Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Mourinho Pantas Berbahagia Membawa AS Roma ke Final Conference League

Yeremia Yori Rudito oleh Yeremia Yori Rudito
7 Mei 2022
A A
Mourinho Pantas Berbahagia Membawa AS Roma ke Final Conference League

Mourinho Pantas Berbahagia Membawa AS Roma ke Final Conference League (Kivnl via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mourinho amat pantas berbangga membawa Roma ke final. Sebab, ia berhasil membuat manusia kembali merajut mimpi dan mengenal rasa bahagia

Saya yakin kalau fans bola di Indonesia jarang ada yang nonton UEFA Conference League, kecuali orang tersebut mungkin adalah fans dari tim yang berlaga di Conference League atau mungkin juga yang lagi insomnia, gak tahu mau ngapain.

UEFA Conference League adalah turnamen yang masih sangat baru. Kontestannya juga bukan tim-tim elit Eropa seperti yang bisa kita lihat di Liga Champions ataupun yang terdampar di Europa League seperti Barcelona.

Bisa dibilang turnamen ini seperti tempat untuk klub medioker liga top Eropa dan klub-klub dari negara anggota UEFA yang berperingkat rendah bisa merasakan atmosfer turnamen Eropa. Dan tentunya bisa memperluas sorotan publik terhadap tim-tim tersebut.

Namun, anggapan-anggapan sepele mengenai Conference League mungkin tidak akan ada dalam benak seorang Jose Mourinho. Tangisan Mou saat peluit panjang wasit dibunyikan yang mengakhiri partai Roma melawan Leicester tadi malam, menggambarkan betapa berharganya gelar di turnamen ini.

Semalam, Roma berhasil memastikan tempat di final pertama UEFA Conference League dengan mengalahkan utusan Inggris, Leicester City, dengan skor 1-0 dan total agregat 2-1.

Sorotan publik tertuju pada air mata haru pelatih berkebangsaan Portugal ini. Beberapa detik sebelum peluit panjang dibunyikan, Mou sudah mulai terisak-isak sambil terus berteriak memberikan komando dari pinggir lapangan. Tangisan itu akhirnya pecah pada saat wasit asal Serbia, Srdjan Jovanovic, membunyikan peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Jose Mourinho sampai menangis saat mengetahui Roma lolos ke final #UECL 🥲🥲🥲

pic.twitter.com/mtHDpYk2U5

— Extra Time Indonesia (@idextratime) May 5, 2022

Baca Juga:

AS Roma: Transfer Tepat, Trofi Siap Didapat

Fans Bola yang Berdalih Mengalah demi Rival Adalah Seburuk-buruknya Fans

Bagi Mou, lolosnya Roma ke final Conference League mematenkan status Mou sebagai pelatih pertama yang pernah berlaga di partai final di semua kasta kompetisi antarklub Eropa, mulai dari kasta pertama (Liga Champions) sampai kasta ketiga (Conference League).

Prestasi Mou akan lebih membanggakan jikalau nantinya Roma berhasil memenangkan laga final dan membawa pulang trofi kasta ketiga kompetisi antarklub Eropa tersebut. Ini akan menjadikan Mou sebagai pelatih pertama yang pernah menjuarai kompetisi antarklub Eropa di semua kasta. Tidak mengherankan mengapa turnamen ini menjadi begitu berarti untuk Mou.

Kali ini, saya ingin bicara tentang Mourinho dengan tone yang positif. Mourinho adalah seorang petarung. Terlihat dari betapa menggebunya ia di pinggir lapangan. Kontroversi yang ia ciptakan adalah pertanda baginya, tak ada lawan yang tak bisa dikalahkan. Baiklah, itu memang gimmick, tapi, kau tak akan berani menciptakan gimmick sebegitu ngeri jika kau hanyalah seorang pembual.

Kasta turnamen ini memang tak setinggi turnamen lain yang pernah Mourinho ikuti dan menangkan, tapi tak lantas tanpa arti. Bagi Mou, ini adalah caranya menunjukkan kelas sebagai pelatih kawakan. Tim dengan kualitas apa pun, bisa ia bawa ke titik tertinggi yang bisa diraih. Dulu Porto, lalu Chelsea, meraih puncak bersama Inter, bersama Madrid meruntuhkan dominasi Guardiola, membawa United meraih gelar Eropa, lalu kali ini Serigala Ibu Kota dibawa ke final Eropa ketiga kalinya.

Kita tahu, beberapa waktu belakangan, Mourinho seperti tak berdaya. Ia tak bisa bikin sesuatu yang spesial bersama Tottenham, bahkan ia didepak dari Manchester United, tim yang ia bawa juara Eropa. Melatih tim seperti AS Roma, jujur saja, seperti downgrade. Saya tidak sedang meremehkan Roma, tapi inkonsistensi Roma selama beberapa tahun bikin tim tersebut sering kali tak dianggap pesaing juara.

AS Roma (Shutterstock.com)

Namun, nyatanya, bersama Mourinho, tim ini melaju ke final Eropa, meski kasta ketiga. Tim yang dilawan pun tak bisa dianggap remeh. Ini menunjukkan bahwa Mourinho pantas bangga membawa Roma ke final. Bagaimana pun, kompetisi ini punya gengsi.

Setidaknya, fans Roma bisa merasakan lagi bagaimana rasanya begitu dekat dengan juara. Hal ini tidaklah sepele. Bagi fans, sebuah klub tak hanya sekadar kumpulan manusia yang dijagokan untuk menjebol gawang lawan, namun nafas, semangat, dan kebanggaan. Membawa sebuah klub ke titik tertinggi, artinya, memberi kebahagiaan bagi banyak manusia yang mencintainya.

Berkaca dari hal tersebut saja, sudah menunjukkan bahwa Mourinho pantas berbangga membawa Roma ke final Conference League. Sebab, ia membuat banyak orang berani kembali merajut mimpi dan mengenalkan arti bahagia.

Penulis: Yeremia Yori Rudito
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Rodrygo, The Starboy

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2022 oleh

Tags: as romaMourinho
Yeremia Yori Rudito

Yeremia Yori Rudito

Mencoba menulis. Senengnya nonton bola.

ArtikelTerkait

daniele de rossi

Kepindahan Daniele De Rossi dan Sesuatu yang Langka Saat Ini

28 Juli 2019
AS Roma: Transfer Tepat, Trofi Siap Didapat

AS Roma: Transfer Tepat, Trofi Siap Didapat

7 Agustus 2022
ole pemain underrated fans bola fans Manchester United MU jesse lingard manchester united liverpool Real Madrid #GlazersOut Gini doang nih grup neraka? MOJOK.CO

Fans Bola yang Berdalih Mengalah demi Rival Adalah Seburuk-buruknya Fans

16 Februari 2021
Wawancara dengan Presiden Lazio Indonesia_ Tentang Loyalitas Laziale dan Optimis Dominasi Juventus Bakal Runtuh MOJOK.CO

Wawancara dengan Presiden Lazio Indonesia: Tentang Loyalitas Laziale dan Optimis Dominasi Juventus Bakal Runtuh

11 Agustus 2020
AS Roma, Inkonsistensi, dan Rencana Transfer Torreira_ Wawancara dengan Member Indo Roma MOJOK.CO

AS Roma, Inkonsistensi, dan Rencana Transfer Torreira: Wawancara dengan Member Indoroma

18 Agustus 2020
Fan klub sepak bola

Kesetiaan Fan Klub Sepak Bola Semenjana yang Bisa Bikin Pasangannya Tetap Nempel

21 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.