Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

5 Film Indonesia yang Cocok Ditonton di Hari Ibu

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
22 Desember 2021
A A
5 Film Indonesia Bertema Ibu yang Cocok Ditonton di Hari Ibu terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Setiap tanggal 22 Desember, masyarakat Indonesia akan merayakan Hari Ibu secara simbolis dengan memberikan hadiah-hadiah yang bikin nangis. Pada dasarnya, Hari Ibu adalah perayaan bagaimana seorang anak mengingat perjuangan ibunya. Sebab, tanpa ibu, anak nggak akan jadi apa-apa.

Di Hari Ibu, para ibu nggak akan mengharapkan hadiah yang besar, mewah, apalagi mahal. Mereka hanya ingin anak-anaknya berkumpul menemani di rumah. Salah satu kegiatan yang pas untuk menemani ibu di rumah adalah dengan nonton film. Untuk menyambutnya, berikut rekomendasi film Indonesia yang cocok ditonton di hari istimewa tersebut.

#1 Aku Ingin Ibu Pulang (2016)

Film garapan sutradara kondang Monty Tiwa ini menjadi salah satu film yang cocok ditonton di Hari Ibu. Cast-nya pun didukung oleh beberapa aktor dan aktris kawakan Indonesia seperti Nirina Zubir, Teuku Rifnu Wikana, dan Jefan Nathanio.

Film ini menceritakan pengorbanan Satri (Nirina Zubir) dalam menghadapi masalah yang dilalui. Bagus (Rifnu Wikana), suami Satri, mengalami kecelakaan. Karena lahir dari keluarga yang kurang mampu, Satri terpaksa mencuri uang untuk digunakan membayar biaya pengobatan Bagus. Hal tersebut ternyata diketahui oleh Jempol (Jefan Nathanio). Jempol kecewa dengan keputusan ibunya. Akhirnya mereka bertengkar hebat, dan Satri pun pergi dari rumah.

Film ini dikemas secara epik oleh sutradara yang juga menyutradarai film Pocong: The Origin (2018) dan Layla Majnun (2021). Film ini berhasil membuat seorang anak berpikir bahwa ibu adalah manusia hebat yang melakukan segala cara untuk cinta.

#2 Ibu Maafkan Aku (2016)

Siapa yang nggak kenal Christine Hakim? Beliau seorang aktris yang telah merajai dunia perfilman Indonesia dari dulu hingga sekarang. Di film ini, Christine Hakim bersama Alm. Ade Firman Hakim, Meriza Febriani, dan Marcellino Wibowo memainkan peran soal bagaimana sosok ibu adalah sosok yang besar bagi kehidupan anak-anaknya.

Film yang digarap oleh Amin Ishaq ini menceritakan bagaimana Hartini (Christine Hakim), seorang single mom, yang menghidupi tiga anaknya dengan bekerja sebagai pemecah batu kali. Ia berhasil membuat anak-anaknya menjadi “orang”. Banyu (Ade Firman Hakim) menjadi seorang pilot dan Gendis (Meriza Febriani) menjadi dokter. Meskipun film ini menyuguhkan beberapa konflik keluarga, yang harus digarisbawahi adalah perjuangan seorang ibu. Sebab, ada pepatah mengatakan, “Satu ibu bisa menghidupi sepuluh anaknya, tapi sepuluh anak belum tentu bisa menghidupi satu ibu.”

#3 Athirah (2016)

Film Athirah merupakan film biopik yang diangkat dari kisah Hj. Athirah Kalla, ibunda mantan wakil presiden Indonesia ke-10 dan ke-12, Bapak Jusuf Kalla. Film yang mendapatkan 6 penghargaan FFI 2016 ini memang sangat epik. Pasalnya, pengembangan karakter dan alur ceritanya dikemas dengan memesona oleh sutradara yang juga menggarap film AADC 2 di tahun yang sama, Riri Riza.

Baca Juga:

3 Rekomendasi Film Indonesia yang Relevan dengan Hiruk Pikuk Negara Saat Ini

Film Jumbo Adalah Anomali, Akankah Jadi Tren Baru Dunia Perfilman Indonesia?

Singkatnya, film ini menceritakan bagaimana Athirah (Cut Mini) terpaksa dipoligami. Ia terpaksa sebab waktu itu suara perempuan nggak menemukan ruang untuk bicara. Akhirnya ia bertarung dengan perasaannya agar keluarganya tetap utuh. Ucu (Christoffer Nelwan/Jusuf Kalla Remaja) bingung untuk memihak ke siapa, sebab baik ayah dan ibunya adalah sosok yang ia cintai.

Itulah cinta ibu, lakunya seperti topeng. Di luar terlihat tersenyum, di dalam air matanya mengalir. Hatinya hancur karena dipoligami, tapi semangatnya membara agar keluarganya bisa bersatu.

#4 Susah Sinyal (2017)

Jika tiga film sebelumnya dibalut dengan drama yang menguras air mata, film yang satu ini justru digarap dengan memasukkan unsur komedi. Film hasil karya sutradara sekaligus komedian Ernest Prakasa ini memiliki alur komedi yang menggelitik. Film ini dibintangi oleh Ernest Prakarsa sendiri dan aktor aktris top Indonesia seperti Adinia Wirasti, Aurora Ribero, Asri Welas, sampai Jerinx SID ada di sini.

Susah Sinyal menceritakan perjalanan Ellen (Adinia Wirasti) sebagai single mom sekaligus pengacara sukses. Lantaran kesibukannya menjadi seorang pengacara, hubungan Ellen dan anaknya, Kiara (Aurora Ribero), jadi renggang. Akhirnya muncul konflik ketika Ellen nggak bisa menepati janjinya untuk menyaksikan show Kiara di acara pencarian bakat. Kiara sangat marah dan menyusul Ellen ke Sumba, sebab Ellen sedang menangani kasus di sana. Setelah Ellen menjelaskan semuanya ke Kiara, hubungan mereka berdua kembali menghangat.

# 5 Dua Garis Biru (2019)

Berbeda dengan empat film di atas, film ini bercerita soal bagaimana seorang remaja yang terpaksa jadi ibu akibat seks bebas. Film yang digarap Gina S. Noer ini menjadi sajian epik dan kontroversi kala peluncurannya. Namun, kontroversi yang beredar tertutup oleh akting Angga Yunanda (Bima) dan Adhisty Zara (Dara) yang ciamik. Film ini sebenarnya sarat akan pelajaran dan cukup menguras air mata. Melihat bagaimana proses menjadi ibu sangat berat, apalagi jika nggak tepat pada waktunya, bikin penonton termehek-mehek.

Itulah 5 film Indonesia yang cocok untuk menyambut Hari Ibu. Seorang ibu adalah manusia yang nggak dapat digantikan. Beliau adalah pembohong andal. Di saat lapar, beliau akan berkata kenyang. Di saat beliau tersenyum, hatinya menangis. Dan di saat lelah, beliau tetap semangat. Selamat Hari Ibu untuk para ibu hebat.

Sumber Gambar: Unsplash

Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Desember 2021 oleh

Tags: Film Indonesiahari ibu
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Cinta Pertama, Kedua & Ketiga: Keluarga Itu Memang Harus Saling Merepotkan terminal mojok.co

Cinta Pertama, Kedua & Ketiga: Keluarga Itu Memang Harus Saling Merepotkan

13 Januari 2022
5 Film Indonesia tentang Kekerasan Seksual terminal mojok.co

5 Film Indonesia tentang Kekerasan Seksual

10 Desember 2021
Sewu Dino: Kenapa Film Indonesia (Terkesan) Alergi Pakai Bahasa Daerah yang Utuh? (Pixabay.com)

Sewu Dino: Kenapa Film Indonesia (Terkesan) Alergi Pakai Bahasa Daerah yang Utuh?

3 April 2023
Rekomendasi 5 Film Indonesia Terbaik Sepanjang Tahun 2023

Rekomendasi 5 Film Indonesia Terbaik Sepanjang Tahun 2023

27 Desember 2023
Tertawa dari Awal Sampai Akhir Bersama Film Srimulat Hil yang Mustahal Terminal Mojok

Tertawa dari Awal Sampai Akhir Bersama Film Srimulat: Hil yang Mustahal

21 Mei 2022
Relate-nya Drama Keluarga dalam Film Ngeri-ngeri Sedap Terminal Mojok

Film Ngeri-ngeri Sedap, Relatable dengan Keluarga Indonesia

4 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Padang Adalah Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar Mojok.co

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

8 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.