Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

8 Karakter Orang Betawi yang Perlu Dipelajari kalau Tinggal di Jakarta

Suzan Lesmana oleh Suzan Lesmana
18 Januari 2021
A A
Tidak Semua Setan Betah di Kota Jakarta, Tidak Semua Malaikat Nyaman di Jogja mojok.co/terminal

Tidak Semua Setan Betah di Kota Jakarta, Tidak Semua Malaikat Nyaman di Jogja mojok.co/terminal

Share on FacebookShare on Twitter

Sudare tinggal di Jakarta? Sudah lama? Atau masih pendatang baru? Kalau masih baru, perlu kiranya mempelajari karakter orang asli Jakarta, yang udah lama juga biar tambah cinta sama Jakarta. Ya, kita mengenal orang asli Jakarta adalah orang Betawi yang lucu dan identik dengan ice breaker dalam sinetron-sinetron televisi.

Saya orang Betawi, walaupun sebenarnya saya blasteran, sih. Bapak saya, blasteran Betawi-Sunda, tapi engkong saya asli Betawi Kampung Melayu. Kebetulan istri saya pun asli Betawi Cipinang. Dari sekian banyak karakter orang Betawi, berikut saya peras 8 di antaranya yang perlu dipelajari. Apalagi yang sekarang pacaran sama none Jakarta dan berencana melamarnya. Anda perlu tahu ini biar bisa cepat akrab sama keluarga calon masa depannya. Mari simak, Sudare.

ADVERTISEMENT

#1 Jago pantun

Pantun sudah menjadi ciri khas orang Betawi. Apa saja bisa dibikin pantun. Biasanya kita saksikan saat acara pernikahan yang menghadirkan Palang Pintu. Misalnya, buah duku buah kiwi, dibungkus katun buat jualan. Jangan ngaku orang Betawi, nggak bisa pantun maen pukulan. Atau seperti ini, beli dodol ke Pasar Ciawi, pakai bungkusan daun pisang batu. Kurang afdol jadi orang Betawi, kalau ngebesan nggak pake palang pintu.

#2 Humoris

Adanya lenong Betawi menunjukkan selain mencintai budayanya, mereka senang bercanda dan jahil. Sependek yang saya tahu, orang Betawi secara fisik juga lucu-lucu. Coba aja lihat Babeh Malih Tong Tong, Haji Bolot, Haji Mandra, dan tak lupa Haji Benyamin. Mereka diam aja sudah bikin kita ketawa.

Nggak usah jauh-jauh, deh, tukang urut Betawi aja contohnya. Pas kita diurut, kan kita spontan menjerit pas kena urat yang keseleo. Eh, tukang urutnya bilang, “Kenape sih, Bang, girang amat?” Lah, orang lagi kesakitan dibilang girang, Sudare? Jadinya malah ketawa saya, nggak berasa sakitnya.

#3 Senang berbasa-basi

Setiap orang yang melintas di depan rumah orang Betawi biasanya disuruh mampir. Padahal nggak kenal-kenal juga. Jangan heran kalau kita lewat depan rumahnya, akan dipanggil, “Baaang, Mpoook, mampir nape,” teriaknya.

Kalau kita mampir, biasanya ditanya, “Udeh makan belon?” Kalau kita jawab belum, akan ditawari makan. “Di dalem noh, ada piring, sendok.” Pas dilihat, beneran ada piring dan sendok. Nasinya ada, sementara lauknya nggak ada.

#4 Penuh perasaan

Kalau orang Betawi keluar rumah, pas lihat tanah kosong, bilangnya, “Perasaan tanah kite dulu,” begitu katanya. Ya, iyalah, dulu. Kalau sekarang, tanahnya sudah banyak dijualin. Sekaveling, sekaveling. Pas butuh duit, dijual sekaveling. Mau ada hajatan ngawinin anak, dijual sekaveling. Akibatnya, tanah orang Betawi lama kelamaan habis. Belum yang kena gusuran.

Baca Juga:

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

Belum lagi kalau orang Betawi ketemu perempuan cakep. Coba, deh, begini katanya, “Perasaan dulunye bini gue die.” Kebetulan dulu istrinya lebih dari satu. Maklum juragan tanah. Saat kepemilikan tanahnya masih luas, kontrakan rumahnya ratusan pintu. Tapi, ya, itu duluuu.

Selain itu, pas ditagih utang, kadang juga pakai perasaan, “Utang yang mana, ye? Perasaan udah bayar.”

#5 Suka berbisnis

Bisnis orang Betawi modelnya jangka panjang. Makanya, kalau lihat kontrakan pemiliknya orang Betawi, rata-rata panjang ke samping. Mereka juga awet-awet bisnisnya. Coba perhatikan kesenian Tanjidor. Musik asli Betawi ini sudah ada sejak 1918 dan hingga saat ini masih bertahan. Tidak hanya musiknya, kru-krunya juga awet-awet alias engkong-engkong semua. Belum lagi, bisnis showbiz khas Betawi, ondel-ondel yang sudah menjadi ambassador sejak 1966. Tak lupa juga bisnis lenong dan makanan kerak telor.

#6 Malas berolahraga

Kata sohib saya, Fauzi, yang asli Betawi, ada alasannya kenapa males berolahraga. “Selain udeh nggak ada tanah lapang buat maen badminton, coba bayangin aja kalau ngaduk dodol selama 8 jam nggak boleh berhenti. Laaah, coba itu! Beratnya minta ampun. Apa bukan olahraga itu namanya?”

Akibatnya karena malas olahraga, bodi orang Betawi memang “sehat-sehat” alias moleh. Bukan gendut, ya. Selain itu, kadang emak-emak Betawi inget pesan guru ngajinya bahwa “mubazir itu temennya setan”. Makanya kalau lagi nyuapin makan anaknya dan nggak habis, dimakan juga sama emaknya. Daripada dibuang? Mu-ba-zir, Sudare.

#7 Memberi nama anaknya sekate-kate

Mereka kadang kala memberi nama anaknya sekate-kate atau sesuai apa yang dilihatnya saat itu juga. Misalnya saat bayinya owek-owek ke dunia, sang Bapak melihat pusar bayinya yang panjang menjuntai. Lalu sang anak diberi nama Panjang. Jadilah namanya Panjang bin Riin. Atau pas anaknya lahir melihat stagen warna ijo (hijau) sang dukun beranak. Jadilah sang anak dinamai Ijo. Sekarang dikenal sebagai juragan kambing, H. Ijo bin Kaimun.

#8 Tidak konsisten

Maksudnya begini, kuliner Betawi sangat beragam. Macam-macam namanya, ada kue obyo, geplak, cucur, ganas turi, ongol-ongol, tape uli, akar kelapa, sagon yang makannya tidak boleh sambil ngobrol (nyembur, Sudare). Ada satu kue yang tidak konsisten, yakni kue yang dinamai kue satu sama orang Betawi. Padahal di toples, kan, banyak. Eh, dibilang satu. Emangnya teman-temannya nggak dihitung dan dianggap?

Kalau sudah tahu sekelumit soal orang Betawi? Bagaimana, Bang? Sudah siap melamar none Betawi?

BACA JUGA Katanya, Orang Betawi Masuk Surga Duluan dan tulisan Suzan Lesmana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: Jakartakarakterorang betawi
Suzan Lesmana

Suzan Lesmana

Seorang MC yang suka menulis sejak pandemi

ArtikelTerkait

Monas dan Tikungannya Tempat Terbaik di Jakarta untuk Pacaran (Unsplash)

Tikungan Monas: Tempat Pacaran Terbaik di Jakarta. Memorable dan Bikin Kamu Merasa Dekat Sama Istana

23 Juli 2023
Kembalikan Fizi Upin Ipin yang Dulu demi Konten yang Lebih Mendidik Terminal Mojok

Kembalikan Fizi “Upin Ipin” yang Dulu demi Konten yang Lebih Mendidik

6 Oktober 2022
3 Hal yang Sebaiknya Nggak Dilakukan ketika Berkunjung ke Museum Nasional Jakarta

3 Hal yang Sebaiknya Nggak Dilakukan ketika Berkunjung ke Museum Nasional Jakarta

12 November 2024
Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma Mojok.co

Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma

14 Juni 2026
Pos Bloc Jakarta: Mengarungi Masa Lalu dengan Cara Kekinian

Pos Bloc Jakarta: Mengarungi Masa Lalu dengan Cara Kekinian

25 September 2023
Malang Masa Kini Berpotensi Tidak Enak Ditinggali seperti Jakarta (Unsplash) hidup di malang

Malang Dulu Ramah untuk Tempat Tinggal tapi Kini Sudah Hampir Mirip Jakarta Berkat Kemacetan dan Parkir Liar yang Menjadi Penyakit

11 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Orang dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan Mojok.co

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

10 Agustus 2026
5 penderitaan jadi peneliti lapangan yang sering dikira pekerjaan enak karena jalan-jalan dan dibayar Mojok.co

5 penderitaan jadi peneliti lapangan yang sering dikira pekerjaan enak karena isinya jalan-jalan dan dibayar

11 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.