Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Hal Unik tentang Kota Solo di Mata Turis Lokal

Andri Saleh oleh Andri Saleh
5 Desember 2021
A A
5 Hal Unik tentang Kota Solo di Mata Turis Lokal terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Akhirnya, selama puluhan tahun hidup di kolong langit, saya diberi kesempatan oleh Tuhan untuk berkunjung ke kota kelahirannya Mas Gibran Rakabuming Raka: Solo. Sebagaimana halnya turis yang berkunjung ke tempat baru, tentu saja saya merasa excited ketika menjejakkan kaki di peron Stasiun Balapan Solo. Saya penasaran, kira-kira di Kota Solo itu ada apa, sih? Apa saja hal-hal yang nggak saya temui di Kota Bandung?

Kesan pertama yang saya rasakan adalah bahwa Kota Solo itu unik. Dan, ternyata ekspektasi saya benar. Meski nggak semua tempat dikunjungi, tapi saya berani mengambil kesimpulan bahwa Kota Solo itu punya beberapa hal yang unik yang nggak saya temukan di kota-kota lain. Ini adalah beberapa di antaranya.

#1 Banyak jalan satu arah

Ini hal pertama yang saya perhatikan ketika berkeliling di Kota Solo. Cukup banyak juga ruas jalan yang dibuat satu arah. Meski jadinya harus berputar-putar ke tempat tujuan, tapi justru terhindar dari macet dan bisa menjelajah setiap sudut kota. Selain itu, keliling-keliling kota jadi terasa lebih nyaman karena jalanannya lega dan nggak crowded.

#2 Banyak bangunan klasik

Sebagai mantan anak rohis, tentu tempat pertama yang saya kunjungi adalah Masjid Agung Kota Solo. Saya cukup terpukau dengan tempat ini. Ketika pertama kali masuk, saya merasa berada di zaman lain. Semuanya bergaya klasik dengan aura kesultanan yang kental. Mulai dari pintu gerbang, halaman, menara masjid, sampai interior di dalam masjid. Benar-benar klasik.

Selain masjid agung tadi, cukup banyak juga bangunan-bangunan klasik bergaya kerajaan di beberapa sudut jalan. Ada juga beberapa gapura dan gerbang kota yang menambah kesan klasik ketika berada di Kota Solo. Semuanya terlihat terawat dengan baik. Ini menunjukkan bahwa warganya benar-benar apik.

#3 Banyak angkringan di trotoar jalan

Awalnya, saya cukup heran dengan trotoar yang sangat lebar di sepanjang ruas Jalan Slamet Riyadi. Tapi, saya baru paham ketika hari menjelang malam. Ada begitu banyak angkringan di sepanjang trotoar yang dipenuhi orang-orang yang duduk lesehan di trotoar jalan sambil menikmati hidangan yang ada.

Sebetulnya, ini mengingatkan saya pada Jalan Malioboro di Kota Jogja. Tapi, yang ini sepertinya berbeda. Di sini suasananya agak gelap karena minim penerangan. Saya kurang paham apakah ini disengaja atau nggak.

#4 Banyak jalan letter T

Ini juga cukup unik dan baru saya temui di Kota Solo. Biasanya, kan, kalau perempatan itu adalah dua ruas jalan yang bersilangan secara sempurna. Kalau di Kota Solo, cukup banyak juga perempatan yang justru persilangan jalannya nggak lurus. Jadi, perempatan jalannya lebih cocok disebut double letter T, sih. Meski nggak semua kondisinya seperti itu, tapi cukup banyak juga yang saya temui begitu.

Baca Juga:

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

#5 Gaya bicara orang-orangnya mirip Pakde Jokowi

Saya bersaksi bahwa orang-orang Solo itu ramah. Dan, seperti kata orang-orang, orang Solo itu bicaranya lemah lembut dan pelan-pelan. Ini terbukti ketika saya berinteraksi dengan beberapa warga Kota Solo di berbagai kesempatan.

Tapi, satu hal yang saya rasakan adalah gaya bicara mereka itu mengingatkan saya pada Pakde Jokowi. Bahkan, saya sempat kaget ketika berbincang dengan sopir taksi online yang gaya bicaranya miriiiip banget dengan blio. Saya kira kena prank kontennya Pakde Jokowi, eh ternyata bukan.

Itulah kelima hal unik yang saya temui dan rasakan ketika berada di Solo. Kalau memang ada yang kurang pas, ya mohon dimaafkan karena saya hanya berkunjung selama tiga hari di sini. Jadi, belum sempat membedah Kota Solo sampai ke akar-akarnya. Meski banyak orang bilang Solo itu kalah pamor dibandingkan dengan Jogja atau Semarang, saya tetap rekomendasikan kepada turis untuk berkunjung ke Kota Solo. Banyak hal unik di sini yang sayang untuk dilewatkan.

Selamat berkunjung ke Kota Solo, ya!

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Desember 2021 oleh

Tags: Kota SoloTuriswisata
Andri Saleh

Andri Saleh

Humas di salah satu instansi pemerintah. Tukang liput kegiatan pimpinan, tukang bikin konten medsos, desain baliho dan flyer, serta kegiatan lainnya yang bikin kelihatan sebagai orang paling sibuk di kantor.

ArtikelTerkait

Rekomendasi Wisata Murah di Mojokerto dengan Vibes kayak di Luar Negeri

Rekomendasi Wisata Murah di Mojokerto dengan Vibes kayak di Luar Negeri

29 Mei 2024
4 Destinasi Wisata di Sukabumi yang Patut Kamu Kunjungi terminal mojok

4 Destinasi Wisata di Sukabumi yang Patut Kamu Kunjungi

19 Desember 2021
5 Hal yang Bikin Orang Solo Bangga tapi Orang Luar Nggak Ngerti Pentingnya

5 Hal yang Bikin Orang Solo Bangga tapi Orang Luar Nggak Ngerti Pentingnya

29 November 2025
7 Tempat Wisata di Kota Banda Aceh yang Bisa Ditempuh dengan Bersepeda Terminal Mojok

7 Tempat Wisata di Kota Banda Aceh yang Bisa Ditempuh dengan Bersepeda

28 Januari 2022
4 Rekomendasi Sate Khas Lombok terminal mojok.co

4 Sate Khas Lombok yang Menggiurkan untuk Dicoba

15 Februari 2022
Kiat Menghindari Macet di Jogja selain dengan Rebahan Terminal Mojok

Evolusi Kemacetan Jogja: Macetnya di Luar Nalar

12 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.