Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

6 Hal yang Saya Rasakan Saat Naik Super Air Jet untuk Pertama Kali

Tiara Uci oleh Tiara Uci
21 Juni 2022
A A
Super Air Jet, Maskapai Baru yang Pas untuk Kaum Milenial di Indonesia Terminal Mojok

Super Air Jet, Maskapai Baru yang Pas untuk Kaum Milenial di Indonesia (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah pernah dengar maskapai bernama Super Air Jet? Belum? Nggak apa-apa, kalian nggak sendirian, kok. Masih banyak orang yang kurang familier dengan nama maskapai satu ini lantaran usianya yang memang masih baru di Indonesia. Super Air Jet resmi mengudara pertama kali pada bulan Agustus 2021 yang berarti usianya baru sepuluh bulan. Jika dibandingkan dengan maskapai penerbangan lainnya seperti Garuda, Batik Air, Lion Air, atau Citilink, jelas maskapai satu ini ibaratnya masih “bau kencur”.

Super Air Jet mengusung konsep kekinian dengan tagline “Reaching the New Height“. Maskapai satu ini segemennya low cost carrier (LCC) dengan target pasar untuk anak muda, pebisnis muda, atau kaum milenial Indonesia. Saat ini, Super Air Jet melayani penerbangan domestik dengan rute pendek dan menengah. Jadwal terbangnya pun masih terbatas. Untuk rute Surabaya-Jakarta misalnya, hanya ada dua kali penerbangan dalam satu hari. Bagi saya sih nggak masalah rutenya masih terbatas, asalkan konsisten.

Lantaran termasuk maskapai baru, mungkin masih banyak orang yang belum pernah naik Super Air Jet sehingga review-nya pun masih minim. Kebetulan dua minggu lalu saya mencoba naik maskapai ini. Waktu itu saya melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta dengan jadwal terbang pukul 8 pagi. Pesawat yang digunakan untuk rute ini adalah model Airbus A320 dengan jumlah kursi penumpang sebanyak 180.

Saya akan membagikan hal-hal yang saya rasakan saat terbang bersama Super Air Jet untuk pertama kalinya. Apakah kesan pertama cukup menggoda? Atau malah sebaliknya? Silakan baca tulisan ini sampai selesai agar tahu jawabannya, ya.

#1 Tepat waktu

Masih berada dalam satu grup dengan Lion Air, Super Air Jet mau nggak mau ditempeli image buruk yang kadung melekat pada Lion Air, meskipun keduanya dikelola oleh manajemen yang berbeda. Sejujurnya, saya pun sempat was-was waktu pertama kali mencoba terbang dengan maskapai ini. Takut delay gitu. Namun, entah kebetulan atau kisah perjalanan saya dengan Lion Group memang ditakdirkan baik-baik saja, yang jelas perjalanan pertama saya dengan Super Air Jet tepat waktu. Pesawat take off sesuai jadwal dan landing persis dengan waktu yang tertulis di boarding pass.

Bahkan yang bikin saya lumayan kaget adalah ketika maskapai ini menempatkan dua petugas untuk melayani boarding pass sehingga prosesnya berjalan lancar dan nggak sampai menimbulkan antrean panjang. Tapi, kalau kalian nggak mau ribet, bisa check in via web, kok. Kaum milenial kan biasanya suka yang simple dan online-able. Wqwqwq.

#2 Awak kabin tampil casual

Sesuai dengan konsep maskapainya yang milenial, ketika pertama kali masuk kabin, kita akan disambut para pramugari yang masih muda. Untuk mempertegas kesan milenialnya, Super Air Jet menyebut awak kabinnya dengan nama “Super Cab” dan memanggil penumpangnya dengan sebutan “Super Guest”.

Secara tampilan, para pramugari mengenakan setelan mirip seragam angkatan udara dengan warna khaki dan sneakers putih. Kesannya casual dan anak muda banget. Lupakan baju pramugari dengan rok belahan tinggi sampai betis dan rambut yang disanggul rapi. Sebab, seluruh pramugari maskapai ini memakai celana model kargo dan rambut dikuncir ke belakang layaknya muda-mudi metropolitan. Secara tampilan, sih, cukup fresh dan nampak berjiwa muda.

Baca Juga:

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan ‘Parkir Gratis’!

#3 Fasilitas entertainment melalui Tripper

Kabin pesawatnya nggak dilengkapi layar LCD yang biasa menempel di belakang kursi. Ya iyalah, namanya juga maskapai low cost. Namun, maskapai ini memberikan penumpang fasilitas entertainment yang bisa dinikmati melalui aplikasi Tripper.

Caranya gimana? Pertama, download aplikasi Tripper Travel di App Store atau Play Store, kemudian sambungkan HP dengan WiFi Tripper di pesawat. Setelah itu kita bisa menikmati layanan Tripper.

Selama perjalanan, kita bisa menonton berbagai macam film, mendengarkan musik, atau main gim dari HP. Lumayan lah bisa mengurangi kebosanan sepanjang perjalanan. Aplikasi ini sama persis dengan yang dimiliki Batik Air (segmen high class flight Lion Group).

#4 Landing smooth

Dulu, ketika pertama kali naik pesawat, saya pernah mengalami landing yang buruk. Badan saya rasanya seperti terguncang ketika roda pesawat pertama kali bersentuhan dengan landasannya. Sejak saat itu, setiap naik pesawat, saya selalu memperhatikan cara pilot melakukan landing. Hal tersebut juga saya lakukan saat naik Super Air Jet.

Awalnya lumayan deg-degan mengingat Super Air Jet adalah maskapai baru yang mengusung konsep milenial. Saya bertanya-tanya dalam hati, apakah pilotnya masih muda dan jam terbangnya kurang? Akan tetapi ketiba tiba saatnya landing, perasaan khawatir tersebut hilang lantaran proses landing-nya smooth banget. Saat itu posisi duduk saya berada di kursi penumpang nomor 24 (bagian belakang pesawat), saya nggak merasakan guncangan apa pun. Mulus banget landing-nya, Rek.

#5 Kursi agak tipis

Menurut saya, Super Air Jet punya kursi yang lebih tipis bila dibandingkan dengan maskapai low cost sejenis di Indonesia. Namun, kursi tersebut masih nyaman digunakan untuk rute jarak pendek. Perjalanan dari Bandara Juanda menuju Bandara Soetta nggak bikin saya sakit pinggang.

Lantaran kursinya yang ramping, jarak antarkursi (depan dan belakang) lebih luas dan terasa lega. Hal ini jadi kabar baik bagi mereka yang punya kaki panjang dan postur tubuh besar. Satu lagi, menurut saya, kursi di kabin pesawat Super Air Jet posisinya juga nggak benar-benar tegak 90 derajat. Sandaran kursinya agak sedikit ke belakang. Saya justru menyukai kursi yang seperti ini karena membuat posisi kita jadi lebih relaks.

Btw, kursi di dalam kabin pesawat Super Air Jet berwarna biru. Terlihat nggak nyambung dengan logo pesawat dan warna perusahaan mereka yang berwarna khaki. Padahal warna biasanya jadi identitas perusahaan, lho. Misalnya saja Garuda Indonesia warnanya biru, kursi di kabinnya ada ada yang berwarna biru. Atau Lion Air yang identik merah, kursi kabinnya juga berwarna merah. Lah, Super Air Jet identik dengan warna khaki, malah kursinya biru. Eh, tapi urusan warna kursi saja kok saya nyinyirin, sih. Mohon maap, lho, ya. Maksud saya biar matching gitu, lho~

#6 Belum ada HEPA filter

Selama pandemi, saya sering naik pesawat yang dilengkapi HEPA filter (High Efficiency Particulate Air). Fungsinya untuk menyaring serta membuat sirkulasi ulang dari kabin dan menyempurnakannya dengan udara bersih dari luar pesawat. HEPA filter juga bisa menghilangkan bau dan senyawa organik yang mungkin berasal dari degradasi oli mesin ataupun cairan hidrolik.

Sayangnya, Super Air Jet belum menggunakan HEPA filter dalam pesawatnya. Setahu saya, jika pesawat menggunakan HEPA filter, penumpang akan diinformasikan ketika berada di dalam pesawat. Namun, saat saya terbang dari Bandara Juanda menuju Bandara Soetta, saya nggak mendengar ada informasi tentang HEPA filter. Tapi, nggak tahu ya kalau sebenarnya pesawatnya sudah dilengkapi HEPA filter, namun nggak diinformasikan ke penumpang karena maskapainya low profile.

Buat kalian yang penasaran dengan harga tiketnya, apakah jauh lebih murah dari Lion Air, untuk rute Surabaya-Jakarta dan sebaliknya harga tiket Super Air Jet dan Lion Air kurang lebih sama. Namun, jika dibandingkan dengan Citilink yang sama-sama merupakan maskapai LCC, harga Super Air Jet tentu lebih murah.

Sejauh ini, pengalaman pertama saya dengan maskapai milenial satu ini cukup menyenangkan dan memuaskan. Meski ada kekurangan di sana sini, tapi sifatnya minor. Eh, tapi, barusan saya baca berita Super Air Jet viral lantaran delay lama dari Bandara YIA Kulonprogo. Haduh…

Super Air Jet, tolong konsisten tepat waktu seperti yang rute Surabaya-Jakarta, ya!

Penulis: Tiara Uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Citilink Adalah Maskapai Lokal Terbaik Saat Ini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

 

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2022 oleh

Tags: maskapaipesawat terbangpilihan redaksiSuper Air Jet
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Ja~di, Kopi Alfamidi yang Siap Unjuk Gigi. Kopi Minimarket Lain Minggir Dulu

Ja~di, Kopi Alfamidi yang Siap Unjuk Gigi. Kopi Minimarket Lain Minggir Dulu

24 April 2025
8 Salah Paham yang Kerap Terjadi Terkait Jabodetabek Terminal Mojok

8 Salah Paham yang Kerap Terjadi Terkait Jabodetabek

8 Juni 2022
‎Lupakan Gaji 5 Juta, Pertimbangkan Hal Ini sebelum Menetap di Gresik!

‎Lupakan Gaji 5 Juta, Pertimbangkan Hal Ini sebelum Menetap di Gresik!

1 Januari 2026
Jadwal Operasional Bandara Dhoho Kediri Mundur (Lagi), Warga Sudah Nggak Kaget

Jadwal Operasional Bandara Dhoho Kediri Mundur (Lagi), Warga Sudah Nggak Kaget

16 Januari 2024
Suka Duka yang Saya Rasakan Saat Menjadi Maba UGM: Nggak Ada Perpeloncoan, sih, tapi Tugasnya Seabrek

Suka Duka yang Saya Rasakan Saat Menjadi Maba UGM: Nggak Ada Perpeloncoan, sih, tapi Tugasnya Seabrek

2 Agustus 2023
MPKT, Mata Kuliah Paling Nggak Jelas dan Bikin Mahasiswa UI Mengelus Dada

MPKT Adalah Mata Kuliah Paling Nggak Jelas yang Bikin Mahasiswa UI Mengelus Dada

3 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

14 Januari 2026
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang Mojok.co

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang

12 Januari 2026
Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

12 Januari 2026
Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno Hatta (Unsplash)

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Alternatif yang Memudahkan Hidup

11 Januari 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan 

12 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.