Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Fesyen

Now, We Are Breaking Up dan Betapa Modisnya Orang Korea

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
20 November 2021
A A
Apa Benar Orang Korea Se-fashionable Karakter di Now, We Are Breaking Up_ terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Drama Korea Now, We Are Breaking Up telah memasuki pekan kedua penayangannya. Drakor ini mengisahkan jalan berliku bagi pasangan Ha Young Eun, seorang desainer pakaian dari brand terpandang, dan Yoon Jae Kook, seorang fotografer lepas yang selalu jadi incaran merek fesyen karena kemampuan memotretnya yang keren abis.

Pada episode kedua minggu lalu dari Now, We Are Breaking Up, tampak salah satu rutinitas Ha Young Eun sebagai seorang desainer pakaian. Dia dan beberapa rekannya turun ke lapangan untuk menyaksikan secara langsung tren pakaian yang sedang digandrungi oleh orang-orang Seoul. Young Eun akan langsung mengambil gambar beberapa orang yang cara berpakaiannya cukup menginspirasi.

Ketika menyaksikan bagian ini, saya langsung merasa takjub. Gimana nggak, orang-orang Seoul yang tampil dalam drakor tersebut terlihat begitu fashionable. Bahkan untuk sekadar keluar rumah barang sebentar mereka berdandan rapi dan menjadikan jalanan ibukota sebagai runway. Pakaian-pakaian yang mereka kenakan pun sangat trendy dan segar.

Paris memang kiblat fesyen dunia, tapi tahukah kalian bahwa Seoul juga cukup modis untuk dilirik? Selain karena sekarang banyak anak muda yang menggemari gaya berpakaian ala Korea, ada beberapa alasan lain yang membuat Korea Selatan nggak kolot soal tren busana.

#1 Budaya

Korea Selatan, khususnya Seoul, memang mempunyai appearance-based culture. Berdasarkan sebuah survei mengenai penampilan dan operasi plastik di Korea Selatan, di tahun 2020, sebanyak 61 persen orang dewasa di Korea Selatan mengaku bahwa mereka memedulikan penampilan fisik diri sendiri.

Sebagian besar penduduk Korea Selatan memang memperhatikan penampilan mereka. Kalau ditilik dari sejarahnya, Korea Selatan dulunya termasuk negara dengan ekonomi terbelakang. Pada masa setelah perang, masyarakat Korea Selatan hidup dalam keterbatasan. Boro-boro punya baju bagus, untuk makan saja mereka harus berupaya sekuat tenaga. Maka dari itu ketika perekonomian Korea Selatan semakin stabil dan sebagian besar masyarakatnya mampu menjangkau barang-barang yang mereka inginkan, menjaga penampilan menjadi hal yang cukup diperhatikan.

Ditambah lagi dengan adanya ajaran Konfusianisme yang menganjurkan bagi setiap manusia untuk menjaga tubuh mereka sebaik mungkin, semakin sayanglah orang Korea Selatan pada penampilan. Ya meskipun dampak dari kultur ini menciptakan standar kecantikan yang ketat banget.

#2 Pergantian musim

Selain karena budayanya, kesadaran orang Korea Selatan terhadap penampilan ini juga didukung sekaligus dituntut oleh perubahan musim. Korea Selatan termasuk negara yang mengalami empat musim dalam setahun. Musim berganti, tren fesyen pun ikut berubah.

Baca Juga:

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

Sebagian besar orang Korea akan memperbarui pakaian di lemari mereka setiap musim. Yah, bayangkan saja berapa banyak pengeluaran mereka karena harus update gaya secara rutin. Dan di sinilah peran desainer pakaian seperti Ha Young Eun dalam Now, We Are Breaking Up. Ha Young Eun dan desainer-desainer lain harus menciptakan tren baru tapi juga harus tahu apa yang diinginkan oleh masyarakat. Salah satu caranya adalah turun ke lapangan buat melihat model pakaian yang sedang hot di masyarakat.

Kalau dipikir-pikir, rasanya nggak mungkin juga mengenakan outfit tebal yang terbuat dari wol di musim panas.

#3 Ketetapan yang memotivasi

Nggak hanya pakaian kasual yang selalu baru tiap musim, seragam sekolah pun begitu. Di sebagian besar sekolah di Korea Selatan, umumnya seragam yang dikenakan oleh para pelajar akan berganti tiga kali setahun. Kalau pelajar Indonesia ganti seragam setahun sekali karena bertumbuh tinggi, pelajar Korea Selatan bergonta-ganti seragam mengikuti musim.

Di musim dingin, mereka akan mengenakan seragam bernama dongbok. Satu setel dongbok berisikan blazer, kemeja, dan celana panjang atau rok. Ketika musim dingin berakhir, para siswa akan mengenakan chunchubok atau seragam musim semi dan gugur. Pakaiannya lebih simpel karena hanya berupa kemeja, knitted vest, dan bawahan berupa celana atau rok. Seragam di musim panas, yang disebut sebagai habok, akan jadi lebih sederhana lagi dengan kemeja dan celana atau rok pendek saja.

Selain punya warna dan nuansa sendiri tiap musim, seragam di Korea Selatan pun diproduksi oleh brand yang cukup prestisius. Mungkin kalian pernah dengar brand seragam kayak SMART dan Skoolooks. Mereka rutin bikin desain dan teknologi baru dalam seragam, misalnya dulu sempat ada seragam yang didesain nggak akan kotor meski ketumpahan jus. Bahkan brand ini sampai berkolaborasi dengan idol K-Pop, seperti BTS, TXT, dan EXO.

Bahkan seragam yang notabene adalah kewajiban saja se-up to date dan sekeren ini, apalagi pakaian kasual yang bisa dikombinasikan sesuka hati. Maka nggak heran kalau banyak imigran yang datang ke Korea Selatan dan merasa inferior karena penampilan mereka nggak semodis orang-orang di negara tersebut. Salah satunya adalah seorang YouTuber asal Inggris, UnJaded Jade, yang pernah menjalani studi di Korea Selatan.

Jade merasa bahwa masyarakat Korea Selatan sangat stylish. Pakaian yang dikenakan oleh masyarakat Korea Selatan ini punya tren yang sangat spesifik. Misalnya rok di musim semi punya model dan skema warna tertentu yang memang sedang digandrungi oleh kebanyakan orang. Busana yang dipakai oleh orang Korea Selatan membuat kota jadi lebih cerah dan berwarna.

Rupanya orang-orang Korea Selatan memang stylish di kehidupan nyata. Maka nggak perlu heran lagi jika pengeluaran mereka untuk busana lumayan banyak. Mungkin juga mereka nggak terlalu memikirkan bujet ketika membeli brand berkelas seperti SONO atau merek milik rival Ha Young Eun, Lucia.

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 November 2021 oleh

Tags: drama koreaKorea SelatanNow We Are Breaking Uppilihan redaksitren fashion
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Polanharjo, Kecamatan Ternyaman untuk Ditinggali di Kabupaten Klaten

Polanharjo, Kecamatan Ternyaman untuk Ditinggali di Kabupaten Klaten

17 Januari 2024
Kasta Tempat Duduk di Kopi Klotok Jogja terminal mojok.co

Kasta Tempat Duduk di Kopi Klotok Jogja

13 November 2021
4 Hal yang Patut Disyukuri Ketika Tinggal di Jakarta terminal mojok.co

4 Hal yang Patut Disyukuri Ketika Tinggal di Jakarta

14 Januari 2022
4 Kebohongan di Fakultas Pertanian Unpad yang Telanjur Dipercaya Mahasiswa

4 Kebohongan di Fakultas Pertanian Unpad yang Telanjur Dipercaya Mahasiswa

4 Juni 2025
4 Film Korea dengan Plot Twist Ciamik, Bikin Penonton Melongo Terminal Mojok

4 Film Korea dengan Plot Twist Ciamik, Bikin Penonton Melongo

30 November 2022

5 Adegan Pemanis di Drama Korea yang Overrated

19 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.