Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Usaha Sewa Ruko agar Tidak Rungkad seperti Orang Tua Saya

Muhammad Raihan Nurhakim oleh Muhammad Raihan Nurhakim
24 April 2025
A A
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Usaha Sewa Ruko agar Tidak Rungkad seperti Orang Tua Saya

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Usaha Sewa Ruko agar Tidak Rungkad seperti Orang Tua Saya

Share on FacebookShare on Twitter

Sama seperti usaha sewa kos-kosan, usaha sewa ruko juga merupakan usaha impian yang ingin dijalani banyak orang saat sudah memasuki usia pensiun. Ya gimana ya, orang kerjaannya cuma ongkang-ongkang kaki tiap hari, tagih sana-sini, terus terima uang, beres.

Usaha ini jugalah yang akhirnya dipilih oleh orang tua saya agar punya passive income saat sudah benar-benar pensiun nanti. Bermodalkan uang tabungan beberapa ratus juta, mereka membangun dua petak ruko di depan halaman rumah warisan kakek saya di kampung halaman.

Sayangnya, keputusan orang tua saya menginvestasikan uang tabungan mereka untuk memulai usaha ini ternyata didasarkan pada beberapa kesalahan. Walhasil, ya sekarang terasa cukup rungkad karena sepi peminat meskipun harga sewanya sudah murah.

Kesalahan pertama orang tua saya adalah tidak mengikutsertakan saya dalam perencanaan terkait usaha sewa ruko ini. Oke, saya memang sedang kuliah di luar kota pada waktu itu. Tapi kalau memang punya niat untuk mengikutsertakan saya, ya minimal berkabar sedikit, lah.

Selain tidak mengikutsertakan saya, ada beberapa kesalahan lain yang saya temukan dari perencanaan usaha sewa ruko mereka. Dan menurut saya, seharusnya lebih diperhatikan saat mau memulai usaha sewa ruko. Berikut akan saya jabarkan dan semoga bisa dijadikan pembelajaran bagi kalian semua.

Analisis kondisi & potensi wilayah

Target utama dari usaha sewa ruko adalah orang yang mau membuka usaha. Oleh karena itu, usaha sewa ruko sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan potensi berwirausaha masyarakat di sekitar lokasinya. Semakin tinggi kemampuan dan potensi berwirausaha masyarakatnya, semakin tinggi pula permintaan rukonya.

Kesalahan orang tua saya adalah tidak melakukan analisis yang tepat terhadap hal tersebut. Yang saya ketahui, hanya karena beberapa orang di sekitar wilayahnya menjadi sedikit lebih sejahtera, orang tua saya langsung berpikir akan banyak juga yang membutuhkan ruko untuk membuka usaha. Padahal, di sekitar situ justru masih lebih banyak orang yang hidup pas-pasan dan kurang paham dengan sistem kredit usaha ke bank.

Menawarkan ruko kepada masyarakat sekitar dengan mayoritas kondisi seperti itu jelas tidak ada manfaatnya. Sebab, mereka yang tidak punya kemampuan berwirausaha di tingkat tertentu memang tidak memerlukan ruko. Dari sini terlihat bahwa usaha sewa ruko pun perlu analisis wilayah yang lebih effort daripada sekadar mengandalkan apa yang terlihat oleh mata.

Baca Juga:

Menjelaskan Deflasi dengan Bahasa Sederhana, Fenomena yang Nggak Kalah Mengerikan dari Inflasi

Harga Beras Hari Ini Naik, dan Hal Itu Jangan Pernah Dianggap Sepele, Bisa Memicu Inflasi!

Jenis usaha yang sedang berkembang

Harusnya, setelah mengetahui kondisi dan potensi dari wilayah sekitar dengan benar, kita dapat memprediksi jenis usaha apa yang sedang dan akan berkembang di sana. Dari situ, bisa dilihat juga apakah akan ada permintaan untuk sewa ruko atau tidak.

Tapi karena orang tua saya dari awal sudah keliru dalam menilai kondisi dan potensi wilayah sekitar tempat ruko didirikan, prediksi tren jenis usahanya juga tidak tepat. Hasilnya, hampir tidak ada permintaan ruko dari masyarakat sekitar.

Kenyataannya masyarakat lebih memilih jenis usaha yang bisa menggunakan gerobak agar lebih hemat dan bisa keliling desa daripada yang harus benar-benar menetap. Bahkan paman saya yang tinggal di sana dan menjual minuman kekinian pun lebih memilih menggunakan gerobak daripada menyewa ruko orang tua saya.

Track record ruko sekitar

Mengetahui rekam jejak ruko yang lebih dahulu berdiri di sekitar lokasi juga penting. Tujuannya agar kita yang ingin membuka sewa ruko di sana juga punya gambaran profit yang akan didapat dan benchmark dalam merencanakan usaha sewa ruko.

Dalam kasus orang tua saya, lagi-lagi mereka melakukan kesalahan karena sama sekali lupa—atau mungkin mengabaikan, kenyataan bahwa sudah terdapat bukti sewa ruko memang tidak cocok di sana. Yaitu, dilihat dari menganggurnya belasan ruko hasil proyek desa.

Tentu saja ruko-ruko itu tidak diminati karena seperti rentetan penjelasan di atas. Masyarakat di sekitar tidak punya kemampuan dan keinginan untuk membuka usaha yang memerlukan ruko. Tren usaha yang lebih muncul adalah usaha gerobakan, bukan punya lapak tetap.

Perhitungan pengeluaran dan ekspektasi pendapatan sewa ruko

Usaha sewa ruko adalah usaha yang memerlukan modal besar. Jadi, perhitungan biaya investasi dan return yang akan didapatkan juga harus dilakukan secara hati-hati agar tetap profitable.

Orang tua saya tampaknya tidak menganggap itu sebagai sesuatu yang cukup serius. Asal ada tanah dan uang untuk membuat bangunan kemudian menetapkan harga sewa tanpa memperhitungkan inflasi. Pikirnya sudah cukup untuk mendapatkan keuntungan dari usaha sewa ruko.

Akibatnya, berdasarkan perhitungan saya, sampai sekarang hasil usaha sewa ruko yang sudah berjalan bertahun-tahun itu baru dapat mengompensasikan 10-15 persen saja dari total pengeluaran. Dan itu dihitung belum menggunakan metode yang lebih sensitif terhadap perubahan beberapa faktor tertentu. Artinya, sampai sekarang pun orang tua saya masih jauh dari kata untung dari usaha sewa ruko ini.

Perencanaan tujuan usaha dan tabungan

Terakhir, tujuan berusaha dan sumber modalnya. Jika tujuan usaha sewa rukonya adalah untuk passive income di hari tua dan modalnya berasal dari tabungan serta cukup menguras. Usaha sewa ruko itu seharusnya dimulai 10-15 tahun sebelum benar-benar memasuki masa pensiun. Jika dilakukan sebentar, misal 3-5 tahun saja, jelas hasilnya akan seperti orang tua saya alami, krisis tabungan padahal sudah mau pensiun.

Kondisi ini adalah puncak dari kesalahan orang tua saya dalam merencanakan untuk punya usaha sewa ruko. BOP yang hampir pasti tidak tercapai di tahun pensiun membuat orang tua saya malah harus bekerja lebih keras menjelang pensiun, bahkan mungkin harus memperpanjang masa kerja dan menunda pensiun.

Akhirnya, usaha sewa ruko orang tua saya malah jadi kontraproduktif dengan tujuannya. Alih-alih membuat tenang di masa tua, justru malah membuat makin khawatir nanti mau bagaimana.

Memang, usaha sewa ruko terlihat menjanjikan. Tapi, perlu perencanaan yang sangat hati-hati juga sejak jauh-jauh tahun agar semua halnya bisa sesuai ekspektasi. Dan ya, itu jelas cukup merepotkan. Kalau kalian merasa kurang siap untuk itu, lebih baik uangnya diinvestasikan ke bidang usaha yang lain saja. Atau, terkadang tetap menabungnya juga bukan pilihan yang terlalu buruk.

Penulis: Muhammad Raihan Nurhakim
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Penderitaan yang Saya Rasakan Setelah 16 Tahun Tinggal di Ruko

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 April 2025 oleh

Tags: inflasipassive incomeusaha sewa ruko
Muhammad Raihan Nurhakim

Muhammad Raihan Nurhakim

Mahasiswa hukum yang tidak ingin jadi pengacara, apalagi hakim.

ArtikelTerkait

Memahami Deflasi dengan Bahasa Sederhana, Fenomena yang Nggak Kalah Mengerikan dari Inflasi Mojok.co

Menjelaskan Deflasi dengan Bahasa Sederhana, Fenomena yang Nggak Kalah Mengerikan dari Inflasi

9 Oktober 2024
Harga Beras Hari Ini Naik, dan Hal Itu Jangan Pernah Dianggap Sepele, Bisa Memicu Inflasi!

Harga Beras Hari Ini Naik, dan Hal Itu Jangan Pernah Dianggap Sepele, Bisa Memicu Inflasi!

16 September 2023
Memahami Arti Resesi Pakai Bahasa Tukang Gorengan

Memahami Arti Resesi Pakai Bahasa Tukang Gorengan

11 Oktober 2022
Juara Piala Dunia dan Inflasi: Sepotong Kebahagiaan dari Lionel Messi untuk Rakyat Argentina

Juara Piala Dunia dan Inflasi: Sepotong Kebahagiaan dari Lionel Messi untuk Rakyat Argentina

20 Desember 2022
Bunga Tabungan 0 Persen: Menabung Pangkal Kaya Tak Lagi Relevan

Bunga Tabungan 0 Persen: Menabung Pangkal Kaya Tak Lagi Relevan

7 September 2022
Mengenali Tanda-tanda Inflasi secara Sederhana

Mengenali Tanda-tanda Inflasi secara Sederhana

7 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Bisnis Mobil Rental: Keuntungannya Selangit, Risikonya Juga Selangit rental mobil

Rental Mobil demi Gengsi Saat Pulang Kampung Lebaran Adalah Keputusan yang Goblok

12 Maret 2026
Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal Mojok.co

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal

14 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.