Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

5 Tipe Penonton Gigs Indie yang Bisa Membuat Kamu Terheran-heran

Muhammad Nanda Fauzan oleh Muhammad Nanda Fauzan
3 Mei 2019
A A
Lagu 'Bertaut' Nadin Amizah Penuh Makna tapi Tidak Sesuai Kenyatannya terminal mojok.co

Lagu 'Bertaut' Nadin Amizah Penuh Makna tapi Tidak Sesuai Kenyatannya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Para insan indie ini, selain sering bikin konten yang mengeksploitasi senja dan kopi, kadang -pada keadaan tertentu- memang nggatheli, cuk! Terlebih mereka yang hobi membandingkan selera musik seseorang, padahal di mata Tuhan semuanya sama, yang membedakan cuma kadar imam dan takwa~

Hal begini saja nggak paham dasar musik snoob, komunis, liberal!!1!!! Mereka akan merasa superior dan menjatuhkan insan yang berbeda selera lalu memantik keributan yang nggak penting.

Apa yang dibilang orang-orang itu memang benar adanya bahwa Pilpres itu cuma dalih, kita aja yang doyan ribut. Buktinya kecenderungan musik bisa membelah masyarakat ke dua kubu. Bahkan menurut beberapa ramalan para ahli, perbedaan cara makan bubur  diaduk atau engga bisa, menjadi pemicu perang saudara.

Kita semua sepakat bahwa musik selalu menjadi hiburan arus utama setelah film, karena memang tipikal masyarakat Indonesia lebih senang mendengar dan menonton ketimbang membaca. Belakangan ini, entah dimulai oleh siapa, di tanah air tercinta gigs dari musisi indie semakin menjamur dan mendapat apresiasi yang layak. Mulai dari pensi anak SMA hingga peresmian gapura kampung selalu mengundang mereka. Tentu menjadi preseden baik bagi industri kreatif kita.

Penonton kini datang dari berbagai macam latar belakang mulai dari anak sekolahan, mahasiswa, pekerja, bapak-bapak bahkan para ukhti. Karena muncul dari latar belakang yang beragam inilah timbul klasifikasi tertentu untuk para penonton ini. Kalau mau melacak dan mengamati, kita bisa menemukan 5 tipe penonton yang membuatmu berpikir, kok bisa ya ada mereka, tapi nyatanya selalu ada pada setiap gigs. Jika kalian menemukan tipe lain yang lebih menyebalkan dari  yang sya sebutkan, saya sarankan lebih baik kalian hijrah dan percaya bahwa musik itu haram.

1. Penonton dengan atribut yang heboh

Para insan indie memang selalu tampil mbois juga mentereng dalam keseharian, tetapi akan lebih total saat menonton gigs dari grup musik idola. Mulai dari atas sampai bawah tubuh mereka dihiasi merch dari musisi kesayangan dalam bentuk jacket, Kaos, tote bag, topi, sepatu hingga sempak -jika ada. Membeli lalu memakai merch adalah bentuk apresiasi, semacam unjuk diri dihadapan khalayak bahwa mereka bukan fans kacangan. Eh tapi kadang tetap download lagu bajakan juga di Internet. xixixi.. Bodo amat yang penting indie, My lov~

Saking hebohnya kadang mereka terlihat mengeluarkan keringat lebih banyak dari pemain WWE, mbok ya udah loncat-loncat pake kaos plus jaket jeans pula. Cuma karena ingin tampil total.

Baca Juga:

Saya Mantap Menunggu Seluruh Episode Tamat Dulu Sebelum Nonton Anime

Pernah dengar lelucon bahwa di setiap konser musik apapun selalu ada bendera Slank atau OI? Dalam hal ini naque indie tak kalah ramashook; sering saya lihat beberapa orang memakai kaos bertuliskan “Danila” dengan jelas dan mencolok padahal yang sedang manggung adalah Jason Ranti; salah kamar, cuk.

2. Ukhti-ukhti salah tempat

Telinga mereka asing dengan lagu yang dibawakan, tidak terbiasa satu tempat dan berdesakan bersama laki-laki yang moshing dan joget lincah, tapi tetap bertahan hingga acara selesai. Persis seperti saat ditanya kapan menikah oleh familly; bingung harus ngapain~

Biasanya tipe penonton ini adalah orang yang diajak oleh orang lain, terlebih kekasih. Sering risih karena bau keringat orang lain, atau kena senggol manusia yang sedang joget tetapi tetap bertahan karena bebeb. Ya Allah betapa mulianya~

3. Mereka yang malah sibuk otak atik gawai

Orang lain sing a long mereka sibuk dengan gawai, orang lain tepuk tangan mereka tetap sibuk dengan gawai, orang lain moshing mereka masih sibuk dengan gawai, orang lain bubar, eh mereka upload snapdi instagram “Acaranya seruuuuu banget, uwuwuw!” padahal sejak mula cuma otak-atik gawai.

Nggak paham mereka datang untuk menikmati atau sekedar pamer pada netizen. Sebenarnya bebas saja dan gak masalah, cuma mbok ya pas foto atau video flash gausah nyala. Silau, cuk!

4. Gerombolan joget
Soal stamina dan kelincahan mereka cuma kalah tipis dari Gareth Bale, kadang membuat gerakan yang nyentrik entah secara individu dengan grasak-grusuk senggol kiri kanan, atau kerja kolektif membentuk lingkaran dan saling berputar, atau gotong royong mengangkat kolega dari tangan ketangan. Nah untuk yang terakhir pasti saat sekolah rajin masuk mata pelajaran kewarganegaraan, terutama bab gotong royong. Pokoknya kreatif abis~

Mungkin bagi mereka nonton gigs tanpa moshing ya mirip makan tanpa sambal, hampa. Terserah lagu apa saja yang penting keringat deras mengalir, dan kadang ini menyebalkan. Masa pas Banda Neira nyanyi sampai jadi debu, mereka tetap beratraksi. Ganggu, cuk! Mending ikut nonton acara musik pagi di televisi, bisa joget cuci jemur cuci jemur sambil teriak lalalayeyeye~

5. Makhluk tipe sambat
Biasanya mereka ini memang terlampau kritis dan tampil sebagai juri, mulai dari mengomentari kualitas panggung, sound, harga tiket, durasi, bahkan mereka akan sedikit memberi saran efek rumah kaca untuk berganti nama menjadi efek rumah padang karena cholil gendutan. Pokoknya apa sajalah yang penting sambat. Tipe ini mungkin adalah netizen yang sering berkomentar ‘maaf sekadar mengingatkan’ dalam versi dunia nyata.

Nah itu dia 5 tipe penonton gigs indie. Kadang dalam hati kecil saya merenung, apakah Tuhan menciptakan manusia sejenis ini untuk menguji kesabaran kita?

Tapi ingat, mau sesebal apapun kita, mereka turut memiliki peran dalam pertumbuhan musik Indonesia. Maju terus musisi Indonesia!

Terakhir diperbarui pada 27 September 2021 oleh

Tags: Gigs IndieTipe Penonton
Muhammad Nanda Fauzan

Muhammad Nanda Fauzan

Picolo dengan versi kearifan lokal.

ArtikelTerkait

Saya Mantap Menunggu Seluruh Episode Tamat Dulu Sebelum Nonton Anime terminal mojok.co

Saya Mantap Menunggu Seluruh Episode Tamat Dulu Sebelum Nonton Anime

29 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.