Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Testi dan Rating Marketplace Harus Diubah agar Hasilnya Lebih Valid

Trian Ferianto oleh Trian Ferianto
14 Januari 2021
A A
Testi dan Rating Marketplace Harus Diubah agar Hasilnya Lebih Valid Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Hari gini pemuda Indonesia kalau mager di kala pandemi ya buka media sosial dan marketplace. Kalau di media sosial mencari gosip dan kericuhan berita terkini, maka di marketplace mencari barang yang dibutuhkan, bahkan yang nggak dibutuhkan.

Untuk memilih barang di marketplace, biasanya yang jadi pertimbangan adalah budget, keunyuan barang, tren, dan tingkat kepentingan barang, memang sedang dibutuhkan atau nggak. Kalau sudah menemukan barang incaran, salah satu pertimbangan tambahan kita memutuskan beli di suatu toko adalah rating bintang lima yang diberikan oleh pembeli sebelumnya. Kita lupa dan sering kali tertipu, termasuk saya, bahwa rating bintang lima itu adalah penilaian atas kualitas pengiriman dan performa mas-mas ekspedisi dan minim faktor pertimbangan kualitas produk.

Begini alasannya…

Kesempatan memberikan rating penilaian biasanya dibuka kurang lebih 5 hingga 7 hari setelah barang diterima. Dalam jangka waktu tersebut, yang bisa kita nilai hanyalah bungkusan kiriman nggak penyok yang dapat merusak isi, kecepatan dari saat kita memesan hingga menerima barang, dan apakah barang yang dikirim sesuai dengan foto produk yang ditampilkan. Kita nggak bisa bicara kualitas produknya, lha wong belum dipakai dan digunakan.

Saya pernah membeli kaus oblong bersablon ala anak indie kopa kopi biar kelihatan edgy. Setelah saya order, barang cepat sampai. Saya buka bungkusan dari mas-mas ekspedisi, nggak ada cacat dan sesuai dengan apa yang saya lihat di foto produk. Untuk ukuran komentar lima hari, barang ini sudah sempurna apalagi harganya miring. Maka, pantaslah kalau saya ganjar bintang lima.

Lantaran stok baju saya masih agak banyak, saya baru memakai kaus ini secara normal dan wajar minggu depannya. Setelah dipakai, normal juga bila dicuci. Dan karena saya orang yang super sibuk scrolling medsos, wajar jika saya mencucinya di laundry langganan biar perekonomian UMKM juga berjalan di masa pandemi ini sebagaimana anjuran pemerintah. Lah, selepas dari laundry, sablonan kaus tersebut malah luntur dan hancur berantakan. Gambar astronaut yang lari ke luar angkasa karena sudah lelah dengan kehidupan di bumi berubah jadi gambar mumi compang-camping gara-gara kualitas balsam dan kain pembungkusnya bukan yang premium.

Mau saya hukum online shop-nya dengan memberikan rating dua, sistem yang diberikan marketplace sudah nggak memungkinkan lagi. Apes…

Di lain waktu, saya berbelanja barang agak mahal lewat marketplace. Barang elektronik berupa charger laptop karena yang sebelumnya sudah rusak. Setelah searching dan memilih, saya sort testi dari yang paling banyak dikasih rating dan paling penuh bintangnya. Nggak lupa petimbangan terakhir, harga yang paling reasonable. Klik masukkan keranjang, masukkan kupon free ongkir dan diskon, lalu bayar!

Baca Juga:

Facebook Marketplace, Titik Kumpul Barang Unik dan Berguna, sekaligus Surganya para Penipu

Sistem COD: Menguntungkan Buyer, Merugikan Seller

Saya berada di luar pulau Jawa, sedangkan penjual berada di pulau Jawa, maka perlu beberapa hari kemudian agar barang sampai. Karena sedang ada tugas ke luar kota, barang baru bisa saya periksa dua hari setelah sampai. Saya berkejaran dengan slot waktu memberikan penilaian rating. Saya cek barangnya sesuai dengan gambar, masih disegel, dan semua kelengkapan di boksnya sesuai petunjuk. Maka tanpa ba bi bu klik bintang lima meluncur dengan puja-puji ucapan terima kasih dan recommended seller.

Selang saya gunakan secara normal selama tiga bulan lebih sedikit, lha kok chargernya sudah rusak. Apalagi sudah melewati garansi 90 hari yang diberikan oleh sellernya. Terus terang sebenarnya saya kecewa karena dengan harga barang yang nggak murah, harapan saya charger tersebut harusnya lebih awet. Setidaknya bisa saya gunakan dan bertahan setahun. Saya pun menyesali memberikan bintang lima dan komentar terlampau positif.

Harusnya fitur kolom penilaian dan testi dari pembeli juga diberikan selang beberapa bulan setelah barang diterima. Sebab, perlu waktu yang cukup supaya dapat benar-benar menilai kualitas produk dan memberikan testi untuk kemudian dijadikan acuan bagi para pembeli selanjutnya. Hal ini penting karena pembeli barang secara online nggak bisa mengetes dan memegang barang layaknya belanja di lapak offline. Maka, testi pelanggan secara objektif dalam rentang waktu penggunaan yang wajar adalah salah satu sarana meminimalkan membeli kucing dalam karung.

Saya membayangkan, kalau sistem marketplace menambahkan fitur memberikan testi setelah sebulan sampai tiga bulan barang diterima, bisa-bisa rating para toko online nggak lagi sama ceritanya.

BACA JUGA Bagi Saya, Nasi Goreng Padang Itu Aneh dan tulisan Trian Ferianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2021 oleh

Tags: marketplaceonline shoptesti
Trian Ferianto

Trian Ferianto

Blogger, penikmat buku dan kopi, senang menulis

ArtikelTerkait

jualan di facebook terminal mojok

Orang yang Jualan di Facebook Kasih Harga Rp123456789 Itu Kenapa, sih?

27 September 2021
4 Hal yang Wajib Dipahami jika Nggak Mau Kena Tipu Online Shop Pakaian Terminal Mojok

4 Hal yang Wajib Dipahami Biar Nggak Ketipu Online Shop Pakaian

22 Februari 2022
Dilema Tanggal Cantik_ Sayang Promonya, tapi Nggak Mau Bikin Kantong Bolong terminal mojok

Dilema Tanggal Cantik: Sayang Promonya, tapi Nggak Mau Bikin Kantong Bolong

10 Oktober 2021
Lazada Lebih Unggul Dibanding Shopee? Iya Banget!

Lazada Lebih Unggul Dibanding Shopee? Iya Banget!

20 Desember 2022
Perbandingan Biaya Admin 5 Marketplace, Siapa yang Paling Murah? (Shutterstock)

Perbandingan Biaya Admin 5 Marketplace, Siapa yang Paling Murah?

6 Juni 2022
Di Mata Kurir, Metode Pembayaran COD Lebih Baik Dihapuskan Mojok.co kurir paket

Sistem COD: Menguntungkan Buyer, Merugikan Seller

25 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.