5 Profesi buat Uzumaki Naruto kalau Pensiun Dini Jadi Hokage – Terminal Mojok

5 Profesi buat Uzumaki Naruto kalau Pensiun Dini Jadi Hokage

Artikel

Sedari kecil, Uzumaki Naruto adalah seorang anak yang ceria. Selain itu, ia juga nakal dan konyol. Sejak kemunculannya pada episode pertama saja, Naruto kecil (yang kala itu usianya sekira 6 tahun) sudah berani mencorat-coret patung muka para Hokage (pemimpin desa) pendahulunya. Beruntung, Hiruzen Sarutobi, yang pada saat itu menjabat sebagai Hokage, lebih memilih memaklumi kenakalan Naruto.

Perlahan, ia tumbuh sebagai remaja yang penuh semangat dan memiliki kalimat andalan. Apa pun, menjadi jalan ninjanya. Dua di antaranya adalah tidak akan menarik kembali segala sesuatu yang sudah diucapkan dan menjadi Hokage di kemudian hari.

Setelah mengalami banyak gejolak dan persoalan, termasuk bertaruh nyawa saat bertarung, ia akhirnya menjadi Hokage, posisi yang dicita-citakan sejak kecil. Dengan segala jerih payah, keluh kesah, dan perjuangan yang berdarah-darah, saya pikir, Naruto memang layak menjadi Hokage. Bukan karena gila hormat, lebih kepada cintanya kepada rakyat.

Menjadi Hokage itu berat. Dalam banyak episode, di ruangan kerjanya, selalu banyak tumpukan kertas berupa kasus, profil para akademisi ninja, juga berkas yang harus ditandatangani. Belum lagi harus ikut bertempur jika ada serangan yang tak terduga dari musuh.

Karena tugasnya yang seabrek-abrek itu, tidak menutup kemungkinan ia merasa jenuh dan segera mengajukan pensiun dini menjadi Hokage. Nah, setelah pensiun dini, ia tidak mungkin kerjanya hanya rebahan mengingat ada keluarga yang harus mendapat nafkah lahir dan batin. Berbekal kemampuan yang cukup mumpuni sebagai recruiter, saya punya usul kira-kira profesi apa saja yang cocok untuk Uzumaki Naruto agar tetap dapat berkarya dan memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

Baca Juga:  Sudahi Persoalan Skripsian di Coffee Shop, Saya Skripsian di Angkringan Juga Nggak Selesai-selesai

Profesi yang cocok untuk Naruto jika pensiun dini jadi Hokage:

#1 Pemilik resto mi ramen ternama

Tidak perlu dipertanyakan lagi soal seberapa besar kadar cintanya terhadap ramen. Dari kecil hingga menjadi Hokage, ramen selalu menemani hari-harinya. Bukan tidak mungkin jika ia tertarik untuk membuat restoran ramen sendiri. Apalagi, ia tahu, rasa ramen yang enak itu seperti apa dan bagaimana. Jadi, pasti dia juga tahu, cara memanjakan selera konsumen melalui ramen racikannya.

#2 Motivator

Naruto sudah melalui banyak lika-liku kehidupan dari kecil, remaja, sampai akhirnya menikah dengan Hinata, lalu menjadi Hokage. Ia betul-betul membuktikan, usia bukanlah penentu suatu kedewasaan. Pada usia yang masih 20 tahunan, Naruto sudah melalui banyak manis dan pahitnya hidup. Hal tersebut menjadikannya seseorang yang cocok untuk membagikan kisahnya pada suatu seminar motivasi. Apalagi, ia memiliki sifat yang ceria dan penuh semangat.

Saya jamin, Naruto itu punya semangat dan pasti cocok tampil di depan para peserta seminar sambil berkata, “Semangat pagi!” lalu disambut dengan teriakan dari para penonton “Semangat, semangat, semangat!”

#3 Punya toko berbagai jenis tanaman

Dilansir dari beberapa artikel dan fanbase, salah satu hobi Uzumaki Naruto adalah menyiram tanaman. Karena itu, bukan tidak mungkin ia memiliki keinginan terpendam membangun usaha florist atau toko tanaman serta berbagai jenis bunga. Seperti kata orang kebanyakan, hobi yang dijadikan profesi itu memiliki kenikmatan tersendiri.

Baca Juga:  Memahami Arti Menghargai Dimulai dari Membalas Komentar Media Sosial

#4 Ketua Komisi Perlindungan Anak

Masa kecilnya kurang begitu baik karena hampir selalu mendapat perundungan dari teman-teman semasa kecilnya juga para orang tua. Namun, karena hal itu, Naruto menjadi sosok yang penyayang, khususnya pada anak-anak. Naruto paham, sendiri dan kesepian itu tidak menyenangkan.

Karena kemampuan Naruto dalam bersimpati dan empati yang terbilang cukup tinggi, memahami banyak persoalan, dan perhatiannya kepada anak-anak, saya rasa Naruto cocok untuk menjadi kandidat ketua komisi perlindungan anak.

#5 Penulis buku/kontributor Mojok

Naruto punya banyak kisah yang bisa diceritakan. Mulai dari pengalaman masa kecil, berguru dengan Hatake Kakashi juga Jiraiya, bagaimana rasanya bertemu dengan orang tua karena teknik terlarang eddo tensei, sampai akhirnya berhasil menjadi Hokage seperti yang ia cita-citakan terdahulu. Naruto bisa membagikan tips dan trik untuk dapat menjadi seorang PNS Hokage yang baik.

Sambil nulis buku, wo ya jelas naruto bisa kirim tulisannya ke Mojok. Mereka ini punya gelombang resonansi yang serupa. Sifat Naruto itu nakal dan konyol. Mojok punya tagline sedikit nakal banyak akal. Barangkali, Naruto mau kirim tulisan soal masa lalu, tentang bagaimana nyebelinnya Sasuke yang semakin dikejar, ealah, malah semakin menjauh. Bikin capek dan repot aja nih Sasuke, sok-sok ghosting segala kemaren-kemaren dari desa Konoha. Padahal ujung-ujungnya mau balik lagi juga. Hih.

Baca Juga:  Please, Nggak Usah Latah Pamer Keuntungan Investasi Saham di Medsos

Sumber gambar: Viz.com

BACA JUGA No Debat! One Piece Lebih Baik daripada Naruto dan tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.