Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

3 Karier yang Dilewatkan SpongeBob daripada Jadi Koki Kere di Krusty Krabs

Muhammad Abdul Rahman oleh Muhammad Abdul Rahman
18 Februari 2021
A A
3 Karier yang Dilewatkan SpongeBob daripada Jadi Koki Kere di Krusty Krabs terminal mojok.co

3 Karier yang Dilewatkan SpongeBob daripada Jadi Koki Kere di Krusty Krabs terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai tokoh utama, SpongeBob jadi sorotan lebih dibandingkan para karakter lain oleh penontonnya. Sosok yang punya karakter positive vibes kuat ini selalu saja mencuri perhatian. Karakter SpongeBob selalu punya pesan moral yang kadang konyol, tapi masuk akal. Salah satu positive vibes yang dimiliki SpongeBob, dia tidak pernah mengeluh dan selalu berpikiran positif, apalagi mengenai pekerjaannya. Punya bos macam Tuan Krabs di Krusty Krabs yang ngeselinnya bikin usus pegal pun tetap dilakoni SpongeBob dengan santai.

Padahal, apabila SpongeBob mau resign pun, kariernya akan lebih moncer dibandingkan bertahan di Krusty Krab. SpongeBob punya beberapa peluang mengembangkan kariernya. Berikut beberapa peluang tersebut.

#1 Menjadi koki kerajaan

Di episode Neptune’s Spatula Season 1, dikisahkan SpongeBob dan Patrick sedang berjalan-jalan berkeliling museum. Setelah berkeliling, tak sengaja SpongeBob dan Patrick melihat spatula yang tertancap di sebuah batu besar. Konon hanya koki sejatilah yang mampu mengangkat atau menarik spatula tersebut. Dengan gaya khasnya, tentu saja Patrick mencoba menggoda SpongeBob untuk menarik spatula tersebut.

Sampai akhirnya, SpongeBob dengan mudahnya bisa menarik spatula tersebut. Neptunus yang sedang untuk mencari koki terbaik bagi kerajaannya, terkejut ketika tahu siapa yang berhasil menarik spatula tersebut. Sosok yang cemen ini betul-betul tidak pernah ia perkirakan.

Meskipun banyak saksi yang melihat SpongeBob berhasil menarik spatulanya, Neptunus tetap ingin membuktikan apa benar SpongeBob sehebat yang disangka orang-orang. Akhirnya, ia membuat sebuah kompetisi masak. Siapa pun yang berhasil membuat makanan terbanyak, dia yang berhasil menang. Artinya, jika si SpongeBob berhasil menang, dia berhak menjadi koki kerajaan.

Seperti yang sudah bisa pembaca tebak, SpongeBob kalah telak. Neptunus berhasil menang hanya dengan sihir yang dia punya. Sedangkan SpongeBob membuat satu Krabby Patty pun dengan perlahan-lahan. Sayangnya, makanan yang berhasil dibuat oleh Neptunus, tidak ada yang lezat sama sekali. Pada akhirnya Neptunus mengakui bahwa makanan bikinan SpongeBob lebih lezat meskipun tidak bisa membuat sebanyak Neptunus.

#2 Menjadi walikota

Pada episode What Ever Happened to SpongeBob? season 5, SpongeBob dikisahkan menjadi penyelamat kota dari serangan gang brutal bernama Bubble Poppin Boys yang anti gelembung udara. Sampai akhirnya, walikota saat itu terpaksa harus demisioner setelah bertahun-tahun menjabat karena merasa tidak mampu membasmi gang brutal tersebut dari kota.

Kalau SpongeBob mau serius menekuni bidang politik, saya rasa karier SpongeBob akan moncer dibandingkan harus menjadi koki kere di Krusty Krabs. Masalahnya, kesempatan yang sudah diberikan SpongeBob untuk memimpin kota, malah dihancurkan dengan membuat kebijakan untuk bebas meniup gelembung udara tanpa ada batasan. Harusnya, SpongeBob fokus terhadap tingkat kemacetan, sosial, dan kemiskinan di kota tersebut.

Baca Juga:

Patrick Star dalam SpongeBob SquarePants Sebenarnya Orang Kaya yang Pura-pura Bodoh demi Bisa Bahagia

SpongeBob SquarePants Adalah Buruh Idaman Pengusaha Culas

Bayangkan jika SpongeBob membuat kebijakan untuk memberikan dana bantuan 1 juta dolar di setiap desa di kota tersebut, atau memberikan bantuan BLT bagi warga miskin, saya rasa elektabilitas SpongeBob akan meningkat dengan sendirinya. Bahkan kalau masyarakat di kota lain senang dengan sosok dan pribadi SpongeBob dalam memimpin kota, bukan tidak mungkin nama SpongeBob bisa masuk ke bursa pencalonan presiden.

Akibatnya, dengan kebijakannya yang ngawur dan merugikan masyarakat kota, warga New Kelp melakukan demo besar-besaran untuk menuntut walikota SpongeBob mundur dari jabatannya. Kalau saya menjadi konsultan politiknya, saya akan menyarankan untuk walikota SpongeBob melakukan audiensi, berunding, serta melakukan klarifikasi dengan warganya. Paling tidak bisa memberikan statement kepada warganya atas kesalahan kebijakan yang telah dia tetapkan.

Namun, SpongeBob tidak melakukan itu. Ketika ia telah ditolak oleh masyarakatnya, ia kembali pada Krusty Krab seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

#3 Menjadi entrepreneur

Di episode ini, SpongeBob berhasil membuat saya gregetan setengah mati. Bagaimana tidak, dia sebetulnya berhasil meraup keuntungan sendiri dengan menciptakan Krabby Patty kreasinya sendiri, tapi malah dilepaskan begitu saja dan memilih untuk bertahan sebagai pegawai Krusty Krabs.

Cerita ini berawal dari episode Patty Hype season 2. Di awal cerita Tuan Krabs merasa bosan dengan perkembangan Krabby Patty yang sudah dia pertahankan selama bertahun-tahun. Tuan Krabs merasa harus ada inovasi dari Krusty Krabs agar bisa tetap disenangi pengunjung. Saya tidak tahu motivasinya apa, padahal tanpa harus berinovasi Krusty Krab juga tidak punya pesaing.

Awalnya SpongeBob punya ide dengan membuat variasi warna di Krabby Patty. Ada warna merah, biru, ungu, kuning, dan warna-warna lainnya. Bukannya didukung, malah ditertawakan oleh bos dan rekan kerjanya sendiri. Oleh karena itu, entah tersinggung atau ingin membuktikan bahwa penilaian mereka salah, SpongeBob sempat keluar dari Krusty Krab beberapa hari untuk membuka bisnisnya sendiri.

Seperti pedagang-pedagang UMKM lainnya, awalnya SpongeBob membuka bisnisnya dengan stand sederhana di depan rumahnya. Tidak disangka, Pretty Patties olahan sang koki begitu lezat dan digemari oleh masyarakat Bikini Bottom. Hal ini membuat Tuan Krabs si kikir resah, bekas anak buahnya bisa lebih sukses daripada dirinya.

Bukan Tuan Krabs namanya kalau tidak pandai melobi soal uang. Tuan Krabs tahu betul bahwa SpongeBob cinta mati dengan Krusty Krab. Maka dari itu Tuan Krabs bersedia memberikan Krusty Krab dan seluruh isinya asal SpongeBob mau menukarnya dengan usaha Pretty Patties. Seperti yang sudah saya duga, tentu SpongeBob dengan rela hati memberikan usahanya itu dan akhirnya si Tuan Krabs yang berhasil mengakuisisi bisnisnya.

Padahal, kalau dia mau menekuni bisnisnya, sudah pasti usahanya akan lebih besar ketimbang bekerja di Krusty Krabs. Itulah yang membuat saya gregetan setengah mampus dengan SpongeBob.

BACA JUGA Jika Plankton ‘SpongeBob Squarepants’ Jadi Member WhatsApp Grup, Tentu Akan Merepotkan Adminnya dan tulisan Muhammad Abdul Rahman lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Februari 2021 oleh

Tags: Krusty KrabsSpongeBob
Muhammad Abdul Rahman

Muhammad Abdul Rahman

Dosen di Universitas Nasional, Praktisi Perpajakan dan Keuangan, serta Mahasiswa Doktoral di Universitas Brawijaya.

ArtikelTerkait

ikigai adalah konsep kedamaian jepang mojok

Ikigai, Konsep Kebahagiaan yang Dicapai Sempurna oleh Squidward

11 Januari 2021
Tipe-tipe Pelanggan yang Datang ke Krusty Krab terminal mojok.co

Tipe-tipe Pelanggan yang Datang ke Krusty Krab

3 Desember 2020
SpongeBob SquarePants Adalah Buruh Idaman Pengusaha Culas

SpongeBob SquarePants Adalah Buruh Idaman Pengusaha Culas

21 Maret 2023
Kalau Dipikir-pikir Squidward Tentacles Pantas Debut Jadi Idol Korea terminal mojok.co

5 Sisi Positif Mengadopsi Sikap Cuek Squidward

2 September 2020
Pembangunan Jalan Raya Super Selly di Kartun SpongeBob Adalah Gambaran Buruk Investasi terminal mojok.co

Pembangunan Jalan Raya Super Selly di Kartun SpongeBob Adalah Gambaran Buruk Investasi

25 Oktober 2020
Tuan Krabs, Tokoh Kartun Cerminan Pemilik Media yang Realistis terminal mojok.co

3 Karakter Buruk Tuan Krabs, Pengusaha Kaya yang Tidak Visioner

28 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat Mojok.co

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

30 Maret 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

31 Maret 2026
Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong Mojok.co

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

30 Maret 2026
Penilai Properti: Profesi "Sakti" di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

Penilai Properti: Profesi “Sakti” di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

31 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional
  • Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan
  • Astrea Grand, Motor Honda yang Saking Iritnya, Sampai Memunculkan Mitos Tentangnya
  • Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa
  • Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga
  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.