Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

5 Hal yang Sering Ditutup-tutupi Soal Bank Syariah

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
19 Agustus 2022
A A
5 Hal yang Sering Ditutup-tutupi Soal Bank Syariah BSI

Bank Syariah Indonesia (Nyanews via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu manifestasi dari sistem ekonomi syariah saat ini adalah bank syariah. Sistem bunga di bank konvensional yang dianggap mirip riba menjadi alasan bank syariah dibentuk. Tapi, saat ini bank syariah saat ini mengalami stagnasi pertumbuhan dan kebermanfaatan, meski pada awal 2021 telah dilakukan peleburan terhadap tiga bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) menjadi satu bank yaitu BSI.

Peleburan itu secara kebermanfaatan terhadap kalangan bawah tidak signifikan, hanya berdampak pada penambahan aset bank syariah secara umum di Indonesia. Bank tersebut, menurut saya, seperti kehilangan spirit syariahnya.

Stagnasi tersebut disebabkan banyak pelaku bank syariah yang enggan berterus terang tentang kekurangan dari bank tersebut dalam beberapa hal kepada masyarakat. Alih-alih mencoba untuk memperbaikinya, para pelaku masih terus menutup-nutupinya sehingga masyarakat acap kali merasa dibohongi oleh bank syariah.

Sebagai seorang lulusan perbankan syariah dan pernah mencicipi sesaat berada di lingkungan bank jenis ini, menurut saya setidaknya ada 5 hal yang masih sering ditutup-tutupi oleh para pelaku bank syariah.

#1 Bebas lepas dari praktik bunga

Para praktisi selalu menggaungkan bahwa bank syariah secara praktikal, baik dari sisi operasional, maupun pengambilan keputusan dalam menyalurkan pembiayaan, terbebas dari praktik bunga Padahal, praktik bunga itu sulit dihindari, melihat ekonomi dunia saat ini. Sebab, setiap tahun nilai uang itu menyusut.

Jadi selain disalurkan melalui pembiayaan ke masyarakat, dana yang telah dihimpun oleh bank syariah juga ditempatkan di Bank Indonesia, bank konvensional, bahkan di instrumen pasar modal. Alasannya jelas, bank syariah tidak bisa hanya bergantung pada angsuran nasabah untuk menjaga nilai uang yang dihimpun tidak menyusut (dan tetap untung). Penempatan dana tersebut akan memberikan imbal hasil berupa bunga secara berkala ke dalam kas bank. Hal ini untuk menyiasati agar uang yang telah dihimpun tidak menurun nilainya.

Secara regulasi, pendapatan bunga ini nantinya di dalam laporan keuangan akan dicatat sebagai pendapatan nonhalal yang harus disalurkan dalam bentuk aktivitas sosial.

Persoalannya di sini, dana nonhalal ini begitu seksi karena nominalnya bisa sangat besar sehingga sering kali tidak terdeteksi dan tidak transparan arah penyalurannya. Terkadang dana tersebut juga disalurkan dalam bentuk dukungan sponsorship yang notabenenya malah jadi ajang promosi produk dari bank tersebut.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

5 Istilah Ekonomi Islam yang Sering Bikin Salah Paham

Selain itu, karena tenor (jangka waktu) pembiayaan bisa sampai puluhan tahun, bank syariah sudah pasti tetap memperhatikan suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI 7 day Rate) ketika memberikan pembiayaan kepada nasabah.

Jadi bank syariah juga memasukan variabel bunga dalam pengambilan keputusan. Misalnya suku bunga saat ini ditentukan sebesar 3.4 persen, artinya margin keuntungan yang ditarik oleh bank syariah kepada nasabah berkisar di angka tersebut.

Nah fakta ini sering kali dikaburkan oleh para praktisi. Sehingga masyarakat seringkali menganggap bank syariah itu bebas bunga, padahal ya persoalan bunga masih jadi bahan pertimbangan karena rasanya yang manis.

#2 Semua adalah profit and loss sharing

Skema profit and loss sharing (bagi hasil dan bagi rugi) menjadi tagline yang diusung oleh bank syariah. Membuat banyak orang terhipnotis dan terkesima, bagaimana bisa ada sebuah lembaga komersial bersedia untuk menanggung kerugian dari nasabah yang mengajukan pembiayaan.

Nyatanya tagline ini hanya sebatas kata tanpa makna.

Secara implementasi, akad yang punya skema profit and loss sharing yaitu mudharabah sangat jarang dimasukan ke dalam klausul penawaran pembiayaan kepada nasabah. Saya tegaskan lagi, amat sangat jarang.

Apalagi kalau nasabah tersebut mengajukan pembiayaan untuk pengembangan usaha, hampir tidak mungkin bank syariah akan menyodorkan akad tersebut. Lebih seringnya akad yang ditawarkan adalah murabahah (jual beli) yang kalkulasi angsurannya lebih pasti karena dihitung dari margin keuntungan.

Jadi jatuhnya kayak pengadaan barang usaha. Bank membeli apa yang kamu butuhkan dan menjualnya ke dirimu. Atau selain jual beli, bank juga lebih suka menggunakan akad ijarah (sewa) yang diberi opsi kepemilikan di akhir tenor.

Akad bagi hasil bagi rugi yang sering dikoar-koarkan itu lebih sering digunakan kerja sama untuk proyek infrastruktur dengan skala yang besar, misalnya jalan tol, bandara, atau pelabuhan. Yang sudah barang tentu risiko kerugiannya sangat minimalis.

Baca halaman selanjutnya

#3 Nggak ada denda…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2023 oleh

Tags: bank syariahekonomikebohongankeuntunganribasuku bunga
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

emas logam mulia tabungan bank ekonomi stabilitas mojok

Demam Emas Bisa Jadi Ancaman Pemulihan Ekonomi

12 Oktober 2020
Slow Bar Coffee Konsep Kedai Kopi yang Cenderung Tidak Menguntungkan, Kenapa Banyak yang Tertarik?

Slow Bar Coffee Cenderung Tidak Menguntungkan, Kenapa Banyak yang Tertarik?

28 Oktober 2023
panduan memahami resesi ekonomi indonesia 2020 data bps pengumuman bps survei ketenagakerjaan kuartal III 2020 mojok.co

Panduan Memahami Resesi Ekonomi Indonesia yang Baru Diumumkan

5 November 2020
kesalahan finansial uang habis bokek mojok

Kesalahan Finansial di Usia Muda yang Sering Terjadi, namun Jarang Disadari

25 September 2021
4 Kesalahan Layout SPBU yang Bikin Pelanggan Nggak Nyaman

5 Mitos Ngawur tentang Kecurangan SPBU Pertamina yang Perlu Diluruskan

5 Februari 2023
Saya Malu Jadi Lulusan Jurusan Ekonomi Syariah: Jurusannya Kurang Populer dan Lulusannya yang Galak-galak Mojok.co

Saya Malu Jadi Lulusan Jurusan Ekonomi Syariah: Jurusannya Kurang Populer dan Lulusannya yang Galak-galak

22 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.