Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Sakit Hati

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
22 Februari 2026
A A
6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag- Cuma Bikin Sakit Hati! (Wikimedia Commons)

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag- Cuma Bikin Sakit Hati! (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi pelancong di Jogja memang butuh stamina ekstra. Salah satunya harus punya mental sekeras baja biar nggak gampang terhisap pusaran oleh oleh khas Jogja yang viral tapi sebetulnya red flag.

Sebetulnya mudah untuk membaca pola seperti ini. Biasanya, mereka menggelar lapak di lokasi-lokasi paling strategis, pamer antrean mengular lewat media sosial, dan membalutnya dengan kemasan modern yang pas buat kebutuhan konten.

Padahal, kalau menilik dari kaca mata warga lokal, pemandangan tersebut nggak ubahnya sebuah salah asuhan kuliner. Banyak dari oleh oleh khas Jogja yang fenomenal itu sebenarnya bisa kamu temukan dengan mudah di kota asal para wisatawan tanpa perlu repot menempuh perjalanan ratusan kilometer. 

Namun, ada fakta yang jauh lebih bikin sesak. Yang saya maksud adalah ada yang sengaja mencabut identitas sebuah makanan. Mereka lantas menghiasnya sedemikian rupa demi memuaskan selera pasar yang makin haus akan hal-hal serba instan.

Baca juga: Dear Wisatawan, Jangan Bangga Berhasil Membawa Oleh-oleh Bakpia Kukus, Itu Cuma Bolu Menyaru Kuliner Jogja yang Salah Branding

#1 Bakpia kukus, final boss dari segala urusan oleh oleh khas Jogja yang red flag

Inilah tersangka utama dalam daftar hitam oleh oleh khas Jogja yang red flag. Menyebut bolu kukus sebagai bakpia adalah sebuah dosa besar dalam kamus kuliner. 

Bagaimanapun juga, penganan ini hanyalah bolu kukus mini dengan isian lumer yang kebetulan numpang tenar dan sukses besar. Memilih produk ini alih-alih bakpia tradisional panggangan, berarti ikut melestarikan penyesatan sejarah terhadap kekayaan kuliner Jogja.

#2 Cake artis, komoditas nasional mendadak amnesia mengaku lokal

Sempat menjadi primadona, produk ini adalah red flag paling nyata yang terbilang cukup gemilang. Bentuknya nyaris seragam di seluruh kota-kota destinasi wisata di Indonesia. Paling-paling berbeda di varian isi atau taburan topping. 

Baca Juga:

Bakpia Kukus Tidak Layak Menyandang Nama “Bakpia” karena Ia Bolu Kukus yang Mengaku sebagai Kuliner Asli Jogja

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

Jujur saja, nggak ada jejak rasa Jogja di setiap cake artis yang muncul mendadak dan serentak di Kota Pelajar. Mencangking pulang oleh oleh khas Jogja ini hanya mempertegas bahwa seseorang terlalu malas mengeksplorasi kuliner asli lokal dan rela kena tipu mentah-mentah oleh para pesohor negeri.

#3 Cokelat gimmick, oleh oleh khas Jogja yang menang visual estetik, kalah di rasa autentik

Sejak kesuksesan salah satu brand cokelat asal Jogja, tiba-tiba menjamur merek lain yang dipromosikan seolah-olah hasil olahan tangan perajin lokal. Sialnya, terkadang harganya nggak masuk akal. 

Padahal, jika kita membedah komposisinya, kandungan cokelat aslinya minim dan lemak nabati lebih mendominasi. Buah tangan ini adalah penghinaan bagi para penggemar cokelat yang mendamba keaslian, tapi justru mendapatkan limpahan gula dengan bungkusnya saja yang mewah.

#4 Walang goreng, kuliner ekstrem yang lebih cocok untuk acara uji nyali

Secara teknis, belalang goreng adalah sumber protein tinggi. Namun, oleh-oleh khas Gunungkidul ini punya beberapa poin yang perlu kamu waspadai. Pertama, bukan sedangkal rasa jijik atau nggak suka. Namun, belalang mengandung senyawa kitin yang bisa memicu reaksi alergi hebat bagi sebagian orang. 

Berikutnya, belalang goreng yang asal jadi biasanya masih menyisakan kaki belakang yang tajam. Saat menelan, duri ini bisa melukai kerongkongan. Selain itu, jika penjual nggak bisa membersihkan isi perut belalang sampai bersih, akan muncul rasa pahit yang mengganggu profil rasa gurihnya. Akhirnya, belalang goreng akan menjadi oleh oleh khas Jogja yang dihindari wisatawan.

#5 Oleh oleh khas Jogja bernama gudeg kaleng, sebuah upaya kepraktisan yang menghilangkan nyawa

Menyantap gudeg adalah soal ritual makan oleh pelanggan. Antre di pinggir jalan saat subuh, makan di pinggir jalan atau dapur tradisional yang disebut pawon, dan mencium wangi nangka yang dimasak berhari-hari dalam kendil tanah liat. Benar, menjejalkan gudeg ke dalam kaleng memang praktis.

Sayangnya, ada nyawa dan aroma daun jati segar yang menguap dalam proses sterilisasi pabrik. Belum lagi, potongan nangka yang mengendap lama dalam kaleng kerap kali bertransformasi jadi bubur lembek. 

Makan gudeg kaleng ibarat membaca rangkuman novel best seller. Inti ceritanya sampai, tapi kenangannya nggak pernah tertinggal. Saya rasa, ia gagal menjadi oleh oleh khas Jogja yang bisa meninggalkan kesan mendalam.

Baca juga: 4 Oleh-Oleh Jogja yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang sebelum Membelinya

#6 Wedang uwuh bubuk, inovasi loyo buat kaum sok sibuk

Bagi mata yang nggak terbiasa, wedang uwuh terlihat seperti ramuan penyihir yang kacau. Ranting, daun kering, dan serutan kayu mengapung di air berwarna merah darah. Nyatanya, bentuk yang absurd demikian malah menunjukkan orisinalitas dari oleh-oleh ini.

Sialnya, sekarang banyak yang membuat dan memasarkan wedang uwuh bubuk. Mereka mengklaim ini sebagai terobosan. Padahal, memaksa wedang uwuh menjadi minuman instan adalah bentuk pelecehan. 

Pasalnya, varian bubuk sering kehilangan esensi minyak atsiri dari rempah aslinya. Tanpa ampas yang mengapung, pengalaman minum wedang yang sudah lama menjadi oleh oleh khas Jogja ini jadi terasa hambar dan kehilangan jati diri.

Intinya, jangan sampai perjalanan jauh ke Jogja hanya berakhir dengan bagasi penuh produk pabrikan yang karakternya sudah mati. Pilihlah oleh oleh khas Jogja yang memang punya cerita, ada perjuangan perajin, dan kamu tidak akan bisa menemukannya di dekat rumah.

Sebab, membawa buah tangan yang tepat sama artinya dengan mengemas pulang kenangan sebuah kota dalam sekotak makanan. Itu.

Penulis: Paula Gianita Primasari

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 4 Bakpia Jogja yang Bikin Kecewa, Wisatawan yang Mau Beli Mending Pikir Dua Kali

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Februari 2026 oleh

Tags: Bakpia Kukusbelalang gorengcake artisgudeg kalenganJogjakuliner jogjaoleh-oleh jogjaoleh-oleh khas jogjarekomendasi kuliner jogjarekomendasi oleh oleh khas Jogjawedang uwuh instan
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Jalan Palagan Jogja Tak Terawat dan Membahayakan Wisatawan (Unsplash)

Penuh Lubang dan Gelap, Jalan Palagan Jogja Semakin Berbahaya bagi Pengguna Jalan dan Wisatawan

11 Agustus 2024
Jogja Resmi Provinsi Termiskin (Unsplash)

Jogja Provinsi Termiskin: Matur Nuwun Raja dan Gubernur Jogja

18 Januari 2023
Klaten Adalah Tempat Pensiun Paling Ideal Mengalahkan Jogja Mojok.co

Klaten Adalah Tempat Pensiun Paling Ideal Mengalahkan Jogja

24 Februari 2024
Kopi Klotok Jogja Punya 3 Menu Penghilang Selera (Unsplash)

3 Menu Kopi Klotok Jogja yang Sebaiknya Dihindari Biar Selera Makan Tidak Hilang

23 Maret 2024
Jalan Wates Jogja setelah Ada Bandara YIA: Nggak Banyak Berubah, Tetap Nggak Bergairah

Jalan Wates Jogja setelah Ada Bandara YIA: Nggak Banyak Berubah, Tetap Nggak Bergairah

6 Maret 2024
KRL Jogja Solo Bikin Resah Anker KRL Jabodetabek (Unsplash)

5 Tingkah Penumpang KRL Jogja Solo yang Bikin Resah Pengguna KRL Jabodetabek

13 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Brio, Korban Pabrikan Honda yang Agak Pelit (Unsplash)

Ketika Honda Pelit, Tidak Ada Pilihan Lain Selain Upgrade Sendiri karena Honda Brio Memang Layak Diperjuangkan Jadi Lebih Nyaman

16 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park Adalah Mahakarya yang Tercoreng Bau Sungai yang Tak Kunjung Dibenahi

20 Februari 2026
Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

22 Februari 2026
Imlek 2026 Kenangan Simbah Mensyukuri Dodol sebagai Rezeki (Wikimedia Commons)

Imlek 2026 Menjadi Kenangan Manis akan Usaha Simbah Menurunkan Kasta Dodol sebagai Upaya Berterima Kasih kepada Rezeki

17 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan
  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa tapi Bisa Memakluminya karena Keadaan lalu Memaafkan
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.