Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Saat Wawancara Kerja, Jangan Pernah Menjelek-jelekkan Perusahaan Lama

Hepi Nuriyawan oleh Hepi Nuriyawan
30 Mei 2021
A A
lowongan kerja pencari kerja wawancara kerja sdm keluhan rekruiter pengusaha wirausaha mojok

lowongan kerja pencari kerja wawancara kerja sdm keluhan rekruiter pengusaha wirausaha mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah empat tahun lebih menjalani pekerjaan sebagai karyawan sebuah koperasi, akhirnya perjalanan karier di sana harus terhenti. Tanggal 27 Mei kemarin secara officially saya resign sebagai karyawan koperasi. Berat memang mengambil keputusan ini. Apalagi secara historis pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang saya lakoni pertama kali (dan otomatis wawancara kerja pertama) sejak lulus dari bangku kuliah.

Alasan saya resign dari pekerjaan tersebut adalah ingin mencoba hal-hal baru di luar sana. Terlebih saya dari dulu memang sangat berminat untuk berkarier di dunia perbankan. Dunia para bankers yang dipandang orang lain keren nan kece itu penuh dengan tantangan dan bonus yang melimpah ruah (setidaknya melihat para ekonom yang tampil perlente dengan latar belakang bankers).

ADVERTISEMENT

Dengan memilih opsi pengunduran diri saya sebagai karyawan koperasi, otomatis saya sudah sah menjadi seorang pengangguran lagi. Saya harus melamar kembali pekerjaan lain. Saya juga harus merepotkan diri sendiri untuk menyiapkan berkas-berkas lamaran pekerjaan. Terlebih saya sudah berkeluarga. Pendapatan keuangan harus segera dicari lagi.

Karena sudah lama tidak melamar pekerjaan lain dan belum pernah pengalaman resign, saya menjadi “kagok” untuk memulai mencari pekerjaan. Saya bingung mulai dari mana saya harus melangkah. Ditambah masih dalam masa pandemi, mencari pekerjaan itu sama mencari Harun Masiku, uangel tenan.

Saya mencari-cari informasi bagaimana cara melamar pekerjaan. Lewat konten-konten Youtube sampai materi melamar kerja di Google. Setelah saya mencari informasi tersebut, saya mendapatkan sebuah pelajaran yang begitu berharga, yaitu sebuah etika yang dilakukan oleh mantan karyawan terhadap perusahaan sebelumnya.

Saya merasa bahwa pekerjaan saya di koperasi  sangat berjasa dalam sebagian fase kehidupan saya. Kalau saya tidak mendapat pekerjaan, saya mungkin tak bisa beli baju baru. Saya mungkin tak bisa memberikan THR untuk adik saya maupun saudara-saudara kecil saya. Saya mungkin juga tidak bisa mendanai modal pernikahan saya.

Sebagai orang yang dididik oleh orang tua agar tidak lupa kebaikan dan jasa orang lain, saya wajib melaksanakan. Apalagi jasa koperasi mantan perusahaan yang mempekerjakan saya sebelumnya. Untuk itu, salah satu cara membalas kebaikan koperasinya itu adalah dengan tidak menjelek-jelekkan koperasi tersebut.

Tidak ada gading yang tak cerai, eh retak. Perusahaan pun juga pasti ada bercak-bercak hitam yang kita tahu. Ya selama kita bekerja pasti tahu lah baik-buruknya perusahaan baik dari sisi manajemennya sampai tingkat karyawannya. Namun, itu bukan alasan kita untuk menceritakan buruknya perusahaan lama kita. Terlebih ketika kita melakukan wawancara kerja di calon perusahaan baru.

Baca Juga:

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

Cita-cita Adik Saya Mati di Tangan Tes Ishihara: Sebuah Vonis Konyol dalam Dunia Pendidikan Kita

Kok bisa? Para interviewers pasti akan menanyakan beberapa hal, salah satunya pengalaman pekerjaan. Jika bertanya hal demikian, pertanyaan mainstream-nya seperti ini, “Mengapa kamu resign?”, “Kok kamu resign? Kan udah lama bekerja di sana?”.

Jika mendapatkan pertanyaan di atas, jangan sekali-kali menjawab yang terkesan menyudutkan perusahaan lama. Misal gajinya terlalu kecil, kondisi perusahaan sedang nggak jelas, pimpinannya masya Allah galaknya, dan hal-hal negatif lainnya.

Kalau menjawab seperti itu, bisa-bisa dicap oleh calon perusahaan baru sebagai “kutu loncat”. Iya lah, itu perusahan baru bisa menganggapnya lemah terhadap berbagai tekanan dalam bekerja. Baru diberi cobaan seperti yang diterima di perusahaan lama saja sudah mengeluh, apalagi nanti perusahaan baru. Apalagi perusahaan baru itu 11-12 orientasi bisnisnya.

Selain itu, bisa dinilai kurang bersyukur atas apa yang dimiliki. Sudah mendapat fasilitas dan profit dari perusahaan lama. Tapi malah menutupi semua kenikmatan yang diterima. Perusahaan baru tidak akan menerima karyawan yang tidak pandai dan tidak tahu berterima kasih atas apa yang didapatnya.

Untuk itu, walau memang ada alasan mengundurkan diri karena sesuatu hal negatif dari perusahaan lama, jangan sampai menyebarkan informasi-informasi negatif perusahaan lama kepada orang lain, khususnya saat wawancara kerja. Coba ingat-ingat kebaikan yang telah ditebar saat masih aktif bekerja. Gimana keadaan sebelum dan sesudah bekerja di sana. Pasti ada perubahan yang signifikan. Minimal dompet nyaris tak pernah kering mirip kopiah. Kecuali kalau memang boros sih itu lain cerita.

Seperti kata mantan pimpinan saya dulu, “Kalau menemukan hal-hal negatif (di perusahaan), usahakan diempet (ditahan dalam hati) dulu.” Sebab, kita pun tidak tahu sampai berapa lama kita bertahan di perusahaan itu. Selama masih bekerja di situ, ingat-ingat saja hal-hal baik perusahan yang memberikan secercah kehidupan.

Dalam agama pun telah diajarkan, bahwa jangan melupakan kebaikan pihak lain, salah satunya perusahaan. Tuhan tidak akan memberikan rezekinya secara langsung. Pasti lewat perantara, di mana perusahaan mengambil peran itu sebagai “jembatan” rezeki dari Tuhan ke makhlukNya.

Makanya kadang saya berandai-andai ketika ditanya waktu wawancara kerja, “Kenapa kamu resign?”, saya akan jawab “Saya secara total mendukung Pak Jokowi dulu waktu pilpres pak/bu, sesuai dengan dukungan perusahaan saya dulu, makanya saya resign”.

“Ya sudah kamu sekarang saya angkat jadi komisaris.”

Misal lho ya. Semoga bener. Aamiin Ya Allah.

BACA JUGA Utang Itu Sensitif, Sampai-sampai Orang yang Minjemin Duit Jadi Sangat Menyebalkan dan tulisan Hepi Nuriyawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 November 2021 oleh

Tags: AibHRDPanduan Terminalperusahaan lamaresignwawancara kerja
Hepi Nuriyawan

Hepi Nuriyawan

Karyawan Swasta. Esais dari Purwokerto

ArtikelTerkait

Polemik Slip Gaji: Bersifat Rahasia atau Bisa Diumbar Secara Cuma-cuma?

Polemik Slip Gaji: Bersifat Rahasia atau Bisa Diumbar secara Cuma-cuma?

18 Maret 2022
Mau Meningkatkan Kemampuan Matematika_ Nih, Saya Kasih Tipsnya terminal mojok

Mau Meningkatkan Kemampuan Matematika? Nih, Saya Kasih Tipsnya

6 Juni 2021
Panduan Wawancara Kerja Bagi yang Kualifikasinya Dianggap Overqualified oleh HRD (Unsplash.com)

Panduan Wawancara Kerja Bagi yang Kualifikasinya Dianggap Overqualified oleh HRD

21 Agustus 2022
rekomendasi gear untuk gitaris guitar destruction konser gitaris rock punk mojok

5 Rekomendasi Gear untuk Gitaris di Bawah 5 Jutaan

30 Juli 2021
linkedin mirip facebook postingan aneh mojok

LinkedIn Lama-lama kok Malah Jadi Mirip Facebook, ya?

26 September 2020
mengurangi nafsu belanja online shop ongkir paket jawa ke luar jawa mahal orang luar jawa tak dapat gratis ongkir mojok.co

5 Kiat Jitu Mengurangi Nafsu Belanja Online dari Mantan Pemburu Diskon

13 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.