5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang Mojok.co

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang (unsplash.com)

Belakangan olahraga pilates sedang digemari banyak orang. Hal tersebut bisa terlihat dari jumlah studio pilates yang terus bertambah, baik di kota-kota besar maupun kabupaten. 

Selain popular karena bisa memperbaiki postur dan manfaat kesehatan lain, pilates juga terkenal karena harganya yang selangit. Di Surabaya, satu kali pertemuan group class dibanderol paling murah sekitar Rp200 ribu. Sementara kelas privat antara Rp450.000 sampai Rp650.000 satu kali pertemuan (60 menit).

Untuk ukuran UMR di Indonesia, olahraga ini tergolong mahal. Oleh karena itu, bagi kalian yang masih pemula dan tertarik kelas pilates, kalian perlu mempersiapkan beberapa hal selain uang. Sebab, pilates akan menguras lebih banyak uangmu jika tidak dipersiapkan secara matang.

#1 Mat pilates lebih murah, tapi tidak bisa memilih alat lainnya

Bagi pemula yang sedang mencari informasi tentang harga kelas, biasanya meraka terkecoh dengan harga murah. Misalnya, saja ada tulisan Mat Pilates Rp150.000, tapi dipikirannya bakalan masuk kelas pdengan alat lainnya. Tidak bisa ya, Gaes. Mat pilates adalah pilates yang dilakukan di atas matras. Gerakannya agak mirip dengan yoga.

Pilates memiliki berbagai jenis alat. Ada reformer, wunda chair, ladder barel, maupun cadillac. Kalau ingin pilates dengan alat-alat tersebut ikut kelas yang regular (bukan kelas khusus mat pilates).  

Untuk pemula, biasanya menggunakan reformer dulu. Jika core sudah kuat bisa berpindah ke alat lain.

#2 Pilih kelas newcomer (trial) terlebih dahulu

Pilates adalah olahraga yang rawan cedera. Gerakannya juga lambat dan fokus pada otot inti tubuh termasuk otot kecil yang jarang disentuh olahraga lain. Oleh karena itu, memilih coach atau instruktur itu penting sekali. Pastikan instrukturnya kredibel (memiliki sertifikat) dan penyampaian intruksinya jelas.

Lantaran harganya mahal, saran saya untuk pemula memilih kelas trial. Rata-rata semua studio pilates saat ini ada kelas trial (membayar untuk 2 kali pertemuan saja) dan dilanjutkan kalau kamu cocok dengan instrukturnya, atau pindah studi jika memang di studio tersebut kalian kurang cocok dan tidak nyaman.

Meskipun menggunakan alat yang sama, tapi level pilates itu bisa berbeda. Bagi pemula penting ikut kelas trial supaya saat pertama kali ikut, kamu tidak langsung diberi gerakan yang sulit. 

Baca juga: Pengalaman Ikut Latihan Yoga yang Bikin Saya Merasa Jadi Luffy si Bajak Laut.

#3 Jangan fomo grip shock murah, tidak akan berguna dan malah membuang banyak uang

Perempuan biasanya ingin tampil cantik layaknya pilates princess di media sosial. Kita akan tertarik membeli pakaian pilates yang cute dan menyesuaikan kaos kaki (grip shock) dengan baju yang dikenakan. Apalagi ada banyak sekali grip shock murah di marketplace sejarah Rp35 ribuan.

Akan tetapi, percayalah, semua grip shock murah tersebut ujung-ujungnya akan kamu buang. Apalagi kalau level gerakannya sudah mulai banyak variasi dan level meningkat.

Ketimbang membeli grip shock murah warna-warni dalam jumlah banyak, saya lebih menyarankan kalian membeli satu saja grip shock yang bagus. Saya sudah mencoba berbagai merek grip shock, sampai saat ini yang menurut saya bagus dan nyaman adalah brand Toesox. Kamu bisa membelinya di marketplace dengan harga Rp280 ribuan sepasang. Memang agak mahal, tapi layak dibeli agar tidak kepeleset saat pilates.

#4 Outfit nyaman, tapi disarankan press body

Belakangan ini brand lokal banyak yang menawarkan outfit pilates dengan harga yang terjangkau. Kalian boleh memilih apa saja yang penting nyaman. Namun, saran saya sebaiknya memang menggunakan legging dan baju yang pas badan saat pilates. Bukan untuk adu ketat-ketat, tapi untuk mempermudah gerakan.

Olahraga pilates ini kan fokus ke kerja otot dan pernapasan. Baju yang pas badan memudahkan pelatih melihat gerakan tubuh termasuk cara kamu bernafas. Kalau kamu pakai baju olahraga yang gombyor, kemungkinan bajumu kesangkut di alat juga tinggi. Jangan sampai mau pilates malah terjungkal. 

#5 Beli gloves bagi yang mudah keringatan

Meskipun terlihat ringan, pilates itu sebenarnya berat. Kamu akan banyak mengeluarkan keringat. Nah, kalau kamu tipe orang yang tangannya mudah berkeringat, belilah sarung tangan. Percayalah, sarung tangan akan sangat membantu kamu saat melakukan gerakan pilates.

Baca juga: 4 Aturan Tidak Tertulis Tempat Gym, Saya Terpaksa Tulis karena Banyak Member Gym yang Nggak Peka. 

#5 Jika memiliki uang lebih, pilihlah kelas privat pilates terlebih dahulu baru kelas reguler

Banyak orang yang mengambil pilates group class, setelah lama ikut group class baru berani dan percaya diri ikut kelas private. Jika uang bukan masalah bagimu dan tidak keberatan membayar Rp450-600 ribu untuk 60 menit kelas privat. Saran saya, sebagai pemula justru sebisanya ikut kelas private.

Seperti yang sudah saya singgung di atas, pilates adalah olahraga yang rawan cedera dan gerakannya tidak boleh dilakukan sembarang. Ketika ikut group class kamu melakukan gerakan keliru, tapi coachnya tidak tahu dan tidak dikoreksi. Tubuh kamu otomatis akan terbiasa dengan gerakan salah tersebut dan untuk memperbaiki di kemudian harinya akan sulit lagi.

Jika ikut kelas private, coach akan lebih detail mengoreksi gerakanmu. Namanya kelas privat, coach akan fokus hanya sama kamu saja. Jika gerakan dasar sudah benar, akan lebih mudah ikut kelas pilates dengan level lebih tinggi. Dan, ketika ikut group class, kamu bisa lebih mudah memahami intruksi coach dengan form yang sudah benar.

Itulah tadi hal-hal yang perlu diperhatikan pemula sebelum mendaftar pilates. Ketika awal ikut kelas, saya juga tidak tahu apa-apa, cari informasi simpang siur sana-sini akhirnya trial and eror. Agar teman-teman tidak perlu membuang waktu seperti saya dulu, saya menuliskan ini untuk kalian.

Selamat mencoba pilates, olahraga yang image-nya ringan, padahal berat digerakkan dan  finansial.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA: Olahraga Lari Adalah Olahraga yang Lebih “Drama” ketimbang Sepak Bola.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version