Tiap daerah punya istilah-istilah yang tumbuh di tengah kesehariannya. Misalnya saja di Tegal, mereka ternyata punya beberapa istilah khusus ketika menggelar hajatan. Kata-kata ini muncul hanya ketika hajatan, itu mengapa masih banyak orang yang bingung ketika mendengarkannya. Tidak terkecuali warga Tegal sendiri.
Nah, di bawah ini 5 istilah yang biasa digunakan di hajatan warga Tegal. Saya tuliskan supaya kalian yang jarang ikut hajatan di Tegal nggak bingung lagi ya.
#1 Balik klasa yang biasanya digelar warga Tegal setelah hajatan
Di dalam bahasa Indonesia, klasa berarti tikar tradisional yang terbuat dari anyaman bambu. Di dalam hajatan, klasa adalah alas duduk para tamu. Sementara balik berarti mengembalikan klasa yang digelar di lantai ke tempat semula.
Nah, bagi warga Tegal, balik klasa berarti selamatan setelah hajatan selesai. Katanya, para orang tua zaman dahulu tidak sekedar menggelar selamatan ketika balik klasa. Konon mereka benar-benar melakukan ritual membalikkan klasa di kamar pengantin. Ritual ini sebagai bentuk doa agar pengantin terhindar dari segala macam hal tercela ketika mengarungi mahligai rumah tangga.
Akan tetapi, hal itu sudah tidak dilakukan lagi di rangkaian hajatan warlok Tegal sekarang ini. Balik klasa hanya mengundang orang terdekat saja yakni kerabat dekat dan tetangga kanan kiri. Hal ini berbeda dengan selamatan sebelum hajatan, di mana umumnya mengundang banyak orang. Kata ustadz yang biasa memimpin doa dalam kegiatan balik klasa, tujuan diadakannya balik klasa adalah ungkapan syukur karena acara bisa terlaksana.
#2 Kirab yang penuh makna filosofis bagi warga Tegal
Di Tegal, ijab kabul dan resepsi dilaksanakan di rumah mempelai wanita. Setelah resepsi selesai, dilaksanakan namanya kirab.
Dalam kirab, kedua mempelai diantar ke rumah mempelai pria. Pada prosesi kirab, bukan hanya keluarga mempelai wanita saja yang mengantar, tetapi para tetangga juga turut serta.
Nantinya ketika sampai di rumah mempelai pria, ibu dari mempelai pria akan menyisir rambut mempelai wanita. Makna filosofisnya adalah menyisir masalah atau masa lalu agar kehidupan kedepannya berjalan lancar tanpa hambatan. Sementara itu mereka yang ikut kirab akan diberikan jamuan dan ketika pulang diberikan berkat.
#3 Begadang berjamaah saat hajatan disebut lek-Lekan
Lek-lekan merupakan istilah begadang berjamaah di acara hajatan, dilakukan oleh para kerabat dan tetangga kanan kiri. Dalam hajatan khitanan, lek-lekan dilaksanakan di malam pertama selepas khitan. Sementara di hajatan pernikahan, lek-lekan dilaksanakan pada malam setelah siangnya ijab kabul dan dilaksanakan di rumah mempelai wanita.
Lek-lekan di Tegal bukan sekedar begadang semata, tetapi membaca maulid atau barzanji dengan diiringi rebana. Pada lek-lekan tuan rumah memberikan berbagai macam hidangan, mulai dari makanan berat hingga makanan ringan. Di Tegal, keluarga mempelai pria memberikan kambing ke keluarga mempelai perempuan. Kambing ini nanti disembelih untuk hidangan lek-lekan.
Baca halaman selanjutnya: #4 Kiriman sebagai …
