Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

7 Lagu Religi Tak Biasa yang Bisa Didengarkan untuk Sambut Ramadan

Ravi Choirul Anwar oleh Ravi Choirul Anwar
31 Maret 2022
A A
7 Lagu Religi Tak Biasa yang Bisa Didengarkan untuk Sambut Ramadan Terminal Mojok

7 Lagu Religi Tak Biasa yang Bisa Didengarkan untuk Sambut Ramadan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bulan Ramadan hampir tiba. Salah satu yang menandai datangnya bulan suci adalah kemunculan beberapa lagu religi yang banyak kita dengarkan. Namun, tak semua lagu religi harus gamblang memakai diksi-diksi ketuhanan, pun tak sebatas pada pesan profetik kenabian. Perenungan kehidupan dan menyelam secara dalam ke diri sendiri juga bisa menjadi bentuk jalan menuju Tuhan.

Beberapa lagu religi “tak biasa” berikut ini mungkin bisa menjadi rekomendasi untuk menemanimu berkontemplasi menyambut Ramadan tahun ini.

#1 Terbangun Sendiri – Noah

Mungkin tak semua sadar bahwa Noah memiliki beberapa lagu religi lantaran lirik lagu mereka memang sebagian besar bersayap dan tidak lugas. Salah satu lagu religi yang menjadi favorit saya adalah “Terbangun Sendiri”. Lagu ini bercerita tentang seorang manusia yang merasa terlupakan dan kemudian merintih kepada Tuhan, “Tolong peluk saya. Jangan biarkan saya lepas arah.”

Lagu ini diciptakan Ariel saat mendekam di penjara (Unsplash.com)

Lagu dengan makna yang dalam ini tercipta kala Ariel, sang vokalis, mendekam di penjara. Saya merasa ada ikatan personal yang kuat di lagu ini antara sang pencipta lagu dengan Sang Pencipta. Aransemen musiknya yang nyaman di telinga bakal membuat siapa pun merasa khidmat ketika mendengarkan lagu ini.

Dunia yang terdiam tanpa-Mu, dunia menelan hatiku
Aku tak ingin terbangun, terbangun sendiri
Aku tak ingin terjaga, terjaga tanpa-Mu

#2 Sandaran Hati – Letto

Sebenarnya hampir semua lagu Letto mempunyai napas sufistik dan religius. “Sebelum Cahaya” dan “Fatwa Hati” misalnya, yang ditulis dengan mengambil sudut pandang dari Sang Maha kepada hamba-Nya. Atau lagu “Senyumanmu”, yang merupakan salawat tersembunyi. Namun, di antara lagu-lagu tersebut, “Sandaran Hati” memiliki tempat bersandar tersendiri di hati saya.

Lagu ini bercerita mengenai kejenuhan eksistensi dan merindu untuk lekas kembali. Mendamba dekapan yang pada akhirnya “mati” sebelum mati. Ia membunuh dirinya untuk menyerahkan secara utuh kehidupan sebagai persembahan. Meneruskan perjalanan sebagai manifestasi janji yang mengikat ia dengan Tuhan. Sebuah lagu romansa antara manusia dengan Tuhannya.

Teringat ku teringat, pada janji-Mu ku terikat
Hanya sejenak ku berdiri, kulakukan sepenuh hati

Baca Juga:

Warak Ngendog, Mainan “Aneh” di Pasar Malam Semarang yang Ternyata Punya Filosofi Mendalam

Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi 

#3 Kuldesak – Ahmad Dhani & Andra Ramadhan

Sebuah masterpiece dari seorang genius musik tanah air. Rangkaian syair sarat makna yang dieksekusi dengan sangat artistik oleh sekumpulan musisi bermusikalitas tinggi. Ahmad Dhani sebagai dalang utama sekaligus lead vocal, diiringi oleh Andra Ramadhan dan Thomas Ramdhan (Gigi), yang kemudian dilengkapi oleh backing vocal dari Once Mekel dan Bebi Romeo. Komposisi yang gila untuk lagu yang tak kalah gilanya.

Mungkin kita sepakat bahwa suara Ahmad Dhani tidak bagus-bagus amat, namun daya magisnya pada lagu ini sulit digantikan oleh siapa pun. Pamungkas yang mencoba membawakan lagu ini pada gelaran Synchronize Fest 2020 pun menurut saya mereduksi kesakralan lagu ini hingga ke level yang fatal.

Kuldesak sendiri memiliki arti jalan buntu. Lalu, kepada siapa lagi kita meminta petunjuk ketika hilang arah? Begitulah kurang lebih maksud dari lagu ini, Ihdinas sirotol mustaqim.

Aku bagai debu di padang pasir
Terseret angin terbakar panas
Tolonglah Tuhan, beri petunjuk-Mu

#4 Elora – Pure Saturday

Sebuah kiasan religius yang dibingkai dengan instrumen yang harmonis beraroma shoegaze, berasal dari pelopor band indie asal Bandung, Pure Saturday. Band eksistensialis yang berkiblat pada The Cure ini berhasil membuat sebuah lagu religi yang tak hanya bermakna dalam, tetapi juga sangat sopan masuk ke telinga.

Lagu “Elora” seolah membuat jiwa kita damai (Unsplash.com)

Mendengarkan “Elora” seperti membawa kita pada nuansa kedamaian jiwa, melarikan diri sejenak dari keriuhan kehidupan. Langit-langit bagaikan terbuka luas, dan di antara awan-awan ada tangga melayang menuju kecukupan kehidupan, diiringi keheningan bintang-bintang.

Tiada lagi yang kuinginkan, lebih dari yang Kau berikan
Tak pernah terhenti
Seakan datang tanpa kuminta
Selalu ada saat kubutuhkan

#5 Seperti Matahari – Iwan Fals 

Sebuah lagu religius nan filosofis dari seorang Iwan Fals. Dibuka dengan lirik yang langsung membuat takjub berkeheningan. Keinginan adalah sumber penderitaan, katanya.

Pertama mendengar lirik lagu ini, saya langsung teringat Arthur Schopenhauer, salah seorang filsuf, yang dalam bukunya The World as Will and Representation menganggap bahwa hasrat adalah sumber penderitaan. Karena, apabila hasrat gagal tercapai, terwujudlah kesedihan dan kekecewaan. Sementara apabila berhasil tercapai, akan membawa pada kebosanan yang berulang, hasrat manusia tidak akan pernah terpuaskan.

Namun, Abah Iwan membawa premis ini menuju kesimpulan yang lebih positif ketimbang Mbah Arthur. Ia menghadirkan berbagai petuah kebijaksanaan yang berasal dari nasihat para nabi maupun “orang-orang suci”, misalnya dalam bait berikut.

Memberi adalah tindakan yang menerangkan hati
Seperti matahari yang menyinari bumi

#6 Tiga Titik Hitam – Burgerkill feat. Fadly Padi

Bayangkan sebuah band metal menulis syair religius sekaligus depresif, yang kemudian berkolaborasi dengan vokalis band pop-alternative dengan frekuensi suara yang menusuk hati. “Tiga Titik Hitam” benar-benar menjadi lagu yang mengaduk-aduk perasaan. Kesedihan, kemarahan, kehampaan, semua terekam secara sempurna.

Lagu ini penuh metafora dan kental akan kegelapan, namun sekaligus seperti berkata bahwa kegelapan hanyalah limitasi manusia perihal warna. Pasrahkan lukisan kehidupan kita kepada tangan kehidupan yang bijaksana. Teriakkan sekencang-kencangnya kepedihan kita kepada Sang Khalik, sehingga tiada lagi suara-suara keburukan yang terdengar di gendang telinga.

Teriakkan nama-Mu, di kesunyain hatiku
Meraba, merangkul surya-Mu, di kehangatan jiwa-Mu

Ramadan sebentar lagi tiba (Unsplash.com)

#7 Manusia Manusiawi – Kotak feat. Cak Nun

Sebuah lagu dengan gagasan yang sangat indah tentang manusiawinya manusia. Gagasan yang ditampilkan pada tiap baitnya menyentuh hati meskipun disampaikan secara lugas (atau biasa saja).

Oleh karena itu, langkah Kotak menggandeng Cak Nun untuk berkolaborasi dalam lagu ini menurut saya adalah langkah yang cerdas. Kehadiran Cak Nun dengan penggalan syairnya berhasil menaikkan kelas lagu ini.

Manusia mengembarai langit, manusia menyusuri cakrawala
Tidak untuk menguasainya, melainkan untuk menguji dirinya
Apakah dia bertahan menjadi manusia
Tidak untuk hebat, kuasa, atau perkasa, melainkan untuk setia sebagai manusia

Demikian tujuh lagu religi “tak biasa” yang bisa didengarkan sambil menyambut bulan suci Ramadan. Siapa tahu lagu-lagu tadi bisa menemani kalian semua ngabuburit sambil mencari takjil gratis di masjid-masjid.

Penulis: Ravi Choirul Anwar
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Maret 2022 oleh

Tags: lagu religiRamadan
Ravi Choirul Anwar

Ravi Choirul Anwar

Saya merasa bersalah, maka saya ada.

ArtikelTerkait

Boleh Nggak sih Kita Donor Darah Saat Puasa?

Boleh Nggak sih Kita Donor Darah Saat Puasa?

6 April 2022
Tradisi Munggahan: Tradisi Sunda Jelang Ramadan yang Bikin Perut Kembung

Tradisi Munggahan: Tradisi Sunda Jelang Ramadan yang Bikin Perut Kembung

23 April 2020
Weweh, Tradisi yang Bikin Bocah Kaya Mendadak di Bulan Ramadan

Weweh, Tradisi yang Bikin Bocah Kaya Mendadak di Bulan Ramadan

3 April 2023
3 Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Kota Bandung yang Bikin Puasa Kamu Nggak Berasa, Tahu-tahu Sudah Azan Magrib!

3 Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Kota Bandung yang Bikin Puasa Kamu Nggak Berasa, Tahu-tahu Sudah Azan Magrib

19 Maret 2024
ngaji pasaran tadarus al-qur'an ramadan salat tarawih mojok

Ngaji Pasaran: Ngaji Kitab Kuning Instan di Bulan Ramadhan #TakjilanTerminal29

27 April 2021
Selisih Kecepatan Rata-rata Salat Tarawih di Desa Saya dan Tempat Saya Kuliah terminal mojok.co

Menerapkan Strategi Perang Sun Tzu dalam Perang Sarung

11 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita Kawan Saya Seorang OB selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

Cerita Kawan Saya Seorang OB Selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

10 Januari 2026
Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

12 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

11 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.