Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Teruntuk Para Owner Olshop yang Berakun Instagram Private: Kalian Mau Cari Pelanggan atau Follower?

Ade Vika Nanda Yuniwan oleh Ade Vika Nanda Yuniwan
23 Agustus 2019
A A
owner olshop

owner olshop

Share on FacebookShare on Twitter

Instagram memang selalu memiliki topik pembicaraan yang menarik. Ada banyak hal yang cukup menggelitik untuk diusik dari media sosial berlogo polaroid ini. Mulai dari penghuninya yang sering bikin sensasi, bikin pansos, bikin quotes ala sastrawan-sastrawan milenial—semuanya ada di Instagram. Instagram itu lengkap!

Meskipun banyak penggunanya yang memanfaatkan Instagram sebagai saluran berpansos ria, nyatanya tidak jarang juga Instagram digunakan untuk berbisnis. Ya apalagi namanya kalau bukan olshop. Iya—online shop, yang biasanya kalian sering lihat akun Ig mereka digembok itu lhooo~

Begini, saya tidak mempermasalahkan mereka yang menjadikan Instagram sebagai media berbisnis mereka. Tapi kok rasanya saya kecele alias cegeh alias merasa ter-PHP dengan ulah para owner olshop kebanyakan. Kenapa? Ya karena akun Instagram mereka yang katanya jadi katalog dagangan itu digembok sodara-sodara. Padahal sebelum saya mampir ke lapaknya di Instagram, saya sudah super penasaran dan ingin cepat-cepan bikin pemesanan. Cegek lah saya.

Pernah suatu hari saya mengikuti alur bermain salah satu dari mereka karena saking penasarannya saya dengan produk yang dijual. Saya melihat nama akun lapak Instagramnya di iklan singkat history Instagram. Di iklan tersebut, lapak ini menjual baju-baju gamis dengan model dan motif kekinian—persis seperti yang saya cari. Akhirnya dengan dorongan rasa penasaran dan mata yang tertutup oleh kabut hedon, saya pun mengunjungi akun Instagramnya.

JENG JENGG! Lapaknya digembok gais. Saya sedikit kecewa, pasalnya saya yang sudah buta dengan penasaran ini ujug-ujug harus menahan kebutaan saya ini begitu saja karena akun Instagram olshop itu bersifat privasi. Jadi anda ini mau cari pelanggan atau follower sih Mb, Mz?

Karena saya yang sudah kadung buta, dan cukup yakin dengan lapak olshop tersebut karena mempunyai banyak follower, jadilah saya meng-klik ‘minta ikuti’ pada akun Instagram olshop tersebut. Saya pun dengan sabar menanti sang owner olshop mengizinkan saya untuk masuk lapak Instagramnya dan mengamati satu per satu barang dagangannya.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Saya cek lagi di daftar following saya, ternyata olshop tersebut belum meng-acc akun saya untuk jadi pengikutnya. Alhasil, kekepoan saya yang masih kekeuh bertahan sejak berhari-hari yang lalu pudar begitu saja. Padahal saya betul-betul ingin memesan baju yang dijual di olshop tersebut.

Lalu di lain hari lagi, saya menghadapi kasus yang sama. Saya lagi-lagi terbujuk dengan iklan produk di yang tampil di slide history Instagram saya. Kali ini olshop yang bikin saya terbuai adalah olshop penjual produk kecantikan. Ya maklum. Sebagai cewek, saya akhirnya tergiur juga dengan produk kecantikan yang harganya agak miring dari lapak-lapak sebelah.

Baca Juga:

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

Tolong, Jadi Pengajar Jangan Curhat Oversharing ke Murid atau Mahasiswa, Kami Cuma Mau Belajar

Setelah saya klik akun Instagram lapak tersebut, lagi-lagi saya dibikin kecele dengan akun instagram yang di mode private. Karena saya terlanjur penasaran, akhirnya saya tetap meminta akun tersebut untuk meng-acc saya jadi pengikut akun Instagramnya. Dan seperti dugaan saya sebelumnya, kejadian ini akan berakhir sama seperti kejadian sebelumnya soal lapak olshop baju gamis—permintaan mengikuti saya diabaikan. Saya jadi kayak pengemis apa gitu ya~

Saran saya untuk kalian yang para owner olshop atau calon owner olshop yang membuka usaha jual-beli dengan media pemasarannya adalah Instagram, tolong niatkan diri kalian untuk menarik pelanggan atau pembeli bukan untuk follower saja. Kalau kalian niat cari banyak follower, sekarang kan ada akun-akun Instagram yang diperjual-belikan, silakan kalian beli sebanyak-banyaknya.

Instagram pun sebenarnya memiliki fitur khusus bagi para pebisnis, yaitu fitur Instagram marketing. Saya bukan promosi Instagram, tapi fyi, Instagram kan memang ada mode akun bisnis yang bisa kalian kelola secara mandiri dan fleksibel. Kalian bahkan bisa menggunakan fitur Instagram marketing seperti ‘promosikan produk’ yang kalian jual untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat luas.

Kalian bisa juga menggunakan fitur Insight pada Instagram mode bisnis kalian untuk strategi digital marketing kalian. Fitur ini membantu kalian untuk memilih konten produk yang menarik serta memperkirakan statistik calon pelanggan yang melihat unggahan produk kita.

Atau jika kalian ingin memperluas cakupan bisnis olshop kalian, pada mode akun bisnis Instagram, kalian dapat menambahkan mitra bisnis untuk menandai konten produk kalian maupun mitra bisnis kalian terhadap akun bisnis kalian. Intinya, untuk memulai usaha marketing digital melalui Instagram tidak perlu dengan cara memprivate akun. Karena hal itu dapat membuat para pelanggan ribet dan (bisa jadi) akhirnya merasa ter-PHP, seperti saya tadi.

Mungkin juga di sisi lain kalian ingin menggaet pembeli, kalian juga ingin menambah follower akun Instagram kalian. Lalu kalian sengaja membuat penasaran kami dengan katalog produk kalian pada feed Instagram yang terprivate? Sungguh kalian memang pebisnis startup bertaktik cerdas nan kapitalis. Iya dong, biar sekali dayung dua pulau terlampaui—ya dapat pembeli, ya dapat follower.

Tapi percayalah, jika calon pembeli terlanjur jatuh hati dengan produk yang kalian jual, mereka pasti akan mengikuti akun lapak olshop Instagram kalian tanpa harus meminta persetujuan kalian dulu supaya bisa mengikuti. Kami-kami penggemar olshop berhobi mengikuti akun Instagram olshop yang sekiranya menjual produk yang menarik bagi kami. Karena rezeki kan sudah ada yang ngatur Mz, Mb~ (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 23 Agustus 2019 oleh

Tags: BisnisCurhatdaganganinstagramkatalogolshoponline shopowner
Ade Vika Nanda Yuniwan

Ade Vika Nanda Yuniwan

Pekerja literasi yang mencintai buku, anak-anak, dan pendidikan. Suka berdiskusi sambil nulis ringan untuk isu-isu yang di sekelilingnya.

ArtikelTerkait

25 Kamus Warna yang Sering Dijumpai di Online Shop terminal mojok.co

25 Kamus Warna yang Sering Dijumpai di Online Shop

17 Januari 2022
google

Google yang Serba Tahu dan Kemalasan Manusia Untuk Berpikir

10 Agustus 2019
Dilema Coffee Shop di Kabupaten: Hidup Segan, Mati kok Udah Keluar Modal Banyak, Pusing!

Dilema Coffee Shop di Kabupaten: Hidup Segan, Mati kok Udah Keluar Modal Banyak, Pusing!

10 September 2024
3 Bisnis Langka di Argodadi Bantul

3 Bisnis Langka di Argodadi Bantul, Bisa Jadi Peluang buat yang Ingin Buka Usaha

27 September 2024
Panduan Membedakan Kota dan Kabupaten Pekalongan biar Nggak Salah Lagi! Terminal Mojok

Alasan Kota Pekalongan Layak Jadi Kota Bisnis

30 Desember 2020
4 Rekomendasi Skincare Aman dan Terpercaya di TikTok Shop

Memblokir TikTok Shop Nggak Bikin Pasar Tradisional Tiba-tiba Ramai

26 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.