Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Voice Over Challenge: Seru-seruan yang Bisa Datangkan Cuan

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
14 Juni 2021
A A
Voice Over Challenge_ Seru-seruan yang Bisa Datangkan Cuan terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Saya sering tertarik dengan hal-hal baru yang belum pernah saya lakukan. Perkara kemudian setelah dicoba ternyata nggak se-wow dugaan saya sebelumnya, ah, biasalah. Yang penting coba saja dulu. Terakhir saya pernah coba untuk ikut-ikutan terjun ke platform menulis novel online. Seru, sih, tapi melelahkan. Ternyata nggak semudah yang saya bayangkan. Menulis novel butuh energi ekstra, yang pada akhirnya membuat saya merasa nggak bahagia. Berasa kayak dikejar-kejar setoran, Hyung. Tapi ini murni kesalahan saya. Lha nulis novel, kok, dadakan kaya tahu bulat. Sok yesss banget.

Nah, untuk saat ini, saya sedang tertarik ikutan voice over challenge. Pernah dengar?

Begini. Voice over challenge itu tantangan mengisi suara untuk sebuah produk, jasa, atau karakter tertentu. Caranya gampang, kita cukup membaca teks yang telah disiapkan oleh penyelenggara, merekam, lalu mengirimkannya. Kalau suara kita dinilai sesuai dengan suara yang sedang mereka cari, selamat, suara kita bakal dipakai untuk produk atau jasa mereka. Nggak hanya itu, kita juga bisa dapat cuan. Iya, cuan. Lumayan, kan, modal seru-seruan bisa dapat cuan.

Meskipun kelihatan mudah, ikutan voice over ini bukan berarti kita cuma modal bacot terus rekam. Kecuali kalau kita memang nggak mengincar buat jadi pemenang. Bebas, sak karepmu. Tapi, kalau orientasinya adalah hadiah, itu lain perkara. Ibarat orang maju perang, maka dia harus mempersiapkan senjata.

Pertama, pahami kriteria suara yang diminta. Biasanya, penyelenggara voice over challenge ini menyebutkan kriteria suara yang diinginkan. Apakah suara yang riang, kalem, atau apa? Jadi, jangan sampai kepedean langsung rekam tanpa baca ketentuannya. Apalagi kalau ternyata suara yang dibutuhkan adalah laki-laki, padahal kamu perempuan. Beda server, Bund.

Kedua, kuasai naskah. Ini yang gampang-gampang susah. Tak jarang, naskahnya itu nggak enak buat dibaca. Maksudnya gini, naskah voice over itu biasanya singkat. Paling hanya 5 sampai 8 kalimat. Tapi, saya pernah lihat ada naskah voice over yang di tiap kalimatnya selalu terselip kata “aja”. Nah, loh. Nggak enak banget, kan, buat dibaca? Dikit-dikit “aja”, dikit-dikit “aja”, berasa kayak lagi cosplay jadi orang India “aja aja nehi nehi”. Sayangnya, seburuk apa pun naskah voice over, kita nggak berhak untuk mengubahnya walau sedikit.

Ketiga, pakai teknik. Biasanya, penyelenggara voice over challenge memasukkan poin larangan pengeditan pada hasil rekaman. Nah, biar suara yang keluar bisa oke, teknik adalah koentji. Perhatikan hal-hal kecil seperti intonasi, tempo, termasuk napas. Jangan sampai suara napas kamu terekam. Apalagi sampai ada suara abang bakso di luar rumah. Jangan.

Sebetulnya, akan lebih bagus hasilnya kalau kita punya piranti rekam yang oke. Mulai dari microphone sampai alat perekam yang berkualitas. Tapi, berhubung saya ini sudra dalam hal piranti-piranti tersebut, saya pakai saja voice recorder yang ada di HP. Dan biar napasnya nggak ikut terekam, saya selimuti HP saya pakai handuk. Terus posisi merekamnya juga seperti orang lagi telepon-teleponan. Wis lah, pokoknya patokan saya adalah selalu ada jalan menuju Roma.

Baca Juga:

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

Gimana, kalian tertarik juga nggak buat ikutan voice over challenge? Banyak kok infonya di Instagram. Atau tinggal searching saja di Google. Hitung-hitung refreshing dari seabreg gawean yang selama ini sudah bikin kita kayak robot.

Halah, Mbyaaak, boro-boro ikutan voice over challenge, dengerin ulang suara sendiri pas voice note saja pengin nangeees~

BACA JUGA Membedah Tugas Penyiar Radio yang Sering Dibilang Ngemeng doang dan artikel Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 November 2021 oleh

Tags: cuanGaya Hidup Terminalhobivoice over
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

uang laki buat hobi mojok

Pentingnya Transparansi Uang Laki dalam Hubungan

5 Oktober 2021
6 Pertanyaan Menyebalkan yang Seharusnya Nggak Usah Dipertanyakan terminal mojok

6 Pertanyaan Menyebalkan yang Seharusnya Nggak Usah Dipertanyakan

6 Agustus 2021
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Momen-momen Zaman Sebelum Segalanya Pakai Internet yang Bikin Kangen terminal mojok

Momen-momen Zaman Sebelum Segalanya Pakai Internet yang Bikin Kangen

31 Mei 2021
Memahami Alasan Mengapa Mancing Menjadi Primadona Masyarakat Rural terminal mojok

Memahami Alasan Mengapa Mancing Jadi Primadona Masyarakat Rural

27 Mei 2021
4 Peran Penting Deddy Corbuzier sebagai Juri Indonesia’s Next Top Model terminal mojok.co

Andai Deddy Corbuzier Ikut Beli Klub Sepak Bola

10 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bakpia Kukus Kuliner Jogja yang Palsu dan Cuma Numpang Tenar (Unsplashj)

Dear Wisatawan, Jangan Bangga Berhasil Membawa Oleh-oleh Bakpia Kukus, Itu Cuma Bolu Menyaru Kuliner Jogja yang Salah Branding

21 Februari 2026
Imlek 2026 Kenangan Simbah Mensyukuri Dodol sebagai Rezeki (Wikimedia Commons)

Imlek 2026 Menjadi Kenangan Manis akan Usaha Simbah Menurunkan Kasta Dodol sebagai Upaya Berterima Kasih kepada Rezeki

17 Februari 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026
Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingunkan Pengunjung Mojok.co

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingungkan Pengunjung

20 Februari 2026
Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

18 Februari 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.