Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kelakuan Orang-orang Tiap Melihat Genangan Air

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
22 Februari 2021
A A
Kelakuan Orang-orang Tiap Melihat Genangan Air Terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Kata pujangga, hujan selalu datang bawa kenangan. Tiap rintik yang jatuh ke bumi adalah mesin waktu yang memutar kisah-kisah lama. Mengurai duka bagi yang terluka dan menambah sendu bagi yang rindu. Padahal ya, hujan mah gitu-gitu saja dari dulu. Sok-sokan diromantisasi. Noh jemuran diangkat! Lagi pula, yang betul itu hujan datang bawa genangan, bukan kenangan. Iya apa iya?

Soal genangan air ini, jalan depan rumah saya termasuk yang langganan genangan air tiap kali hujan turun. Beceknya itu, loh, bikin illfeel. Sayang, duit saya nggak sebanyak Nia Ramadhani. Coba kalau duit saya sebanyak blio, tak aspal jalan sa’omah-omahe sisan. Biar hujan nggak lagi bawa genangan, tapi kenangan, seperti kata pujangga. Tuh, kan. Nia Ramadhani lagi. Kapokmu kapan?

Nah, saking seringnya lihat genangan air, saya sampai membuat daftar hal-hal apa saja yang biasanya orang lakukan tiap kali melihat genangan air.

#1 Jadi laut-lautan

Kalau yang ini biasanya dilakukan oleh anak-anak. Anaka-anak itu paling nggak bisa lihat ada genangan air, langsung cus bikin kapal-kapalan dari kertas. Setelah jadi, ditaruh di atas genangan, deh. Makin luas permukaan genangan airnya, makin asyik mainnya. Gitu saja sudah bahagia banget. Ngaku deh, waktu kalian belum ribet mikirin utang juga sering kayak gitu, kan? Hehehe. Makanya buku tulis zaman sekolah dulu cepat banget habis, ya.

#2 Diciprat-cipratin

Nyiprat-nyipratin genangan memang biasanya dilakukan oleh bocil. Tapi ternyata orang dewasa juga melakukan hal sama, loh. Caranya saja yang beda. Nggak percaya? Coba deh berkendara di jalanan selepas hujan turun. Pasti ada saja pengendara yang menggeber laju kendaraannya pas melintasi genangan air. Airnya jadi nyiprat ke mana-mana. Tapi tentu saja, sebagai makhluk berakal budi, sungguh tak elok bila kita berprasangka bahwa mereka sengaja melakukannya. Mungkin saat itu mereka memang nggak melihat ada genangan air. Maklum, waktu itu matanya sedang ditaruh di dengkul.

#3 Dibom

Biasanya, ngebom genangan air dilakukan oleh bocil yang akhlakless. Lihat ada genangan bukannya melipir minggir, malah sengaja ambil ancang-ancang. Setelah itu ngebom alias melompat ke dalam genangan dengan tiba-tiba hingga membuat airnya nyiprat sampai ke Lebanon. Habis itu kabur sambil ketawa ngakak. Puas lihat temannya bersumpah-serapah gara-gara bajunya jadi basah dan kotor.

Ngebom genangan juga bisa dilakukan dengan cara melempar sesuatu ke dalamnya. Biasanya sih batu. Habis dilempar langsung pura-pura nggak tahu. Mungkin dari kebiasaan itulah kemudian muncul peribahasa lempar batu sembunyi tangan. Mungkin, lho, ya…

#4 Buat cuci sandal

Masih jadi misteri kenapa genangan air sering kali jadi sasaran untuk mencuci sandal. Padahal, air pasti melimpah ruah di kamar mandi. Tinggal byuuur, beres. Lha, kok malah milih cuci di genangan. Ah, mungkin mencuci sandal di genangan ini semacam panggilan jiwa. Jadi refleks saja gitu. Akhirnya jadilah itu sandal dicelupin, diputar, lalu digoyang-goyang biar sisa air genangan bisa tuntas. Violaaa… sandal kinclong seketika, Bund.

Baca Juga:

Dear Pengendara Mobil, Nggak Usah Ngebut di Atas Jalan Tergenang Air, dong!

#5 Jadi kuali

Di tangan anak-anak, genangan air bisa menjelma jadi kuali. Tunggu, jangan-jangan kalian nggak tahu apa itu kuali? Bukan. Kuali itu bukan biji bunga matahari. Itu kuaci. Kalau kuali itu adalah belanga tempat memasak. Kenapa? Belanga nggak tahu juga? Wadah, Ngab~

Awalnya, anak-anak bakal mengambil daun-daun yang ada di sekitar mereka. Lalu, daun itu ditumpahkan di atas genangan, terus diaduk-aduk pakai ranting pohon. Kadang mereka menyebutnya soto, kadang sop. Suka-suka hati mereka sajalah.

Dari daftar 5 perlakuan ini, kita belajar bahwa sesuatu yang kecil dan terlihat nggak berharga seperti genangan, justru bisa mendatangkan kebahagiaan bagi orang-orang tertentu. Siapa? Ya mereka-mereka yang nggak ribet dengan definisi bahagia. Wong aslinya bahagia memang sesederhana itu, kok. Kitanya saja yang kebanyakan syarat. Eh, kok kita?

BACA JUGA Dear Pengendara Mobil, Nggak Usah Ngebut di Atas Jalan Tergenang Air, dong! dan artikel Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Februari 2021 oleh

Tags: genangan air
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Dear Pengguna Mobil, Nggak Usah Ngebut di Atas Jalan Tergenang Air, dong! Terminal Mojok

Dear Pengendara Mobil, Nggak Usah Ngebut di Atas Jalan Tergenang Air, dong!

30 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online Mojok.co

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online

9 Juni 2026
Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

Cilegon, Kota Industri yang Nggak Kompetitif dan Terlihat Miskin

8 Juni 2026
Vario 125: Kelihatan Lemah tapi Mampu Libas Jalur Pantura (Wikimedia Commons)

Pengalaman Saya Menguji Ketangguhan Vario 125 di Jalur Pantura, Sempat Ragu tapi Malah Bikin Ketagihan Touring

13 Juni 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Para Pengendara Motor di Jogja Itu Terkenal dengan Santainya, kecuali Orang Bantul Selatan

9 Juni 2026
Penderitaan Tinggal Dekat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet dan Berisik, Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan Terminal

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

12 Juni 2026
Kota Minyak, Julukan yang Kini Jadi Derita Warga Balikpapan (Unsplash)

Kota Minyak, Julukan yang Tidak Bisa Lagi Dibanggakan Warga Balikpapan

14 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.