Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mari Waspada Kepada Negara Untuk 5 Tahun Ke Depan

Andi Kamal Reza oleh Andi Kamal Reza
4 Oktober 2019
A A
negara
Share on FacebookShare on Twitter

Ketua DPR sudah terpilih. Ketua DPD Juga sudah. Presiden sedikit lagi dilantik. Ketua MPR hari ini baru aja terpilih. Dan gue ngerasa kalau kita harus harus waspada kepada negara untuk lima tahun ke depan…

Seperti yang kita tahu, di dalam suatu negara, perlu adanya mekanisme check and balance (bahasa sederhanya; saling mengawasi dan mengoreksi). Maka dari itu, dibentuklah Trias Politica sebagai wujud “Tubuh Pemerintahan”, yakni; Badan Eksekutif, Badan Legislatif, dan Badan Yudikatif

ADVERTISEMENT

Wokeh. Jadi Eksekutif kita sudah hampir pasti: Presiden serta jajarannya (staf dan menteri terkait—yang belum diumumkan).

Legislatif sudah terpilih komplit, yakni DPD, DPR, dan MPR. Ketua dan anggotanya sudah hampir pasti dilantik (DPR malah sudah pelantikan kemarin).

Untuk yudikatif sendiri masih tetep dengan orang yang sama dari tahun 2017.

Pertanyaannya adalaaaah: “Apakah ketiga elemen tersebut sejauh ini sudah memenuhi harapan rakyat?” Minimal secara kompetensi dan akuntabilitas individunya. Sederhananya sih, apakah orang-orang yang terpilih di tiga lembaga tadi adalah orang yang benar-benar tepat untuk menjalankan negara? Biar tahu jawabannya, mari kita cek satu per satu.

Catatan: Silakan siapkan tissue jika Anda nantinya ingin menangis.

Mari kita mulai dengan DPD kita yg baru: La Nyalla Mattalitti. Keren namanya kayak Rapper; Litty. LANJUT!

Baca Juga:

Gaji Guru 25 Juta per Bulan Itu (Baru) Masuk Akal, Kualitas Baru Bisa Ditingkatkan kalau Sudah Sejahtera!

RUU TNI Disahkan, dan Kita Harus Lebih Kuat, Makin Kuat, karena Kita Tak Punya Siapa-siapa untuk Dipercaya

Udah tahu dia siapa? Gue kasih tahu ya… LNM ini bisa dibilang banyak kasusnya di republik ini. Pas jadi Ketua Kadin Jatim, dia jadi tersangka dana hibah pembelian IPO Bank Jatim sebesar 5,3M. Wow. Di tahun yang sama (September 2016) dia juga terlibat kasus pencucian uang oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Jaksa penuntut umum nuntut LNM 6 tahun penjara dengan denda 500 juta subsider 6 bulan penjara. Hebatnya, Desember 2016 doi divonis bebas oleh pengadilan. Hmmm.

Oh iya sebagai tambahan, di tahun 2015, doi juga pernah dimintai keterangan sama KPK soal proyek RS Unair di Surabaya, pernah bilang Jokowi PKI di Surat Kabar Obor Rakyat, dan hal kontroversial lain. Dan kini beliau akan duduk dengan nyaman  menjabatan Ketua DPD RI sampai lima tahun ke depan.

Mari kita lanjut dengan DPR. Puan Maharani jadi Ketua DPR. Shock? Nggak. Ya cuma, nanya aja. Kenapa mesti Ibu Puan yang dipilih?

Pertanyaan ini nampaknya wajar-wajar aja muncul di publik karena selain prestasinya nemenin pak Jokowi resmiin jalan tol, prestasi Mbak Puan selama ini belum terdengar beritanya.

Gara-gara ini juga keterpilihan Mbak Puan sebagai perempuan pertama yang jadi ketua DPR RI cukup dipertanyakan. Jangan-jangan terpilihnya Mbak Puan semata-mata hanya karena beliau anak dari ketua partai. Meskipun ya sebenarnya wajar-wajar aja sih, toh ini kan hak PDIP sebagai partai dengan perolehan suara tertinggi di DPR.

Lanjut ke Ketua MPR terpilih. Bapak Bambang Soesatyo. Namanya gue pikir nggak tenar-tenar banget di telinga awam. Tapi saat kasus E-KTP mencuat, Novel Baswedan pernah sebut nama beliau karena terindikasi pernah mengancam saksi kasus atas nama Miryam S Haryani untuk cabut BAP di persidangan. Beliau juga pernah disebut Nazarudin (Mantan Bendum Demokrat) kalo beliau tahu kasus pengadaan alat simulator SIM yang beberapa tahun lalu heboh. Tahun 2017 juga beliau pernah dipanggil jadi saksi sama KPK untuk tersangka E-KTP atas nama Anang SS, tapi nggak datang karena alasan acara partai.

Itu baru legislatifnya. Gimana dengan eksekutifnya?

Kecurigaan ini gue pikir wajar muncul terhadap pemerintah. Khususnya, dalam penanganan beberapa kasus besar seperti kasus HAM (98, Novem Baswedan, Munir) yang tidak terselesaikan, Papua, intoleransi beragama, kekerasan seksual, pelemahan KPK, UU Agraria, hak buruh, dan lain sebagainya.

Belum lagi orang-orang di belakang pemerintah seperti Wiranto dan Luhut—dengan semua pernyataan dan tindakan kontroversial mereka—yang selama ini terlihat lebih banyak tampil dari presiden. Eh apa ini perasaan gue doang?

Untuk MPR sendiri gua kurang paham ya, soalnya masih orang lama. Tapi, let’s see ke depan negara ini mau dibawa ke mana dan kayak gimana—dengan kualitas DPR yang anggotanya kayak Mulan Jameela dan Yahya Zaini. Oh iya Yahya Zaini ini pernah punya skandal video XXX sama pedangdut Maria Eva. Skandal ini sempat diabadikan sama 8ball dengan judul “DPR Bergoyang”

Dengan seperti itu kayaknya kita nggak perlu heran-heran amat kalau anak kecil bawa bendera ISIS dibiarin, anak kecil main bulu tangkis dilarang. Tetek Shizuka disensor, tapi sinetron berantem dan mayat keaduk semen dibiarin. Iuran BPJS naik drastis, daya beli Buruh jadi turun, orang bangun gereja dilarang. Duh.

Gua yakin sih selama kita masih sehat dan saling jaga, kita bisa bantu ngejaga masa depan Republik ini ke depan. Gue masih yakin kita semua masih on track, dengan dukungan warga ke pergerakan Mahasiswa aja misal. Itu heartwarming banget. Semoga kita masih tetap waras ke depan.

Lucu ketika ada yang bilang, “Perasaan lo aja kali”, “Ini mah giring opini”, “Berita positif juga angkat dong”, Here’s the thing. Gue udah bilang dari awal—kudu waspada—, itu himbauan persuasif biasa. Gua paparin fakta dan opini gua, mau ikut silahkan. Kalau mau cari yang positif-positif, minta sama BuzzeRp aja sana.

BACA JUGA Indonesia Lagi Lucu-lucunya… atau tulisan Andi Kamal Reza lainnya. Follow Twitter Andi Kamal Reza.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2019 oleh

Tags: dpddpreksekutiflegislatifmpryudikatif
Andi Kamal Reza

Andi Kamal Reza

ArtikelTerkait

rakyat marah

Pak Jokowi, Jangan Buat Rakyat Marah Lagi

24 September 2019
Suka Duka Saya Ketika Menjadi Fans DPR RI, Biasmu Siapa, Hyung? terminal mojok.co satir omnibus law UU ciptaker puan maharani Azis Syamsuddin

Surat Terbuka untuk Pak Azis Syamsuddin: Terima Kasih, Pak!

15 Oktober 2020
Kok Bisa ya Pemerintah Kepikiran Bikin Fatwa Haram Beli BBM Subsidi? Nggak Malu?

Kok Bisa ya Pemerintah Kepikiran Bikin Fatwa Haram Beli BBM Subsidi? Nggak Malu?

26 Agustus 2022
mixtape untuk anggota dpr agar sahkan ruu pks Mixtape untuk para BuzzerRp Pendukung RUU Omnibus Law

Mixtape untuk Anggota DPR Berencana Menarik RUU PKS dari Prolegnas

1 Juli 2020
DPR 'Pemburu Sunrise': Wakil Rakyat yang Nir-Empati dan Kita yang Pelupa terminal mojok.co

DPR ‘Pemburu Sunrise’: Wakil Rakyat yang Nir-Empati dan Kita yang Pelupa

29 Juni 2021
Mempertanyakan Kebiasaan Peluk Bantal Guling Orang Indonesia Saat Tidur Terminal mojok

Desain Interior Ruang Rapat Paripurna MPR/DPR RI Bikin Gagal Fokus, Pantes Anggotanya Sering Tidur

17 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Orang dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan Mojok.co

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

10 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.