Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
31 Mei 2021
A A
Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

Share on FacebookShare on Twitter

Drama Korea Law School makin ke sini makin impresif. Plotnya yang semakin menegangkan dan membagongkan berhasil menarik minat banyak audiens buat ikutan nonton drakor yang tayang di saluran TV JTBC dan Netflix ini. Hal ini bisa dibuktikan dari rating Law School di Korea Selatan yang selalu mendapatkan persentase cukup tinggi untuk ukuran acara TV kabel. Begitu pula dengan peringkatnya di platform streaming Netflix yang sukses menggeser Vincenzo dan menjadikan Law School sebagai drama yang memuncaki ranking drama terpopuler Netflix Korea.

Law School ini secara umum menceritakan mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum Universitas Hankuk yang lagi digemparkan oleh kematian mendadak salah satu profesornya. Di tengah investigasi, masalah kematian yang diduga sebagai pembunuhan ini bergulir sampai ke mana-mana. Meskipun fokus utama dari drakor ini adalah mencari pembunuh, tapi kita bisa melihat kehidupan kampus yang menurut saya nggak jauh beda dari real life, terutama sifat dosennya.

Menjelang waktu KRS-an sebagian besar mahasiswa pasti bakal mempertimbangkan mata kuliah dan dosen yang akan mereka pilih. Saya dan temen-temen saya juga punya agenda seperti ini tiap semester baru. Cara yang kami lakukan buat memilah matkul dan dosen ini adalah dengan tanya pengalaman kakak tingkat atau membandingkan gaya mengajar dosen di semester sebelumnya. Dan menurut pengalaman saya dengan melihat tipe dosen favorit teman-teman waktu KRS-an, sifat beberapa dosen yang mirip dengan dosen-dosen dalam Law School berikut pasti bakal dihindari.

#1 Profesor Yang Jong-hoon

Profesor Yang Jong-hoon adalah nama dosen yang ada di peringkat pertama Daftar Dosen Pemicu Senam Jantung. Bahkan menurut Profesor Kim Eun-suk, ia bisa bikin mahasiswanya kayak mayat hidup. Dari episode pertama saja sudah kelihatan banget betapa horornya kelas dosen yang dipanggil Yangcrates ini. Yangcrates bagaikan singa yang nggak akan melepaskan hasil buruannya. Ketika beliau memberikan pertanyaan, kalian nggak akan bisa menghindar. Sekali tertangkap, beliau bakal terus mencecar kalian dengan pertanyaan sampai beliau puas dengan jawaban kalian. Yangcrates juga salah satu dosen yang mengharuskan mahasiswanya buat belajar sebelum hadir di kelas. Nggak belajar? Silakan tutup pintu dari luar.

Yangcrates juga sangat disiplin. Saya yakin beliau nggak akan pernah membiarkan kuliahnya kosong. Lha wong sesibuk apa pun, sibuk di penjara maksudnya, beliau tetep mengoreksi lembar jawab ujian mahasiswa, lho. Ujian dari beliau pun mengandalkan ketelitian banget sampai harus memerhatikan setiap tanda baca karena unsur sekecil apa pun bisa menjadi jebakan. Namun, kalau sama Yangcrates, asal nggak celelekan waktu kuliah dan jawab soal, nilai A pasti bisa lah.

#2 Profesor Kang Ju-man

Ada juga Sang Wakil Dekan, Profesor Kang Ju-man, yaitu dosen yang paling pelit nilai. Waktu nilai ujian mata kuliah yang diampu oleh beliau dirilis, mayoritas mahasiswa dapet nilai yang besarannya kayak ukuran sepatu. Bahkan mahasiswa seambis Seo Ji-ho pun cuma dapet nilai 45. Cuma satu mahasiswa aja yang bisa dapet nilai sangat memuaskan. Parahnya lagi, tidak hadir kelas = nilai auto dipangkas.

Bagian paling ngeselinnya adalah Prof. Kang nggak menerima keluhan terkait nilai. Beliau nggak mau dimintai keterangan atau transparansi nilai. Prof. Kang juga nggak mengizinkan mahasiswa buat buka laptop sewaktu kuliah. Semua laptop dikumpulkan di depan atau luar kelas sebelum kuliah dimulai.

Enaknya, dari ambil kelas Prof. Kang adalah ada asisten dosen atau asdos yang lumayan cakep. Tapi kalau dipikir-pikir, apa gunanya asdos ganteng kalau nggak membantu mendongkrak IPK, ya, kan?

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

#3 Profesor Jung Dae-hyeon

Dosen lainnya yang umumnya bakal dihindari oleh mahasiswa adalah dosen yang satu tipe dengan Profesor Jung Dae-hyeon. Dosen ini mungkin paling sering mengalami kedutan di mata atau lidahnya tergigit waktu lagi makan karena banyak mahasiswa yang ngomongin beliau. Prof. Jung ini kuliahnya nggak asyik babar blas. Kuliahnya nggak jauh beda dengan lagu pengantar tidur dan bikin mahasiswanya sambat terus sepanjang waktu perkuliahan.

Sudah gitu Prof. Jung juga menggunakan kuasanya sebagai dosen untuk membantu melariskan buku yang ditulis oleh istrinya dengan mewajibkan para mahasiswanya buat memiliki buku tersebut. Ancamannya, sih, pakai nilai karena bukunya bakal dijadiin buku acuan kuliah.

Untuk masalah ini sebenernya mahasiswa bisa lho pakai jiwa kreatif atau jaringan sosial yang dipunya seandainya uang sakunya mepet buat beli buku. Misalnya beli buku di depan SMA Negeri 6 Yogyakarta atau Shopping Book Center di dekat Taman Pintar. Atau bisa juga pinjem punya kakak tingkat. Sayangnya, mahasiswa Hankuk kayaknya nggak kenal cara-cara ini.

#4 Profesor Kim Eun-suk

Udah deh, memang paling enak itu ambil kelas yang diampu oleh dosen seperti Profesor Kim Eun-suk. Dekat dengan mahasiswa, suka bagi-bagi materi dan buku kuliah gratis, kelas interaktif dan seru, serta pembawaan beliau yang enerjik. Prof. Kim memang melampaui ekspektasi, apalagi kalau ditambah dengan nggak banyak memberikan tugas, wah pasti langsung jadi kecintaan mahasiswa tuh. Alhamdulillah di prodi saya lumayan banyak dosen yang serupa dengan Prof. Kim dan biasanya kuota kursi kelas dosen-dosen tersebut paling cepet penuhnya waktu KRS-an. Kalau kalian gimana, Mylov?

BACA JUGA Drakor ‘Law School’ dan Realita Mahasiswa Korea yang Ambis Pol dan tulisan Noor Annisa Falachul Firdausi lainnya.

Terakhir diperbarui pada 7 Oktober 2021 oleh

Tags: Dosendrama koreaHiburan TerminalLaw SchoolMahasiswapendidikan terminal
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Fresh Graduate Solo Culture Shock Kerja di Jakarta, Cukup Jadi Pengalaman Sekali Seumur Hidup Aja Mojok.co

Fresh Graduate Solo Culture Shock Kerja di Jakarta, Cukup Jadi Pengalaman Sekali Seumur Hidup Aja

30 Maret 2024
Bukan UGM Atau UNY, UIN Sunan Kalijaga Adalah Kampus Paling Unggul di Jogja

Bukan UGM Atau UNY, UIN Sunan Kalijaga Adalah Kampus Paling Unggul di Jogja

12 Maret 2024
4 Tradisi Mahasiswa Pascasarjana Menjelang UAS Terminal Mojok

4 Tradisi Mahasiswa Pascasarjana Menjelang UAS

19 Desember 2022
Ngumpulin Sumbangan Bencana Alam kok Ngedarin Kardus di Lampu Merah. Kreatif, dong! terminal mojok.co

Gelar Aktivis Bukan Buat Gaya-Gayaan

12 Mei 2019
12 Tipe Dosen yang Dibenci Mahasiswa Apalagi yang Sok Tuhan (Unsplash)

12 Tipe Dosen yang Dibenci Mahasiswa: Mulai dari Berlagak seperti Tuhan, sampai Kehadirannya cuma Mitos

27 September 2025
4 Salah Kaprah Tentang Unpad yang Harus Diluruskan

Kalau Mau Kuliah di Bandung ke Unpad Aja dan Salah Kaprah Lainnya tentang Unpad yang Perlu Diluruskan

14 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak (Wikimedia Commons)

Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak: Sebuah Usaha Menghapus Cap Makanan Nggak Jelas dari Jidat Sate Taichan

7 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.