8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

Kue pukis adalah kue sederhana yang jadi favorit banyak orang. Kita bisa menemukannya dengan mudah di banyak tempat. Dari pinggir jalan sampai sekolah-sekolah.

Namun sayang, ada saja penjual yang menodai makanan favorit banyak orang ini. Bukan dosa besar yang bikin kiamat datang lebih cepat, tentu saja. Tapi dosa-dosa kecil yang membuat nostalgia manis jadi kekecewaan pahit.

#1 Kue pukis bantat seperti spons kasur

Dosa paling klasik dan paling menyakitkan adalah kue pukis yang bantat. Harusnya lembut, empuk, dan sedikit berongga. Akan tetapi, saya sering mendapatkan yang teksturnya terlalu padat.

Kalau saya rasa-rasakan, malah mirip spons kasur kos-kosan. Biasanya ini akibat adonan kurang mengembang dan takaran ragi asal-asalan. Banyak orang yang tidak bisa makan kue yang terlalu bantat.

#2 Terlalu manis

Kue pukis memang membawa rasa manis. Namun, kalau berlebihan, rasa nikmat kue ini pasti berkurang. 

Mungkin, banyak penjual yang seolah ingin balas dendam pada hidupnya yang pahit dengan menggunakan gula terlalu banyak ke dalam adonan. Yang terasa cuma manis menusuk lidah. Kue pukis ideal itu seimbang, manisnya halus, bukan seperti minum sirup tanpa air.

#3 Kue pukis setengah matang

Bagian luar sudah cokelat menggoda. Tapi begitu menggigitnya, bagian dalamnya masih basah dan lengket. Bagi saya, ini dosa fatal.

Kue pukis setengah matang biasanya terjadi karena api terlalu besar atau penjual tak sabar. Padahal, kue ini butuh waktu dan ketenangan. Kalau masih mentah, bukan cuma soal rasa, tapi juga soal kenyamanan perut pembeli.

#4 Terlalu kering sampai seret di tenggorokan

Di sisi lain, ada juga yang terlalu kering. Kalau menggigitnya sekali, remahannya langsung rontok. Ketika mengunyahnya, rasanya “seret”. Butuh minum kalau mau menelannya.

Ini biasanya akibat adonan kurang lemak atau memanggangnya terlalu lama. Kue ini seharusnya moist dan memakannya bukan latihan survival untuk tenggorokan.

#5 Topping pelit dan tidak proporsional

Topping adalah daya tarik utama. Tapi dosa penjual sering muncul di sini. Taburan meses cuma satu garis tipis. Mereka memarut keju sepelit mungkin. Seakan-akan mau menghemat stok sampai Lebaran nanti.

Padahal, pembeli datang karena visual dan rasa. Kue pukis polos boleh sederhana, tapi topping pelit itu bentuk pengkhianatan kecil yang terasa besar.

#6 Topping kue pukis terlalu banyak, tapi rasa kue hilang

Ironisnya, kebalikan dari dosa sebelumnya juga sering terjadi. Topping terlalu banyak sampai rasa kuenya sendiri tenggelam. Keju menumpuk, cokelat berlebihan, susu kental manis melimpah. Padahal, kue pukis yang baik adalah bintang utama, topping hanya pendukung.

#7 Aroma telur yang menyengat

Kue ini memang berbahan dasar telur. Tapi kalau aromanya terlalu menyengat, itu pertanda ada yang salah. 

Biasanya, karena telur tidak segar atau takaran telur berlebihan tanpa mengimbangina dengan bahan lain. Aroma telur yang dominan merusak pengalaman makan. Apalagi, bagi pembeli yang sensitif.

#8 Terlalu berminyak

Ada kue pukis yang begitu berminyak sampai bagian bawahnya licin. Minyak berlebih bisa berasal dari cetakan yang kurang bersih atau menggunakan margarin secara berlebihan. Hasilnya, kue terasa enek dan berat padahal seharusnya ringan serta nyaman.

Itulah, 8 dosa penjual kue pukis. Penjual sering meremehkan kondisi ini dan mengecewakan pembeli. 

Bagi penjual, memperbaiki dosa-dosa ini bukan soal gengsi, tapi soal menghargai kue pukis sebagai produk. Bagi pembeli, mengenali dosa-dosa ini adalah cara sederhana untuk lebih kritis dan tak mudah kecewa.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Pukis dan Bikang, Menu Berbuka dan Tadarus yang Tak Dianggap

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version