Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Surat Balasan Bambang Sukrasana untuk Bambang Sumantri

Ervinna Indah Cahyani oleh Ervinna Indah Cahyani
6 September 2021
A A
Surat Balasan Bambang Sukrasana untuk Bambang Sumantri terminal mojok.co

Surat Balasan Bambang Sukrasana untuk Bambang Sumantri terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Halo Kangmasku, Bambang Sumantri. Bagaimana keadaan Maespati sekarang? Juga bagaimana kabarmu, Kang? Hmmm, aku masih di depan pintu swargaloka untuk menunggumu. Aku tidak mau ke swargaloka bila tanpamu.

Sebelumnya kuucapkan selamat Kangmas, atas gelarmu sebagai Patih Suwanda. Akhirnya cita-citamu untuk menjadi staf milenial di rezim Arjunasasrabahu di Maespati terkabul juga. Aku ikut bangga kepadamu, Kang.
Karena bangganya, aku sering menembangkan Serat Tripama bait satu dan dua.

Kakang sudah tahu belum? Kalau ada raja dari Mangkunegara yang ngefans denganmu. Sampai-sampai beliau menulis Serat Tripama yang berisi kisah kakang, Kumbakarna, dan Karna dalam bentuk tujuh pada (bait) tembang Dhandhanggula. Dan oleh beliau serat itu dijadikan sebagai contoh untuk prajurit untuk mengikuti sifat-sifat keprajuritan ketiga tokoh tersebut.

Juga sebagai wujud kerinduanku kepadamu, Kang. Ah iya, Kang, bagaimana juga keadaan Bapak dan Ibu? Semoga mereka juga baik-baik saja.

Kang, di akhir suratmu itu, kau ingin tahu kan dirimu seperti apa di mataku? Baiklah, Kang. Dengan surat balasan ini akan kugambarkan sosokmu di mataku.

Sebelumnya, Kang, aku sebenarnya tidak sepintar apa yang kau tulis di suratmu. Engkau lebih hebat dari aku. Dengan tekunnya, engkau akhirnya menguasai teknik keprajuritan. Dan sekarang cita-citamu untuk menjadi maha patih sebuah kerajaan terwujud, Kang.

Ehm, ada pertanyaan yang sempat kupendam lama. Apakah sebenarnya engkau malu punya adik sepertiku? Sehingga saat engkau berangkat ke Maespati untuk daftar menjadi staf milenial, kau tidak memperbolehkanku ikut. Padahal aku ingin sekali ikut, Kang. Aku tidak ingin berpisah denganmu. Aku ingin selalu bersamamu. Karena dalam hidupku hanya engkau yang kupunya. Karena Bapak dan Ibu sama-sama sibuk bertapa.

Dan betapa sedihnya aku, Kang, saat aku bangun tidur dan tidak menemukanmu di sampingku. Di manakah kakangku, Bambang Sumantri? Karena biasanya setiap aku bangun tidur, kakang selalu ada di sampingku. Aku pun mencarimu di setiap sudut Dusun Argasekar seharian. Dan aku menangis sejadi-jadinya ketika aku tak menemukanmu. Ya, meski ada anggapan bahwa lelaki tak boleh menangis, tapi aku tak peduli, Kang. Engkau ternyata benar-benar meninggalkanku saat aku masih terlelap.

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

Tapi aku tak pantang menyerah. Aku tetap mencarimu. Sukrasana yang tak pernah tahu rupa dunia selain di Argasekar pun akhirnya melakukan “njajah desa milang kori” demi bertemu dirimu, Kang. Meski Bapak sempat mengkhawatirkan akan kepergianku, tapi karena besarnya tekadku, Bapak akhirnya merelakanku pergi.

Semua orang yang kutemui di sepanjang perjalananku akan kutanyai di mana keberadaanmu, Kang. Hingga aku bertemu tukang perahu yang ternyata juga dulu pernah kau tumpangi. Ia yang memberitahuku tentang kemungkinan keberadaanmu di Maespati untuk ngenger, mengabdi kepada raja Arjuna Sastrabahu.

Aku berjalan dan terus berjalan, Kang. Orang-orang yang kutemui memberikan informasi bahwa dirimu pergi ke Magada sebagai utusan raja Arjuna Sastrabahu untuk memenangkan sayembara dan memboyong Dewi Citrawati. Engkau pun akhirnya mengalahkan Raja Widarba, Prabu Darmawisesa yang sempat memenangkan sayembara sebelum engkau datang.

Aku pun juga mendengar saat engkau berperang menantang Arjuna Sastrabahu setelah berhasil memboyong Dewi Citrawati di tapal batas negeri Maespati, di antara Gunung Salva dan Malava. Sebenarnya aku ingin menyusulmu, Kang. Namun ternyata, saat aku sampai di sana, perang itu telah usai.

Tapi aku tetap menemukanmu, Kang! Betapa bahagianya diriku bertemu engkau, Kang.

Namun, engkau justru tampak murung. Ternyata karena kekalahanmu di perang kemarin, agar pengabdianmu diterima, kau harus memindahkan Taman Sriwedari ke Maespati tanpa satu pun akar tercerabut.

Kakangku Bambang Sumantri yang paling kusayang, kau tak usah risau. Aku akan membantumu memindahkan Taman Sriwedari dalam sekejap. Hanya saja, izinkan aku untuk ikut bersamamu. Ikut mengabdi ke Raja Arjuna Sastrabahu ya, Kang?

Kau pun berjanji, Kang.

Karena lelah usai memindahkan taman, aku pun beristirahat di salah satu pohon di taman. Tiba-tiba aku mendengar teriakan perempuan yang ternyata adalah emban Dewi Citrawati. Ia kaget karena kehadiranku yang buruk rupa ini.

Engkau pun datang, Kang. Memintaku untuk meninggalkan Maespati dan pulang ke Argasekar tinggal bersama Bapak. Bukankah engkau berjanji untuk mengajakku mengabdi ke Maespati, Kang?

Mungkin kalau engkau tak berkhianat, kita masih bisa cangkruk di taman itu, Kang. Sambil menikmati keindahan taman dan meluapkan kerinduan kita.

Karena ketidaksengajaanmu, kerismu pun mencelakaiku. Kang, jangan sedih akan perpisahan kita. Kita akan berkumpul lagi kalau engkau sudah berhadapan dengan Rahwana. Karena aku akan menjelma di taring Rahwana untuk menjemputmu menuju swargaloka.

Salam rindu, Bambang Sukrasana.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 September 2021 oleh

Tags: bambang sukrasanabambang sumantripilihan redaksiTaman Sriwedari
Ervinna Indah Cahyani

Ervinna Indah Cahyani

Guru Bahasa Jawa dan pecinta kucing.

ArtikelTerkait

4 Oleh-oleh Khas Solo yang Sebaiknya Jangan Dibeli revitalisasi Solo kaesang pangarep

3 Hal Baik di Solo yang Wajib Ditiru Jogja

25 Mei 2023
Tri, Operator Seluler dengan Layanan Customer Service Paling Ribet se-Indonesia. Juaranya Bikin Pelanggan Emosi

Tri, Operator Seluler dengan Layanan Customer Service Paling Ribet se-Indonesia. Juaranya Bikin Pelanggan Emosi!

23 Februari 2024
Jembatan Aborsi, Contoh Nyata Beratnya Perjuangan Kuliah di UI

Jembatan Aborsi, Contoh Nyata Beratnya Perjuangan Kuliah di UI

1 Mei 2023
Alienoid Blockbuster Fantasi Penuh Aksi dan Komedi dari Korea Selatan Terminal Mojok

Alienoid: Blockbuster Fantasi Penuh Aksi dan Komedi dari Korea Selatan

28 Juli 2022
Seandainya Saya Adalah Putri Tanjung terminal mojok.co

Seandainya Saya Adalah Putri Tanjung

19 Januari 2022
5 Tokoh Pewayangan yang Bucin Abis Terminal mojok

5 Tokoh Pewayangan yang Bucin Abis

20 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026
Alasan modal Rp100 miliar lebih baik "disulap" jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren Mojok.co

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik “disulap” jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren

2 Agustus 2026
Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

3 Agustus 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.