Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

5 Gaya Komunikasi Pandeglang yang Jadi Ciri Khas

Luqman W oleh Luqman W
20 November 2020
A A
orang desa, anak kuliahan

Orang Desa Nggak Takut Corona Bukan Karena Agama

Share on FacebookShare on Twitter

Komunikasi itu sangat penting. Saking pentingnya sudah jadi sebuah cabang keilmuan sejak ribuan tahun yang lalu. Termasuk di Pandeglang yang sedang diklaim beberapa sejarawan sebagai pemilik kerajaan pertama dan tertua yang lahir di Nusantara. Gaya Komunikasi Pandeglang punya keunikan tersendiri.

Di bawah panji Salaka Nagara, Pandeglang diklaim telah memiliki peradaban sejak abad ke 2 Masehi. Nyontek dari M. Abdul Karim, peradaban merupakan khazanah pengetahuan dan kecakapan teknis yang meningkat dari angkatan ke angkatan dan sanggup berlangsung terus-menerus. Produk peradaban Pandeglang yang saya maksud adalah gaya komunikasinya yang bisa kita lihat dari beberapa istilah-istilah khas. Perlu teman-teman ketahui, ada lima gaya komunikasi Pandeglang yang paling dahsyat.

Gaya komunikasi Pandeglang #1 Harewos Bojong

Saya sendiri lahir di area kode pos 42274 ini. Jadi saya cukup hafal soal perilaku harewos Bojong. Istilah “harewos” dalam bahasa Indonesia berarti ‘bisikan’. Jadi, Harewos Bojong adalah “bisikan orang-orang Bojong”. Harewos Bojong adalah interpretasi dari orang-orang Bojong yang suka berbisik. Begini, saya jelaskan.

Cewek : “Kamu tahu nggak, kubis apa yang bisa membuat aku bahagia?”

Cowok : “Kubis? apa ya? Nggak tahu. Emangnya apa?”

Cewek : “Kubisikan doaku padaNya agar kau bisa menikah denganku”

Penulis : “Khowek”.

Nah itulah harewos Bojong. Sejatinya, harewos adalah bisikan yang berarti jangan sampai terdengar oleh orang lain. Tetapi, nyatanya harewos Bojong adalah bisikan yang disampaikan di depan pihak yang seharusnya tidak boleh mendengar. Artinya, sang pembisik (orang pertama) menyampaikan kepada temannya (orang kedua) di depan orang yang tidak boleh dengar (orang ketiga).

Baca Juga:

13 Kosakata Bahasa Madura Paling “Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar

Orang Sunda Punya Aksen Paling Indah di Indonesia, Terdengar Lembut dan Merdu di Telinga Arek Suroboyo seperti Saya

Parahnya, sedari awal orang pertama akan menyampaikan pesan dengan suara nyaring di telinga orang kedua saat mereka sedang di depan orang ketiga. Tak lupa tangan orang pertama akan mengambil posisi di antara mulut dan telinga si orang kedua.

Gaya komunikasi Pandeglang  #2 Kowetan Sodong

Sodong adalah sebuah desa dan merupakan peristirahatan terakhir ulama besar dan pendiri Organisasi Massa Islam Mathla’ul Anwar. Kowetan terdiri dari satu kata kerja yang ditambah imbuhan “an”. Kowet hampir sepadan dengan noel atau mencolek dalam bahasa Indonesia. kowetan Sodong berarti kowet(colek)an orang-orang Sodong. Kowetan Sodong adalah interpretasi orang-orang Sodong yang tidak suka ribut, ricuh, atau ramai tentang suatu hal. Misalnya begini.

Di suatu sore yang cerah di tanggal tua, di depan kos-kosan kaum batangan di seberang pom bensin berlatar Gunung Pulosari, enam orang mahasiswa berkerumun nongkrong sambil ngopi dan sok serius membicarakan masalah negara. Lalu lewatlah para mahasiswi dengan celana kulot, blouse lengkap dan tak lupa kerudungnya yang berwarna sama dengan celananya. Tak ketinggalan tas gantung yang ukurannya bahkan tak cukup untuk satu binder.

Bak melihat oase di Padang Sahara, mahasiswa yang pertama kali melihatnya akan melakukan kowetan pada teman disampingnya. Ia cukup menunjuk ke arah mahasiswi yang berjalan dengan dagunya. Maka empat orang gerombolan mahasiswa yang duduk di satu meja akan segera melirik, menengok atau berbalik badan kalau perlu.

Gaya komunikasi ini adalah gaya komunikasi tak berisik ala orang-orang Sodong. Cukup satu “kowetan”, satu petunjuk arah, sisa anggotanya akan paham maksud dari kowetan ini.

Gaya komunikasi Pandeglang #3 Tajongan Cikedal

Tajongan berasal dari kata Tajong yang berarti tendang atau  sepak. Cikedal adalah sebuah daerah pecahan Kecamatan Menes yang memiliki legenda buaya putih di Situ Cikedal. Tajongan Cikedal adalah gaya komunikasi dan merupakan interpretasi orang-orang Cikedal dalam menyampaikan pesan, tetapi tidak ingin ada pihak lain tahu. 

Misalnya begini. Jika mahasiswa pada cerita sebelumnya adalah orang-orang Cikedal, mahasiswa yang melihat “oase” di Padang Sahara itu akan melakukan tajongan atau menendang kaki orang tertentu saja. Maka, orang yang ditajong akan segera mendelik ke arah si penajong dan memastikan apa pesannya.Dalam kasus ini, hanya mereka berdualah yang tahu ada mahasiswi yang kekinian dan tidak layak dikesampingkan.

Gaya komunikasi Pandeglang  #3 Kiceupan Menes

Menes adalah sebuah kecamatan yang diambil dari nama seorang pedagang Portugis zaman Baheula bernama Don Jorge Meneses. Menes merupakan daerah yang ramai dan pusat perdagangan sejak dahulu.

Kiceupan berasal dari kata “kiceup” atau kedipan yang ditambah imbuhan “an”. Kiceupan Menes berarti kiceupan (kedipan) orang-orang Menes. Masih ingat presenter sebuah acara yang identik dengan mengedipkan satu matanya? Seperti itulah orang Menes. Komunikasi ini hanya akan dipahami oleh mereka yang aseli orang Menes.

Jika cerita mahasiswa yang nongkrong di suatu sore sebelumnya adalah orang Menes, maka ia tak perlu tangan dan dagu sebagai simbol tanda. Cukup kiceupan Menes. Maka para mahasiswi akan datang menghampiri meja mereka.

Gaya komunikasi Pandeglang #5 Singsatan Kananga

Kananga adalah nama sebuah desa di kaki gunung Pulosari. Perlu saya beritahu, jika MAW Brouwer berpendapat, “Pasundan diciptakan ketika Tuhan tersenyum.” saya dapat katakan, “Tuhan telah menurunkan Bidadari di Kananga hanya untuk orang Pandeglang”.

Jika cerita mahasiswa nongkrong di atas melibatkan orang Kananga, maka ceritanya akan jadi begini.

Sadar menjadi pusat perhatian, sekelompok mahasiswi itu menjadi salah tingkah dan berusaha mempercepat langkahnya. Secara refleks, salah satu mahasiswi menggerakkan kedua tangannya dan menarik sedikit celana kulotnya yang lebar. Walhasil, dengan tidak sengaja terlihatlah setengah betis mahasiswi itu.

Itulah singsatan. Singsatan berasal dari kata “singsat” atau menyingsingkan. Maka, singsatan Kananga adalah orang–orang Kananga yang melakukan singsatan (menyingsingkan).

BACA JUGA Hikayat Bola Api Terbang yang Identik dengan Kota Pandeglang dan tulisan Luqman W lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 November 2020 oleh

Tags: bahasa daerahsuku sunda
Luqman W

Luqman W

Warga Kota Serang yang operasional hidupnya beralih antara menekan tuts keyboard dan menghitung suasana hati netizen. Seorang tukang ketik dan penghitung sentimen yang seringkali lebih tahu apa yang sedang dirasakan publik

ArtikelTerkait

Ciri Khas dalam Percakapan Orang Makassar terminal mojok

Ciri Khas dalam Percakapan Orang Makassar

9 Oktober 2021
Dilema Orang Cikarang: Terlalu Betawi untuk Disebut Sunda, Terlalu Sunda untuk Disebut Betawi

Dilema Orang Cikarang: Terlalu Betawi untuk Disebut Sunda, Terlalu Sunda untuk Disebut Betawi

20 Januari 2024
Dalam Bahasa Madura Hijau Memang Disebut Biruh dan Tak Perlu Diganti terminal mojok.co

Dalam Bahasa Madura, Hijau Memang Disebut ‘Biruh’ dan Tak Perlu Diganti

9 Februari 2021
Punya Aksen Medok di Jakarta Itu Dosa Besar, Otomatis Dianggap Manusia Kasta Rendah

Punya Aksen Medok di Jakarta Itu Dosa Besar, Otomatis Dianggap Manusia Kasta Rendah

1 Maret 2024
dialek makassar pantai losari makassar kamus bahasa makassar sehari-hari imbuhan partikel ji ki mi arti cara memakaimojok.co

Kamus Bahasa Makassar Sehari-hari: Kenalan sama Partikel Mi, Ji, dan Ki

7 April 2020
Orang Baduy Ternyata Mempraktikkan Gaya Hidup Indie dengan Mantap terminal mojok.co

Orang Baduy Ternyata Mempraktikkan Gaya Hidup Indie dengan Mantap

4 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.