Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
10 Agustus 2026
A A
5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Melanjutkan kuliah S2 di luar negeri jadi keinginan banyak orang. Namun, keinginan itu kerap terbentur biaya, belum lagi urusan birokrasi, hingga syarat akademik jelimet. Tidak sedikit yang akhirnya terpaksa mengubur mimpi itu. 

Tidak perlu berkecil hati. Kampus di dalam negeri sebenarnya punya sederet program master yang tidak kalah dibanding program kampus luar negeri. Bahkan, jurusan atau program ini sebenarnya lebih pas ditempuh di dalam negeri saja, apalagi kalau tujuan akhir kalian adalah bekerja di Indonesia. 

ADVERTISEMENT

#1 Tidak ada salahnya melanjutkan S2 Kebijakan Publik di dalam negeri

Ilmu tata kelola negara dan kebijakan publik paling pas digali dari dapur sendiri. Masalahnya, karakter politik tiap negara itu unik. Mencaplok mentah-mentah teori kampus Eropa ke Indonesia sering kali jadi blunder yang salah sasaran.

Konsep yang tampak megah di buku, kerap mentok begitu berbenturan dengan realitas lapangan di Indonesia yang masih disetir oleh relasi kuasa dan birokrasi berlapis. 

Alih-alih mengejar teori abstrak yang jauh panggang dari api, riset rumah sendiri justru membuka jalan pintas untuk langsung menyuplai rekomendasi kebijakan yang konkrit bagi instansi pemerintah.

#2 Jadi penyelamat generasi muda lewat kuliah S2 Pendidikan di Indonesia

Kebijakan pendidikan di negeri ini memang hobi berganti rupa. Mulai dari bongkar pasang kurikulum, sampai eksperimen sistem zonasi. Problem lapangannya pun selalu berulang dan klasik. Yaitu, jomplangnya fasilitas sekolah elite di kota besar dengan ruang kelas reot di pelosok daerah.

Mengambil pascasarjana pendidikan di kampus dalam negeri justru menawarkan kurikulum yang membumi. Para akademisi dididik langsung untuk luwes merespons dinamika regulasi kementerian. Sekaligus, memahami keunikan karakter anak-anak Indonesia yang warna-warni.

Coba bayangkan kalau nekat sekolah pascasarjana di negara maju Eropa atau Amerika. Lingkungannya sudah terlampau bersih dan sistemnya mapan. Begitu menenteng ijazah kampus asing dan kembali pulang, ilmunya malah mubazir karena fasilitas sekolah dalam negeri masih jalan di tempat. Belajar menyelesaikan masalah lokal memang paling tepat di tanah air sendiri.

Baca Juga:

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

#3 Magister Manajemen, ilmu universal yang aplikasinya tergantung kultur setempat

Ilmu manajemen memang universal di atas kertas. Tapi, praktiknya, tunduk pada hukum alam lokal. Mulai dari perilaku konsumen di setiap tempat yang unik, riuhnya ekonomi informal, aturan pajak yang bikin pusing, hingga keliaran social commerce yang masing-masing punya aturan main sendiri.

Makanya, lulusan S2 manajemen luar negeri sering kali terlalu kaku memegang teori. Terbiasa dicekoki studi kasus korporasi multinasional, mereka justru gagap saat harus berhadapan langsung dengan pasar domestik yang karakternya random. 

Apalagi, kalau sudah masuk ke ekosistem UMKM yang super heterogen. Kesimpulannya, mending mengambil jurusan ini di kampus dalam negeri saja dengan studi kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa.

#4 Belajar menata destinasi lokal lewat S2 Pariwisata dalam negeri

Indonesia itu ibarat surga pariwisata. Malangnya, pengelolaannya masih sering kedodoran dan butuh analisis yang lebih serius. Bukan sekadar proyek musiman yang lalu lenyap setelah tren tertentu dirasa usang. Kendalanya, potensi alam, desa wisata, hingga aturan adat kerap dikelola setengah-setengah tanpa arah.

Di sinilah kuliah S2 pariwisata punya urgensi nyata. Bukan sekadar menyusun slide presentasi di aplikasi Canva atau program Power Point. Namun, melahirkan lulusan yang paham cara mengurus destinasi berbasis akar rumput, merangkul warga lokal sebagai mitra sejati, sekaligus cerdik membaca selera pasar turis lokal maupun mancanegara tanpa harus kehilangan jati diri bangsa.

#5 Magister Ilmu Pertanian, jurusan paling strategis buat dipelajari negeri agraris

Tanah Indonesia itu unik. Perpaduan lahan vulkanik, area gambut, dan dibungkus iklim tropis. Ilmu bertani di sini pun bukan sekadar teori, melainkan kearifan lokal yang mengakar turun-temurun. Sayangnya, banyak pakem pertanian dari negara orang yang seringkali nggak satu frekuensi dengan karakter lahan dan budaya petani Indonesia.

Intinya, studi S2 pertanian di negeri sendiri sangat krusial. Bukan cuma belajar dari buku, tapi mahasiswa langsung mempraktikkan ilmu di tanah sendiri. Mereka juga jadi paham betul seluk-beluk musim, cuaca, hingga perilaku hama lokal. Pun, hal ini merupakan cara paling efisien untuk benar-benar paham bagaimana mendampingi petani lokal mendongkrak hasil panen mereka.

Melanjutkan studi S2 bukanlah ajang pelarian atau sekadar mencari gengsi agar profil LinkedIn terlihat makin kinclong. Kuliah S2 di negeri sendiri adalah pilihan paling rasional untuk mengurai benang kusut nyata di depan mata. Jadi, sudahi mimpi muluk menenteng ijazah asing yang belum tentu relevan di negeri sendiri.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2026 oleh

Tags: ilmu S2kuliah s2luar negeriS2S2 luar negeristudi S2
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Beasiswa LPDP cuma Mencetak Budak Korporat Baru (Unsplash)

5 Alasan Mengapa Kamu Nggak Perlu Kuliah S2 Meskipun Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahun 2024 Telah Dibuka

14 Januari 2024
S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari Kampus Sendiri Mojok

S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari UGM Sendiri

26 Oktober 2025
10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh Mojok.co

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

10 Juni 2026
Kuliah S2 Beda dengan S1, Mahasiswa Jangan Kebanyakan Caper, Sudah Bukan Umur dan Tempatnya

Kuliah S2 Beda dengan S1, Mahasiswa Jangan Kebanyakan Caper, Sudah Bukan Umur dan Tempatnya

8 September 2025
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

23 April 2026
Derita Lulusan S2 yang Hidup di Desa, Dianggap Gagal dan Kuliahnya Sia-sia  Mojok.co

Derita Jadi Lulusan S2 yang Hidup di Desa, Dianggap Gagal dan Kuliahnya Sia-sia 

31 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Penyelesaian bullying di sekolah hanya dengan permintaan maaf adalah bukti bahwa hal ini nggak pernah dianggap serius

8 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk pelajar Mojok.co

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

8 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua Mojok.co

GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.