Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Hush, Jangan Suudzon Merasa Tidak Dicintai Pasangan, Bahasa Cinta Kalian Mungkin Berbeda

Maria Kristi oleh Maria Kristi
20 Oktober 2019
A A
8 jenis cinta, dicintai pasangan

8 Jenis Cinta yang Perlu Kamu dan Pasanganmu Ketahui

Share on FacebookShare on Twitter

 

Disclaimer: tulisan ini untuk dewasa. Maksudnya untuk pasangan yang sudah menikah. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk dibaca mereka yang berencana menikah. Heuheu.

ADVERTISEMENT

“Duh, kok dia diam-diam saja ya? Sama sekali tidak ngomentarin potongan rambut baruku,” batin seorang istri dengan mata melotot ala-ala bintang sinetron Indonesia dan suara hati yang terdengar keras-keras oleh penonton, “jangan-jangan, dia sudah tidak mencintaiku lagi!”

Lalu kamera di-shoot lebih mendekat ke wajah sang istri tokoh antagonis  dengan suara musik yang jeng-jeng-jeng-jeng. Sedangkan di background, sang suami yang tidak merasa bersalah sedang baca koran dan memanggil istrinya, “Mah, kok bengong saja di situ dari tadi? Ke sini dong duduk ngobrol-ngobrol sama Papah.”

Terus sang suami bingung karena istrinya hanya melengos lalu pergi dengan langkah kaki yang menunjukkan kalau dia sebel. “Lha, aku salah apa Mah?”

Kisah di atas fiktif belaka namun tidak menutup kemungkinan benar terjadi di masyarakat kita. Hal ini terjadi karena perbedaan “bahasa cinta” antara keduanya. “Bahasa cinta” ini maksudnya adalah bahasa yang dipilih seseorang untuk menyatakan cintanya, dan juga pilihannya untuk menerima atau merasakan cinta dari pasangannya.

Dalam kasus tadi, bahasa cinta sang istri adalah pujian. Ia merasa dicintai pasangan jika dipuji. Eh apesnya bahasa cinta sang suami adalah quality time, waktu bersama-sama dengan istri yang berkualitas. Sang suami menunjukkan cintanya dengan mengajak ngobrol, bukan memuji potongan rambut sang istri.

Saat ini setidaknya ada lima jenis bahasa cinta yang telah diketahui. Kelimanya adalah: quality time, pujian, melayani, sentuhan fisik, dan menerima hadiah. Bahasa cinta satu orang mungkin terdiri dari dua “bahasa” yang dominan dari kelimanya dan bisa berbeda dari pasangannya. Perbedaan inilah yang sering membuat pasangan suami istri “merasa” tidak dicintai pasangannya.

Baca Juga:

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

Perasaan Bahagia Saat Sahabat Menikah Berubah Sedih dan Kesepian karena Sadar Kehilangan Teman Main dan Cerita

Orang yang bahasa cintanya berupa quality time, merasa paling dicintai pasangan jika ditemani melakukan kegiatan yang disukainya tanpa interupsi dari handphone atau lainnya. Intinya dia merasa suka melewatkan waktu yang berkualitas dengan pasangannya. Pasangan yang terlalu sibuk dan tidak bisa menemani dapat menyebabkan orang dengan “bahasa cinta” tipe ini merasa sedih.

Orang yang bahasa cintanya pujian senang memuji dan dipuji. Seperti si ibu dalam kisah di atas, orang dengan bahasa cinta pujian berharap pujian dari pasangannya atas sesuatu yang berhasil diraihnya. Dia pun tidak ragu untuk mengungkapkan kekagumannya pada orang-orang yang disayanginya.

Melayani bisa merupakan suatu “bahasa cinta”? Oh, jelas bisa. Orang dengan bahasa cinta melayani ini senang membantu orang terkasihnya. Tapi dia juga senang mendapat bantuan. Kalau pasangannya tidak peka, dia bisa merasa cintanya bertepuk sebelah tangan. Sudah beberes rumah, eh tidak dihargai.

Bahasa cinta sentuhan fisik jangan diartikan ke hal yang tidak-tidak ya. Orang yang bahasa cintanya sentuhan fisik biasanya senang menyentuh orang yang disayanginya. Bisa berupa menggandeng tangan ketika menyeberang jalan di muka umum, menepuk pundak, dan sebagainya.

Yang terakhir, menerima hadiah. Kalau pasanganmu ngambek berat akibat kamu lupa tanggal ulang tahun pernikahan (atau tanggal jadian bagi yang belum menikah) kemungkinan bahasa cintanya adalah menerima hadiah. Eits, jangan menuduh dia matre ya. Bisa saja yang dilihatnya adalah usaha kita untuk menyediakan hadiah tersebut dan memberikannya di hari istimewa.

Bagaimana cara mengetahui bahasa cinta yang kita gunakan? Dengan melihat apa hal yang paling menyenangkan hati kita saat dilakukan oleh pasangan.

Apakah saat dia memberikan kado? Atau ketika ia bersih-bersih rumah? Menggandeng tangan di muka umum? Memberikan pujian? Atau sekadar ngobrol ngalor-ngidul tanpa sekalipun ia membuka handphone?

Jawaban dari pertanyaan tersebut menentukan “bahasa cinta” apa yang kita gunakan. Sebaiknya kita mengenal diri sendiri sehingga tahu apa yang kita harapkan dari pasangan.

Tapi ada lagi yang lebih penting daripada mengetahui “bahasa cinta” yang kita gunakan. Apakah itu? Tentu saja mengetahui “bahasa cinta” yang digunakan pasangan. Tujuannya tentu agar pasangan tidak merasa diasingkan dan merasa dicintai juga.

Bagaimana cara mengetahui bahasa cinta yang digunakan oleh pasangan? Dengan memperhatikan apa yang mudah membuat mereka marah jika tidak memperolehnya. Misalnya seorang wanita yang marah-marah karena suami sibuk bermalas-malasan sedangkan ia harus membersihkan rumah, kemungkinan besar bahasa cinta wanita tersebut adalah melayani.

“Tapi suami saya tidak pernah marah-marah tuh, dia orangnya selow. Bagaimana cara tahu bahasa cinta yang digunakannya?”

Pada orang-orang seperti ini, kita dapat mengetahui bahasa cinta yang digunakanmya dengan melihat apa yang sering dilakukannya. Jika seseorang suami tidak pernah lupa tanggal perayaan apapun dalam keluarga badan selalu siap dengan kado yang menarik, kemungkinan besar bahasa cintanya adalah memberikan hadiah. Jangan lupa untuk membalas kadonya atau ia akan merasa tidak dicintai lagi.

Jika sudah mengetahui apa bahasa cinta yang dimiliki oleh kita dan pasangan, sebaiknya menunjukkan cinta atau perhatian pada pasangan sesuai dengan yang disukainya. Misal nih, kita suka banget kalau dikasih hadiah, tapi pasangan lebih suka menghabiskan waktu bersama ya kita menunjukkan perhatian padanya bukan dengan kado berharga fantastis, tapi misal menemaninya merakit Gundam kesukaannya. Misalnya lho …

Atau kalau pasangan senang kalau dipuji ya jangan ragu untuk memuji hal-hal yang memang positif dari pasanganmu. Tapi usahakan agar pujiannya tulus ya. Sebab tidak ada yang suka mendengar pujian palsu (kayanya sih).

Wis ya. Segitu dulu. Capek ngetiknya. Semoga bermanfaat. (*)

BACA JUGA Mengapa Dua Orang yang Saling Mencintai Setelah Sekian Lama Jadi Tampak Mirip? atau tulisan Maria Kristi Widhi Handayani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2019 oleh

Tags: bahasa cintamenikahPacaranrelationship
Maria Kristi

Maria Kristi

Seorang Dokter Spesialis Anak yang menemukan ruang praktiknya tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di rumah bersama lima buah hatinya. Ia Memadukan ilmu medis dengan insting seorang ibu

ArtikelTerkait

Museum Date di Museum Sonobudoyo Jogja, Ide Kencan yang Nggak Bikin Kantong Jebol. Cocok untuk Kaum Mendang-mending Mojok.co

Museum Date di Museum Sonobudoyo Jogja, Kencan yang Nggak Bikin Kantong Jebol. Cocok untuk Kaum Mendang-mending

7 Februari 2024
Membedah Isi Kepala Manusia yang Hobi Menggantungkan Hubungan Asmara terminal mojok.co

Kalau Orang Belum Pernah Pacaran Memangnya Kenapa?

10 Desember 2020
Agus Mulyadi, Penyebab Utama Prahara dalam Hubungan Saya

Agus Mulyadi, Penyebab Utama Prahara dalam Hubungan Saya

20 Januari 2021
relationship goals

Relationship Goal yang Sering Terlupakan: Ayah-Ibu dan Kakek-Nenek Kita

12 September 2019
fiersa besari

Hewan-hewan Ini Lebih Bucin dari Fiersa Besari

3 September 2019
segera menikah punya kakak mau nikah itu mengesalkan mojok.co

Dilema Karena Diminta Segera Menikah Sekaligus Dibuat Ragu Oleh Ibu

29 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Penyelesaian bullying di sekolah hanya dengan permintaan maaf adalah bukti bahwa hal ini nggak pernah dianggap serius

8 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.