Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan

Penyakit Time Jump di Drama Korea yang Sebetulnya Nggak Perlu-perlu Amat

Endrapta Ibrahim Pramudhiaz oleh Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
3 Juli 2021
A A
Penyakit Time Jump di Drama Korea yang Sebetulnya Nggak Perlu-perlu Amat terminal mojok.co

Penyakit Time Jump di Drama Korea yang Sebetulnya Nggak Perlu-perlu Amat terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Usai sudah perjalanan saya menonton drama korea milik tvN yang berjudul Mine. Akhir Juni kemarin, mereka baru saja menayangkan episode 16-nya, alias episode terakhir. Seperti drakor pada umumnya, semua diselesaikan dengan senyum menghiasi raut wajah para pemeran utama. Pemeran pendukung juga mendapat ending story yang serupa. Semuanya senang dan riang. Sayangnya, kesenangan itu tidak tampak di dalam diri saya.

Ada satu alasan yang membuat saya selalu mengutuk drakor setiap episode terakhir. Namun, sebelum itu, saya harus beritahukan ke kalian kalau ini mungkin akan sedikit menyinggung konflik utama dari film tersebut. Saya harus memberi spoiler alert. Jangan lanjutkan baca jika kamu ke depannya berencana menonton drama ini.

Sebelum saya sampai ke alasan tersebut, ada baiknya saya ceritakan sedikit sinopsis dari drama ini. Mine menceritakan kehidupan sebuah keluarga chaebol (sebutan untuk keluarga konglomerat yang tajir melintir) yang sedang dilanda kasus pembunuhan di rumahnya. Pembunuhan yang terjadi di rumahnya tentu saja tidak langsung diceritakan di awal drama.

Drakor ini memulai ceritanya dengan memberitahu karakter-karakter yang ada di dalam drama Mine ini. Ada sang ayah yang jadi pemimpin rumah itu dan istrinya. Mereka memiliki dua anak laki-laki dan satu anak perempuan yang masing-masing sudah memiliki pasangan hidupnya. Ketidakhadiran sang ayah karena jatuh sakit memunculkan banyak polemik di rumah itu.

Karakter utama di drama ini adalah istri dari kedua anak laki-lakinya. Banyak sekali backstory yang diceritakan dari masing-masing karakter. Namun pada intinya, kasus pembunuhan di awal akan berkutat di sekitar istri dari kedua anak laki-lakinya.

Kembali pada alasan saya yang di awal. Saya (mungkin) adalah salah satu orang yang lagi-lagi dibuat tidak terkesan dengan ending drama Korea Mine ini. Semua itu karena time jump. Lompatan waktu. Saat di episode terakhir, pembunuh di awal episode sudah ketauhan, dan cerita pun dibuat loncat waktunya ke 6 bulan kemudian. Sungguh, itu sangat mengganggu!

Sebenarnya time jump bukanlah sesuatu yang baru di dunia drama korea. Sebut saja drakor yang kemarin ramai dibincangkan karena ada permen asal Indonesia yang menjadi sponsor di situ, Vincenzo. Drama yang menceritakan tentang mafia Korea Selatan pulang kampung dari Italia itu juga memiliki akhir drama yang menggunakan time jump. Namun, jujurly, time jump yang dibuat Mine lebih mendingan dibanding Vincenzo.

Di Vincenzo, penulis dan produser seakan ingin menunjukkan kalau darah mafia Vincenzo belum luntur karena telah menghabiskan waktu dengan warga Geumga Plaza. Mereka memaksa memperlihatkan Vincenzo yang masih berlaga layaknya mafia ulung, pulang lagi ke Korea setelah beberapa lama kembali menetap di Italia. Di Korea pun tujuannya juga tidak jelas! Ia hanya pulang untuk…. berciuman dengan Hong Cha-young. Wanita yang dari pertengahan drama memang diindikasikan akan menjadi kekasih Vincenzo.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Mau yang lebih populer lagi? Ada! Siapa masih ingat dengan Tim Ji-pyeong dan Tim Do-san? Ya, betul, Start-up. Drama yang sering di-endorse oleh Arief Muhammad di Instagram story-nya. Drama yang membuat banyak orang bertengkar satu sama lain itu juga menutup perjalanan 16 episodenya dengan time jump.

Malah kalau saya tidak salah ingat, Start-up itu memiliki dua time jump di dramanya. Pertama, saat kawanan Samsan Tech kembali dari Sillicon Valley ke Korea untuk menyelesaikan urusannya. Kedua, saat mereka sudah sukses. Sebetulnya, cerita ini cukup berhenti saat Do-san dan Dal-mi hidup bahagia. Tidak perlulah ditunjukkan saat mereka telah sukses.

Tidak selamanya drakor itu harus berakhir dengan bahagia. Tidak harus juga semuanya terjelaskan secara tuntas. Ada kalanya membuat penonton berandai-andai dengan ending seadanya (tanpa time jump), bisa jadi lebih menarik. Pasalnya, sejauh ini, sesuai pengelihatan saya, ending time jump itu dibuat hanya untuk menjelaskan setiap detail di drama itu, serta membuat penonton senang dengan happy ending.

Memang tidak ada yang salah dengan ending seperti itu. Akan tetapi, semuanya akan terasa seperti dipaksakan. Di drama Start-up­, time jump-nya diselipkan menjadi semacam epilogue yang berbentuk post credit scene. Rasanya seperti dosa besar jika tidak menampilkan Soe Dal-mi dan kumpulan kawannya tersenyum senang karena sudah berhasil melewati rintangan yang mereka hadapi.

Lagipula, dengan menghadirkan ending yang tidak ada lompatan waktunya, penonton bisa diajak lebih kreatif dengan mengeksplorasi berbagai kejadian yang bisa terjadi. Dengan begitu, banyak sekali orang yang akan membicarakan itu di internet dan drama itu akan bertahan lama di kepala para penontonnya. Tidak hanyut begitu saja.

Sebenarnya, ada juga drama dengan akhiran cerita time jump yang tidak buruk. Hanya saja, hampir 90% drakor yang saya saksikan itu berakhir dengan time jump yang membuat ilfeel. Kesannya, orang-orang di balik layar ini “takut dihujat” kalau menyelesaikan cerita menggunakan formula yang berbeda.

Sumber Gambar: YouTube KDNetwork

BACA JUGA 5 Adegan Pemanis di Drama Korea yang Overrated dan tulisan Endrapta Ibrahim Pramudhiaz lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2021 oleh

Tags: drama koreaHiburan TerminalMinestart uptime jump
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz

Endrapta Ibrahim Pramudhiaz

Full time mahasiswa, part time pemburu pengalaman.

ArtikelTerkait

drama korea

Terima Kasih Untuk Drama Korea

28 Juli 2019
5 Episode Paling Sedih dalam Drama Korea Dr Romantic Season 1 Sampai 3

5 Episode Paling Sedih dalam Drama Korea Dr Romantic Season 1 Sampai 3

19 Mei 2023
5 Mertua Paling Idaman dan Green Flag di Drama Korea, Mertua Hong Hae In "Queen of Tears" Salah Satunya!

5 Mertua Paling Idaman dan Green Flag di Drama Korea, Mertua Hong Hae In “Queen of Tears” Salah Satunya!

28 April 2024
15 Drama Korea Lawas yang Ringan dan Bikin Baper Terminal Mojok

15 Drama Korea Lawas yang Ringan dan Bikin Baper

20 Juni 2022

‘Full House’, Drakor Pertama yang Saya Tonton Sampai Tamat

6 Mei 2021
Alasan James Bond Punya Banyak Penggemar padahal dia Agen Rahasia yang Sembrono terminal mojok

Alasan James Bond Punya Banyak Penggemar padahal dia Agen Rahasia yang Sembrono

25 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash) dapodik

Bantuan untuk Guru Honorer Memang Sering Ada, tapi Dapodik Bikin Segalanya Jadi Ribet dan Guru Nasibnya Makin Sengsara

20 Januari 2026
Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg Mojok.co

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

17 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

19 Januari 2026
KA Sri Tanjung, Penyelamat Mahasiswa Jogja Asal Banyuwangi (Wikimedia)

Pengalaman Naik Kereta Sri Tanjung Surabaya-Jogja: Kursi Tegaknya Menyiksa Fisik, Penumpangnya Menyiksa Psikis

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.