Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

6 Dosa Penjual Nasi Padang yang Bukan Orang Minang Asli

Tiara Uci oleh Tiara Uci
25 Januari 2023
A A
6 Dosa Penjual Nasi Padang yang Bukan Orang Minang Terminal Mojok

6 Dosa Penjual Nasi Padang yang Bukan Orang Minang (Midori via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

#3 Ayam pop ada kulit ayamnya

Ayam pop adalah salah satu menu favorit saya di RM Padang. Selain ayam pop, biasanya warung Padang juga menyediakan ayam balado, ayam bakar, ayam bumbu, atau ayam gulai. Di warung Padang yang nggak asli, kebanyakan hidangan ayamnya diolah bersamaan dengan kulitnya. Jadi kulit ayamnya nggak dibuang, sebab orang Jawa memang suka makan kulit ayam.

Namun, hal tersebut justru nggak berlaku di Minangkabau. Orang Minang memasak ayam tanpa menyertakan kulit. Coba deh diamati, jika kita makan ayam pop di Padang kulit ayamnya umumnya nggak disertakan.

ADVERTISEMENT

Selain alasan tradisi—orang Minang ada yang mempertahankan tradisi nggak makan bagian tertentu dari ayam seperti kulit, usus, ceker, dan bagian depan kepala—, ada juga yang mengatakan ketiadaan kulit ayam ini karena lebih praktis. Di Sumbar, orang membeli ayam di pajak (pasar) dalam kondisi segar (disembelih langsung ketika konsumen datang). Nah, agar praktis, setelah disembelih ayamnya akan langsung dikuliti oleh tukang jagalnya.

#4 Masakannya encer

Masakan Minang itu kental, kaya akan bumbu rempah dan banyak santan. Nah, ketika masakan Padang sampai di Pulau Jawa malah encer dan berbeda dengan aslinya. Ada juga yang beranggapan jika orang Jawa takut kolesterol kalau masakannya terlalu kental makanya dibuat agak encer. Tapi, hal tersebut justru bikin nasi padang jadi kurang autentik. Namanya bumbu Padang ya nendang dan full body lah, kalau encer namanya kuah sop, dong.

#5 Cuma ada sambal ijo, nggak ada sambal merah

Selain kaya akan bumbu rempah dan kental, karakter masakan orang Minang itu pedas. Dalam kaidah kuliner Minang kita mengenal sambal ijo dan sambal merah. Masalahnya, kebanyakan warung Padang di Jawa justru meniadakan sambal merahnya. Padahal sambal merah itu salah satu nyawa masakan Padang, lho.

Fyi, cabai di Sumbar kadar airnya lebih sedikit dari pada di Jawa, sehingga menghasilkan rasa pedas yang khas. Ada beberapa RM Padang yang juru masaknya asli Minang sampai rela mendatangkan cabai merahnya langsung dari Sumbar, lho, agar rasanya autentik. Namun penjual nasi padang yang bukan orang Minang biasanya nggak mau repot-repot melakukannya dan malah langsung meniadakan menu sambal merahnya. Tobat klean.

#6 Jualan ikan lele

Di Surabaya ada warung nasi padang yang jualan lele goreng dengan sambal ijo khas Padang. Ini adalah dosa besar, sebab orang Minang biasanya nggak memasak lele untuk dijual, baik itu olahan lele yang digoreng atau dibakar. Yang suka jualan lele itu orang Lamongan, bukan Minang, ya.

Itulah enam dosa yang kerap dilakukan penjual nasi padang yang mengaku dari Minang. Memang sih nggak ada kewajiban harus orang Minang yang membuka warung Padang, tapi tetap terasa janggal saja kalau label warungnya Padang tapi hidangannya nggak mencerminkan kaidah masakan orang Minang.

Baca Juga:

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Penulis: Tiara Uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Nasi Padang Jadi Makin Murah Dibanding Nasi Warteg.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 31 Januari 2023 oleh

Tags: Nasi Padangorang minangpilihan redaksirumah makan padangwarung nasi padang
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

4 Makanan Khas Jawa Timur yang Sebaiknya Nggak Buru-buru Ditawarkan pada Teman Bulemu terminal mojok

4 Makanan Khas Jawa Timur yang Sebaiknya Nggak Buru-buru Ditawarkan pada Teman Bulemu

23 November 2021
15 Film Indonesia Terbaik yang Penting dan Tidak Boleh Dilupakan terminal mojok.co

15 Film Indonesia Terbaik yang Penting dan Tidak Boleh Dilupakan

31 Agustus 2021
4 Mi Instan yang Nggak Cocok untuk Orang Ndeso, Jangan Coba-coba!

4 Mi Instan yang Nggak Cocok untuk Orang Ndeso, Jangan Coba-coba!

21 Januari 2024
Dear Bapak Ibu Dosen, Jangan Menilai Mahasiswa dari Keaktifan Bertanya setelah Presentasi. Mahasiswa Zaman Sekarang Pintar Membodohi, lho

Dear Bapak Ibu Dosen, Jangan Menilai Mahasiswa dari Keaktifan Bertanya setelah Presentasi. Mahasiswa Zaman Sekarang Pintar Membodohi, lho

22 Oktober 2023
7 Oleh-Oleh Purbalingga yang Tidak Boleh Dilewatkan Mojok.co

7 Oleh-Oleh Purbalingga yang Tidak Boleh Dilewatkan

2 Desember 2024
Bangkalan Madura Memang Problematik, tapi 5 Hal Ini Patut Disyukuri Warga

Bangkalan Madura Memang Problematik, tapi 5 Hal Ini Patut Disyukuri Warga

11 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.