di Jepang yang nggak tertulis. Kalau nggak dilakukan, biasanya akan membuat seseorang merasa tersisihkan dan malah jadi nggak betah kerja. Terlebih orang asing yang bekerja di Jepang. Bisa-bisa malah kena diskriminasi lantaran nggak mengikuti budaya kerja di Jepang.

ADVERTISEMENT

Lingkungan kerja di Jepang yang kaku dan kurang fleksibel menjadi penyebab lahirnya beberapa budaya kerja berikut. Sebagai orang Indonesia, mungkin kita akan geleng-geleng kepala melihatnya. Apa saja ya budaya kerja Jepang yang dimaksud?

#1 Nggak ada istilah “tenggo”

Di Jepang, nggak ada tuh yang namanya “tenggo” alias begitu teng jam pulang kantor langsung go. Di Indonesia, biasanya beberapa menit sebelum jam pulang kantor berakhir, kita akan menjumpai karyawan yang sudah antre di depan mesin presensi untuk bersiap pulang. Atau, kalaupun harus pulang kantor telat, biasanya maksimal molor sampai sekitar 30 menit karena harus mengerjakan tugas yang belum beres atau menunggu rush hour sambil ngobrol bareng rekan kerja. Di Jepang, boro-boro bakal menemukan fenomena serupa.

Menurut kalian, jam kerja kantoran orang Jepang yang mulai pukul 9 pagi dan berakhir pukul 5 sore itu bakal membuat orang Jepang pulang jam berapa? 6? 7? Salah, Gaes. Faktanya, orang Jepang baru bakal pulang kerja sekitar pukul 8 atau 9 malam. Belum lagi kalau mereka diajak minum-minum dulu, wah, bakal makin malam pulangnya.

#2 Acara minum-minum kantoran (nomikai)

Seperti halnya di Korea Selatan, di Jepang ada budaya minum-minum bersama rekan kantor setelah pulang kerja. Ada juga budaya minum-minum bersama rekan bisnis. Katanya sih untuk menjaga relasi.

Acara minum-minum (nomikai) ini memang nggak dilakukan setiap hari, minimal seminggu sekali. Kadang, nggak cuma minum, ada juga yang setelah minum-minum lanjut karaokean. Nggak heran kalau para salaryman dan office lady di Jepang bisa pulang larut malam setiap harinya.

Kebiasaan minum-minum bareng rekan kerja atau rekan bisnis ini nggak dihitung lembur, lho. Biaya makan dan minum barengnya saja biasanya ditanggung bersama alias patungan, meski sesekali dibayari bos, sih. Boros juga kan jadinya? Sebenarnya nomikai ini nggak wajib diikuti, tapi kalau nggak ikut biasanya ada rasa nggak enak sama bos sendiri. Serba salah, ya?

Baca Juga:

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

#3 Bawa oleh-oleh setelah bepergian

Di Jepang, ada satu kebiasaan yang hampir mirip dengan yang dilakukan orang Indonesia, yakni bawa oleh-oleh setelah bepergian. Entah pergi untuk melakukan perjalanan dinas dari kantor atau bepergian ke suatu tempat seperti pulang kampung, wajib hukumnya membawa oleh-oleh ke kantor.

Biasanya, karyawan yang bepergian ini akan membawa oleh-oleh untuk dibagikan ke rekan-rekannya di kantor. Biasanya uang untuk membeli oleh-oleh ini bersumber dari dompet sendiri. Tapi, kalau dapat uang transportasi dan uang makan untuk perjalanan dinas sih tinggal pintar-pintar saja mengatur uangnya biar bisa dipakai membeli oleh-oleh.

#4 Nggak ada seragam kantor dan pakai pakaian kalem

Umumnya kantor-kantor di Jepang nggak punya seragam khusus buat karyawannya. Bahkan, PNS di Jepang saja nggak punya baju dinas. Biasanya untuk bekerja sehari-hari, para pekerja di Jepang memakai celana/rok dan kemeja formal plus jas atau blazer. Pakaian mereka ini cenderung polos, kalaupun bermotif, biasanya bukan motif yang aneh. Warna pakaian kerja mereka pun nggak mencolok.

Warna pakaian yang paling sering dipakai orang Jepang untuk bekerja kalau nggak hitam, ya warna abu-abu, putih, krem, atau warna-warna lain dengan tone kalem. Agak berbeda dengan pakaian kantor orang Korea yang lebih berwarna-warni, ya

#5 Hubungan senior junior yang kaku

Budaya lain di lingkungan kerja Jepang adalah junior yang harus mau “disuruh-disuruh” oleh senior dan atasannya. “Disuruh-suruh” ini maksudnya dalam hal kebaikan demi keuntungan perusahaan, ya. Bahkan ada juga kebiasaan menyuruh karyawati junior untuk menghidangkan minuman kalau ada tamu yang datang ke kantor.

Seorang karyawan baru di sebuah perusahaan di Jepang juga biasanya akan digembleng oleh seniornya agar bisa segera beradaptasi dengan pekerjaan barunya. Dulu, butuh waktu bertahun-tahun bagi seseorang untuk melakukan satu pekerjaan monoton sebelum berganti ke pekerjaan lain.

Keuntungan dari hubungan senior-junior yang kaku ini, jika ada kesalahan terkait pekerjaan, biasanya karyawan senior lah yang harus bertanggung jawab. Pokoknya hubungan antara senior dan junior di Jepang masih sangat kaku, deh.

#6 Wajib siap 5 menit sebelum bekerja

Di Jepang ada istilah “go-fun mae no seishin” yang artinya “sikap mental bersiap 5 menit sebelumnya”. Konon, istilah ini berasal dari tradisi angkatan laut Kekaisaran Jepang dan terus digunakan sampai sekarang. Orang Jepang diharapkan sudah bersiap-siap 5 menit sebelum waktu yang ditentukan sehingga saat waktunya tiba segala sesuatu bisa dimulai tepat waktu. Jadi, bagi orang Jepang, tepat waktu saja itu sudah dianggap terlambat, lho.

Gara-gara kebiasaan ini, biasanya orang Jepang akan hadir di kantor 5-15 menit sebelum jam mulai kantor. Mereka akan menyalakan komputer, printer, dll. terlebih dulu sebagai persiapan. Begitu jam kantor dimulai, mereka pun bisa langsung bekerja.

Begitulah sedikit gambaran mengenai budaya kerja orang Jepang. Gimana menurut kalian? Mungkin ada beberapa hal yang sama dilakukan di Indonesia juga, sih, sisanya bikin terheran-heran.

Penulis: Primasari N Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Orang Jepang dan Kepercayaan Golongan Darah Menentukan Kepribadian Seseorang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2022 oleh

Tags: Budaya Kerjajepang
Primasari N Dewi

Primasari N Dewi

Saat ini bekerja di Jepang, menjalani hari demi hari sebagai bagian dari proses belajar, bertahan, dan berkembang.

ArtikelTerkait

Kendarai Sepeda Motor di Jepang Jauh Lebih Ribet Dibanding Mobil terminal mojok.co

Kendarai Sepeda Motor di Jepang Jauh Lebih Ribet Dibanding Mobil

26 November 2021
5 Hal yang Terjadi di Jepang Saat Musim Hujan Tiba

5 Hal yang Terjadi di Jepang Saat Musim Hujan Tiba

23 Juni 2023
Memastikan Keberadaan The Real Sekolah Suzuran di Jepang

Memastikan Keberadaan The Real Sekolah Suzuran di Jepang

26 Oktober 2022
Salon de thé François industri musik jepang mojok

Mengenal Salon de thé François, Kafe Sarang Aktivis Legendaris di Jepang

31 Mei 2021
taekwondo korea kata edo mojok

Salah Kaprah tentang Bela Diri Taekwondo yang Dipercayai Banyak Orang

20 Januari 2021
bebas visa anime 2021 jepang mojok

Semoga 5 Negara Ini Menerapkan Bebas Visa buat Turis Indonesia

15 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co purwakarta

Ironi Karawang: bikin pusat perbelanjaan, tapi pinjem nama Jakarta karena nggak pede

22 Juli 2026
Stasiun Cawang adalah kunci warga untuk tetap waras sehari-hari naik KRL Depok Jakarta Mojok.co

Stasiun Cawang adalah kunci untuk tetap waras bagi warga yang sehari-hari naik KRL Depok-Jakarta

23 Juli 2026
Pesan untuk orang tua ambis yang khawatir anaknya nggak juara kelas Mojok.co

Pesan dari orang tua untuk sesama orang tua, stop paksa anak yang baru masuk SD jadi juara kelas

24 Juli 2026
Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah Mojok

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

21 Juli 2026
Agent Kim: Reactivated, drakor yang tidak ramah buat kaum yatim pasif

Agent Kim: Reactivated, drakor yang tidak ramah buat kaum yatim pasif

23 Juli 2026
Gara-gara pada magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri (Unsplash)

Gara-gara semua orang magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.