Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Memang Apa Salahnya Jokowi Hadir di Pernikahan Atta dan Aurel?

Diat Rian Anugrah oleh Diat Rian Anugrah
6 April 2021
A A
Memang Apa Salahnya Jokowi Hadir di Pernikahan Atta dan Aurel_ terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah ramainya perbincangan mengenai peristiwa teror yang terjadi belakangan ini, masyarakat Indonesia kembali heboh berbincang mengenai selebriti. Tenang, ini bukan soal video syur selebriti yang tersebar, melainkan tentang hari bahagia sepasang selebriti muda, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. Keduanya telah melangsungkan pernikahan pada hari Sabtu, 3 April 2021 yang lalu.

Sebenarnya perbincangan mengenai hubungan mereka sudah muncul sejak lama. Jika ditarik jauh ke belakang, sejak awal kedekatan mereka berdua, isu bahwa hubungan tersebut hanyalah settingan guna mendulang views dan subscribers belaka banyak diucapkan oleh banyak orang. Namun akhirnya mereka berhasil membuktikan kepada orang-orang bahwa mereka benar-benar serius dalam berhubungan hingga sampai di pelaminan. Eh, tapi banyak juga kok selebriti yang nikahnya settingan.

Lalu ketika mereka berdua akan segera melangsungkan lamaran dan akad nikah, juga ramai diperbincangkan. Hal yang paling memancing keramaian di media sosial adalah acara-acara tersebut dilangsungkan secara live di TV nasional. Banyak netizen yang menyayangkan hal tersebut. Menurut mereka, banyak hal yang lebih penting untuk disiarkan di frekuensi milik publik ketimbang prosesi pernikahan sepasang selebriti. Kalaupun ditayangkan, cukup dalam cuplikan dalam acara gosip selebriti yang sudah memilik jam tayangnya sendiri.

Komisi Penyiaran Indonesia bahkan sempat membuat pernyataan akan memanggil pihak stasiun TV yang menayangkan acara tersebut secara penuh dan langsung. Saya sendiri, dan banyak orang lain, tidak ambil pusing dan menikmatinya sekadar sebagai bacaan yang lewat di linimasa. Toh, seberisik apa pun protes netizen, stasiun TV tidak akan peduli, mereka hanya peduli rating. Memangnya cuitan netizen bisa bikin mereka dapat sponsor dan iklan?

Benar saja, serangkaian acara pernikahan tersebut tetap dilaksanakan dan disiarkan secara langsung oleh stasiun TV nasional. Namun ada hal yang jauh memancing keramaian di media sosial, yaitu kehadiran beberapa tokoh kenegaraan seperti Presiden yang kita cintai, Bapak Joko Widodo beserta istri, Bapak Prabowo Subianto, serta Bapak Bambang Soesatyo.

Pak Joko hadir dan menjadi saksi dari pihak keluarga Aurel, Pak Prabowo menjadi saksi dari pihak keluarga Atta, sedangkan Pak Bambang sebagai wakil keluarga Atta. Lagi-lagi banyak netizen yang mengomentari dan menyayangkan hal tersebut. Menurut mereka, banyak hal yang lebih penting untuk diurus para pejabat tersebut dibanding menghadiri akad nikah tersebut.

Pak Joko, Pak Prabowo, Pak Bambang, nggak usah dengerin omongan netizen, Pak. Mereka memang sukanya protes terus. Mereka itu cuma iri nggak dapat undangan hajatan di gedung mewah sama makan katering mahal.

Lagi pula orang datang ke hajatan kok diprotes, sih? Lha wong diundang ya datang lah. Coba misalnya kalian yang dapat undangan, mosok mau nolak? Nanti gantian hajatanmu nggak ada yang dateng, lho! Eh, kalian kan kalau bikin hajatan nanti dibubarin satpol PP, ya? Nelongso tenan nasibmu, Rek. Makanya jadi artis dulu. Jadi artis juga belum cukup, harus jadi DPR dulu, habis itu baru… bikin channel YouTube~

Baca Juga:

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

Ada netizen yang menyandingkan berita Pak Joko yang hadir di pernikahan Atta dan Aurel dengan berita-berita Pak Joko yang tidak hadir di beberapa persidangan gugatan rakyat. Lha, mosok dua hal yang berbeda jauh kok dibanding-bandingkan, sih? Yo jelas nggak apple to apple lah!

Datang ke hajatan itu menyenangkan, disambut dengan baik, disediakan tempat yang nyaman, disajikan makanan yang enak. Jadi saksi pun cukup mengucap “SAH” doang. Jelas beda dengan datang ke sidang. Disambut dengan gugatan, disediakan tempat di depan hakim, disajikan berbagai macam pertanyaan yang jawabannya harus dipikirkan matang-matang. Belum lagi potensi dipermalukan di hadapan publik. Hadeh. Kalau disuruh memilih di antara dua agenda tersebut, orang waras pasti pilih yang pertama! Masalah tanggung jawab itu belakangan, biar juru bicara yang nanggung dan buzzer yang jawab.

Selain itu, ada juga yang membandingkan dengan tidak hadirnya Pak Joko dalam setiap Aksi Kamisan. Orang ini apa nggak tahu, ya? Pak Joko itu orang nomor satu di negeri ini, agenda dan pekerjaannya itu banyak buanget. Belum lagi kebutuhan bikin konten vlog sama nengok bebek. Malah bikin aksi pas hari Kamis terus, ya tentu beliau nggak bisa datang laaah. Coba saja Aksi Kamisan jadi hari Sabtu, pasti nggak datang juga, kan lagi jadi saksi nikahan.

Netizen juga menyayangkan kehadiran Pak Joko karena beliau adalah presiden yang memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar ketimbang sekadar menjadi saksi nikahan. Gini, lho, Ngab, karyawan saja ada hari liburnya, masa presiden nggak ada? Itu Pak Joko lagi libur, jadi jangan ngomongin kerjaan. Kasihan kan beliau, nanti beliau curhat ke @hrdbacot kan jadi tambah heboh.

Paling banyak netizen mangaitkan hajatan tersebut dengan pandemi yang belum selesai dan membandingkannya dengan hajatan rakyat biasa yang dibubarkan polisi. Ya tentu beda, dalam universe-nya Pak Joko, Indonesia itu sudah berhasil mengatasi pandemi. Kalian ini nggak pernah baca berita, ya?

Selain itu, kalian tahu Pak Amien Rais? Beliau pernah bilang kalau malaikat berdoa supaya Pak Joko nggak terpilih jadi presiden untuk kedua kalinya. Buktinya, Pak Joko terpilih lagi. Doa malaikat saja bisa dilawan, apalagi sekadar corona. Corona? Minggat!

Intinya, memang nggak ada yang salah dari hadirnya Pak Joko dan teman-temannya di pernikahan Atta dan Aurel, hanya pikiran kalian saja yang belum nyampe.

Terakhir, saya mau bilang sama Pak Joko, mmm… kursi komisaris masih ada, kan?

Sumber Gambar: YouTube Atta Halilintar

BACA JUGA Menerka Pesan Misterius Presiden Jokowi Saat Hadiri Pernikahan Atta dan Aurel dan tulisan Diat Rian Anugrah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 April 2021 oleh

Tags: atta halilintarPernikahanPernikahan Atta dan Aurelpresiden jokowi
Diat Rian Anugrah

Diat Rian Anugrah

Debt collector yang baik hati.

ArtikelTerkait

marriage story

Sebelum “Marriage Story”, Ada “The Wife” yang Cerita Soal Perempuan dan Rumitnya Pernikahan

17 Desember 2019
Cewek Indonesia Impiannya Menikah dengan Bule Apa Nggak Pernah Pikir Panjang? terminal mojok.co

Cewek Indonesia yang Impiannya Menikah dengan Bule Apa Nggak Pernah Pikir Panjang?

24 Februari 2021
Pernikahan di Desa Lebih Perlu Modal Sosial daripada Uang Mojok.co

Pernikahan di Desa Lebih Perlu Modal Sosial daripada Uang

16 November 2023
5 Film Soal Pernikahan yang Sebaiknya Ditonton Sebelum Menikah terminal mojok.co

5 Film Soal Pernikahan yang Sebaiknya Ditonton Sebelum Menikah

19 November 2021
Nikah sama Orang Korea yang Jadi Anak Laki-laki Pertama Itu Boleh Nggak, sih Terminal Mojok

Nikah sama Orang Korea yang Jadi Anak Laki-laki Pertama Itu Boleh Nggak, sih?

23 Januari 2021
Bung Jokowi, Saya Sangat Meragukan Komitmen Situ Tentang Demokrasi, berdamai dengan corona

Menebak Maksud Presiden Jokowi yang Nyuruh Kita “Berdamai dengan Corona”

10 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.