Informasi
ADVERTISEMENT

6 hal “aneh” CFD Simpang Lima Semarang yang membuatnya menarik untuk didatangi

6 hal “aneh” CFD Simpang Lima Semarang yang membuatnya menarik untuk didatangi Mojok

Saya orang Semarang yang baru pertama kali ke Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Agak merasa berdosa sebenarnya. Namun, mau bagaimana lagi. Bagi saya, bangun pagi di hari Minggu adalah bentuk penyiksaan diri. Ditambah, jarak rumah saya ke CFD lumayan jauh. Tapi, demi sah menyandang status warga Kota Atlas, niat itu akhirnya dibulatkan juga.

Semula, bayangan tentang acara ini nggak jauh dari kerumunan orang berolahraga yang diselingi lapak kuliner. Ternyata, ekspektasi itu meleset. Faktanya, terselip aneka pemandangan “aneh” di CFD Simpang Lima Semarang yang membuatnya semakin menarik untuk dikunjungi. 

#1 CFD Simpang Lima Semarang punya mini studio foto dadakan di pinggir lapangan 

Di trotoar Simpang Lima Semarang, tersembul lapak kreatif yang mengusung konsep mirip photobox di mal zaman dulu. Tentunya, lengkap dengan perangkat cetak instan yang bikin pengunjung bisa langsung menenteng hasil fotonya detik itu juga. 

Menariknya, properti pendukung yang disediakan cukup lengkap untuk ukuran studio jalanan. Cukup merogoh kocek sebesar Rp20 ribu saja, foto estetik ala-ala siap dibawa pulang.

#2 Edukasi dan sosialisasi satwa eksotis sebagai hewan peliharaan

Kalau ditanya soal hewan peliharaan, jawabannya paling seputar anjing, kucing, burung, atau ikan hias. Namun, suasana Minggu pagi di Simpang Lima mendadak terasa beda ketika pandangan mata tertumbuk pada sekumpulan orang yang santai menenteng mamalia berbulu lebat dengan ekor panjang. Usut punya usut, mereka adalah komunitas pencinta hewan yang sengaja datang membawa misi.

Mereka berupaya mengenalkan musang, agar naik kelas menjadi hewan peliharaan domestik, bukan hama. Pun, pengunjung diizinkan mendekat, memegang, bahkan menggendong hewan nokturnal tersebut. Bonusnya, bisa mendengarkan penjelasan dari pemilik tentang karakter asli hingga cara perawatannya.

 #3 Razia kesadaran berlalu lintas dengan aksi tukar helm lawas

Salah satu pemandangan yang paling berfaedah di CFD kemarin adalah spot edukasi keselamatan berkendara yang digawangi oleh sebuah merek helm ternama. Sebab, mereka memilih turun langsung ke tengah kerumunan massa Car Free Day untuk menyadarkan para pemotor.

Pengunjung disuguhi demo yang memperlihatkan perbedaan struktur keamanan antara helm asli berstandar SNI dan helm tiruan atau KW yang batoknya tipis. Hebatnya, mereka nggak cuma bagi-bagi wejangan keselamatan. Pengunjung bahkan dipersilakan menukarkan helm lama atau tiruan mereka dengan penawaran khusus dari brand tersebut.

 #4 Di CFD Simpang Lima Semarang ada konser mini jalanan dengan saxophone serta gaya keroncongan

Kalau biasanya pengamen identik dengan atribut seadanya dan bermodal alat musik kecrekan tutup botol atau gitar akustik kopong, lalu bernyanyi sambil sedikit memaksa demi sekeping uang logam, suasana di CFD Simpang Lima jauh berbeda. 

Mereka cukup duduk anteng atau berdiri tenang di sudut trotoar sambil bermain musik. Sementara kotak sawer diletakkan begitu saja di depan mereka tanpa ada gestur menodong.

Lucunya, tingkat keseriusan mereka bermain musik benar-benar di luar nalar. Ada yang membentuk grup keroncong lengkap dengan cengkok vokal klasik. Ada pula peniup saksofon tunggal yang menghayati lagu seolah sedang konser tunggal. Kalau begini, memberi tips lumayan jadi nggak berasa mubazir.

#5 Pengumpul botol plastik yang cukup duduk manis

Biasanya pemulung identik dengan menenteng karung dan berjalan menyusuri jalanan kota. Tapi, sosok di CFD yang satu ini justru terlihat paling santai seantero Simpang Lima. Tanpa perlu repot berkeliling atau mengais sudut-sudut lapangan, dia cukup duduk manis beralas trotoar sambil menjaga karung besar yang terbuka lebar.

Istimewanya, sistem pengumpulan sampahnya berjalan secara kesadaran kolektif. Para pengunjung yang botol air minum kemasannya sudah kosong dengan sukarela menghampiri dan memasukkan sendiri botol bekas mereka ke dalam karung tersebut. Sebuah kolaborasi pasif yang efisien, di mana rezeki datang menghampiri tanpa perlu lelah melangkah.

#6 CFD Simpang Lima Semarang ada olahraga modifikasi sambil bermain mobil remote control

Sebelum pulang, pandangan saya tertarik pada beberapa orang yang memakai sepatu roda, lengkap dengan atribut pengaman. Absurdnya, tangan mereka tergenggam sebuah stik yang bentuknya sangat mirip dengan alat pukul golf.

Anehnya, sama sekali nggak ada bola kecil yang sedang mereka kejar atau pukul di atas aspal. Malahan, sebuah mobil remote control mainan meluncur di depan mereka. Stik golf tersebut ternyata difungsikan sebagai alat bantu darurat membalikkan posisi mobil remote control yang kerap terbalik akibat tergelincir atau menabrak sesuatu. Sungguh, talenta multi-tasking yang luar biasa!

Hasil observasi amatir saya menyimpulkan bahwa CFD Simpang Lima bukan sekadar arena cari keringat bagi warga kota. Nyatanya, di balik lautan manusia dan lapak dagangan yang tumpah ruah, selalu ada sisi-sisi random, kreatif, dan menghibur yang bikin ritual Minggu pagi nggak pernah terasa membosankan di Kota Lumpia.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 3 ide bisnis yang punya pasar di Semarang, tapi masih jarang dilirik orang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 September 2026 oleh .

Paula Gianita Primasari

Kontributor aktif media opini dan satir.

Exit mobile version