Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Soal Pelajaran PKn tentang Peran Gender dalam Keluarga, Harus Diperbarui

Fatimatuz Zahra oleh Fatimatuz Zahra
26 Oktober 2021
A A
Soal Pelajaran PKn tentang Peran Gender dalam Keluarga, Harus Diperbarui terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini ada sebuah konten TikTok yang memprotes soal pelajaran PKn untuk anak sekolah dasar. Pertanyaan yang dimaksud adalah soal pilihan ganda yang mempertanyakan, “siapa yang bertugas mencari nafkah?” dan “apa tugas anak perempuan di rumah?” Kreator TikTok ini memprotes dengan mengatakan bahwa soal pelajaran PKn semacam itu diskriminatif. Pasalnya, ada anak-anak yang terlahir yatim sehingga pencari nafkah di keluarganya mungkin saja bukan “ayah” seperti jawaban yang diharapkan.

Begitu pula dengan soal dalam pelajaran Pkn terkait tugas anak perempuan di rumah. Si kreator menyatakan ketidaksetujuan terhadap stereotip yang dibangun bahwa tugas anak perempuan ya hanya membantu seputar urusan dapur.

Anehnya, kolom komentar dari postingan ini justru dipenuhi oleh orang-orang yang menganggap hal tersebut wajar. Alasannya karena tidak mungkin membuat soal berdasarkan kondisi masing-masing murid secara real. Apa ini berarti mengamini bahwa sekolah memang tidak bisa mengajarkan realita kehidupan kepada anak didiknya? Atau sekadar ketidaktahuan bahwa ada model soal lain yang dapat menampung keberagaman kondisi tanpa harus membuat stereotip pembagian kerja yang patriarkis? Oh, atau inilah hasil didikan dari soal-soal semacam itu, melahirkan orang-orang yang hanya bisa pasrah terhadap pendidikan yang tidak mengajari mereka tentang realita kehidupan yang sesungguhnya?

Mengutip twit dari @RodriChen, pembagian peran kerja keluarga di mana pencari nafkah itu ayah, ibu mengerjakan pekerjaan domestik, anak perempuan bantu-bantu di dapur, anak laki-laki bantu benerin genteng, dan seterusnya adalah peninggalan ibuisme negara.

Ini adalah sebuah ilusi yang ditumbuh suburkan di zaman orde baru dengan mengagungkan peran laki-laki sebagai pemimpin dan perempuan sebagai pendukung. Akibatnya, ilusi kesempurnaan keluarga masih kita dapati sampai hari ini. Ketika masih ada rasa sungkan atau aneh melihat kakak laki-lakimu cuci piring atau adik perempuanmu bantuin ngecat rumah, di situlah kita mewarisi nilai-nilai yang ingin ditanamkan dari ibuisme negara.

Padahal, pembagian tugas berdasarkan gender selain menyusahkan, kalau beneran dilakuin di kehidupan nyata jug udah nggak relevan. Bayangin, untuk hal sesepele nyuci piring aja harus nunggu anggota keluarga perempuan dulu, apa kalau lagi nggak ada orang perempuan bakal dibiarin sampai bau? Atau, apa iya kalau genteng rumah bocor mau dibiarin aja air hujannya masuk rumah hanya karena nggak ada anggota keluarga yang laki-laki?

Pun juga dengan keperluan mencari nafkah. Nggak cuma ayah atau laki-laki di rumah tersebut, tapi perempuan juga boleh dan bisa kok cari uang. Jadi, pertanyaan yang berbunyi “siapa yang bertugas mencari nafkah di keluarga?” udah nggak relevan ditanyain dan nggak mengajarkan nilai apa pun pada anak didik.

Iya, saya paham kalau hal semacam itu nggak melulu salah guru yang ngasih soal, bahkan bisa jadi pertanyaan itu nggak pernah dibaca sama gurunya saking waktunya habis ngurus administrasi yang belibet. Boleh jadi bukan karena gurunya yang patriarkis atau masih kebawa warisan ibuisme negara, tapi hanya karena nggak ada waktu buat bikin soal.

Baca Juga:

Mas Gibran, kalau Anak SD dan SMP Belajar dan Bisa Coding, Lalu Selanjutnya Apa?

Tadika Mesra Harusnya Mengajarkan Upin Ipin dan Kawan-kawannya 5 Pelajaran Ini. Anak-anak Jangan Disuruh Menangkap Hewan dan Bikin Maket Terus!

Namun, mau gimana juga, kondisi guru yang “terpaksa” bikin soal kaya gini akhirnya turut berkontribusi membentuk ilusi keluarga sempurna. Walhasil, muridnya di masa depan jadi nggak punya gambaran kalau realitas itu beragam dan semuanya normal, boleh, dan sempurna dalam versinya masing-masing. Ya, kayak mereka yang masih menormalisasi pertanyaan patriakis semacam itu.

Sebetulnya, udah waktunya kita dapat pelajaran untuk bekal hidup dari sekolah. Kita nggak sekadar nerima standarisasi absurd yang nggak realistis. Selain itu, udah waktunya guru berhenti dibebani hal-hal administratif yang berbelit-belit sampai nggak sempet bikin pertanyaan yang lebih sesuai dengan konteks kehidupan saat ini.

Sumber Gambar: Unsplash.com

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2021 oleh

Tags: pelajaranperan genderSoal PKn
Fatimatuz Zahra

Fatimatuz Zahra

Sedang belajar tentang manusia dan cara menjadi manusia.

ArtikelTerkait

Tadika Mesra Harusnya Mengajarkan Upin Ipin dan Kawan-kawannya 5 Pelajaran Ini. Anak-anak Jangan Disuruh Menangkap Hewan dan Bikin Maket Terus!

Tadika Mesra Harusnya Mengajarkan Upin Ipin dan Kawan-kawannya 5 Pelajaran Ini. Anak-anak Jangan Disuruh Menangkap Hewan dan Bikin Maket Terus!

19 Juni 2024
nggak suka olahraga

Menanggapi Tulisan Kita Semua Suka Pelajaran Olahraga: Maaf Mas, Saya Nggak Suka

15 Agustus 2019
kos murah 300 ribuan di solo

Hal-hal Absurd yang Hanya Terjadi di Kos Murah

22 Oktober 2022
Pengalaman Jadi Anak Pindahan dan Hal Sepele Aja Dipermasalahkan terminal mojok.co

Materinya Itu-itu Saja, Kenapa Pelajaran Olahraga Tidak Semembosankan PKn?

4 Juli 2020
Mas Gibran, kalau Anak SD dan SMP Belajar dan Bisa Coding, Lalu Selanjutnya Apa?

Mas Gibran, kalau Anak SD dan SMP Belajar dan Bisa Coding, Lalu Selanjutnya Apa?

12 November 2024
Jangan Anggap Mudah Bahasa Indonesia kalau Nulis Saja Masih Sering Salah

Jangan Anggap Mudah Bahasa Indonesia kalau Nulis Saja Masih Sering Salah

7 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
GOR Jatidiri Semarang Memang Tempat Olahraga, tapi Nggak Cocok buat Jogging Pemula (Pixabay)

GOR Jatidiri Semarang Memang Tempat Olahraga, tapi Nggak Cocok buat Jogging Pemula

21 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.